Harga dan Spek Sony A7R VI, Pakai Prosesor Bionz XR2 Terbaru

Sony A7R VI. (Sumber: Sony)

Techverse.asia - Sony memperkenalkan A7R VI, generasi keenam dari seri Alpha 7R yang terkenal. Dibangun di atas warisan seri ini dalam hal resolusi terdepan, kamera mirrorless full-frame ini menggabungkan sensor CMOS Exmor RS full-stacked back-illuminated dengan resolusi efektif sekitar 66,8 megapiksel dengan mesin Bionz XR2 yang baru.

Sensor yang lebih cepat dan prosesor Bionz XR2 ini juga meningkatkan kecepatan burst RAW hingga 30 fps (tanpa jeda) dari 10 fps sebelumnya dengan rana elektronik. Kecepatan dengan rana mekanis yang baru tetap 10 fps, masih sangat baik untuk kamera beresolusi tinggi seperti ini.

Baca Juga: ASUS Republic of Gamers Rilis Strix OLED XG34WCDMS dan Strix XG129C

Sony A7R VI adalah kamera R pertama yang juga menawarkan pre-capture, memungkinkan untuk mengambil hingga 15 frame dengan tombol rana ditekan setengah sebelum aktivasi penuh. Autofokus deteksi fase 759 titik (cakupan 94 persen) kini bekerja hingga F22 dan dalam cahaya serendah EV-6, serta menjanjikan kecepatan yang dapat mengimbangi burst 30 fps.

Ia menambahkan estimasi pose manusia di atas deteksi mata, wajah, kepala, dan tubuh untuk manusia, dan kini mendukung ukuran yang lebih kecil untuk deteksi hewan, burung, kendaraan, dan serangga. Seperti A1 II, model baru ini juga dapat mengenali subjek individu, bahkan di tengah keramaian, melacaknya secara terpisah, dan terus mengikuti seseorang bahkan jika wajahnya tersembunyi sesaat.

Lebih jauh, dengan sensor bertumpuk dan pengurangan rolling shutter, A7R VI akhirnya layak disebut sebagai kamera video. Ia dapat merekam 8K hingga 30 fps (oversampling dari 8.2K) dengan crop 1.2 dan 4K pada 60 fps atau 120 fps dengan oversampling 5K dan tanpa crop, yang berarti terjadi penggabungan piksel.

Saat memotret dengan crop 1,5x dalam mode super 35mm, penggunadapat merekam 4K 60p dengan oversampling 6,3K. Sony juga menawarkan "prioritas sudut pandang 4K" yang memungkinkan Anda merekam area yang lebih luas tanpa perubahan kualitas gambar yang terlihat.

Baca Juga: Sony WF-1000XM6 Dijual Rp5,499 Juta di Indonesia, Ada 2 Warna

Untuk kualitas foto, Sony menjanjikan hingga 16 stop rentang dinamis dalam mode RAW (proyeksi), peningkatan dari 15 stop sebelumnya. Kombinasi sensor dan prosesor baru menggunakan AI untuk memperkirakan sumber cahaya guna meningkatkan white balance, dan DRO (dynamic range optimizer) juga telah diperluas ke Lv8 sehingga subjek yang terkena cahaya latar pun akan terekspos dengan baik.

Stabilisasi gambar telah ditingkatkan dari 8 menjadi 8,5 stop dengan lensa yang didukung, atau diperkirakan 7,0 stop di bagian tepi. Hal ini seharusnya mengurangi blur, yang merupakan kunci pada kamera beresolusi tinggi seperti ini.

Kamera beresolusi tinggi membutuhkan jendela bidik yang bagus, dan Sony memiliki jendela bidik baru untuk A7R VI dengan resolusi 9,44 juta titik yang sama, tetapi dengan dukungan warna gamut lebar DCI-P3 HDR dan kecerahan tiga kali lebih tinggi. Ia menawarkan kecepatan refresh 120 fps, dan pembesaran sekitar 0,90x.

Baca Juga: Panasonic Umumkan 2 Kamera Mirrorless Full-Frame Baru: Lumix S1II dan S1IIE

Sony A7R VI menggunakan paduan magnesium untuk bodi yang ringan dan tahan lama; monitor LCD multi-sudut 4-axis untuk sudut pemotretan yang fleksibel; tombol putar mode “Memory Recall” menghubungkan pengaturan pemotretan ke tombol yang dapat disesuaikan.

Kini juga sudah dilengkapi dengan tombol yang menyala sehingga lebih mudah dilihat dalam gelap (diaktifkan oleh tombol di bagian atas) dan mode "*" baru yang memungkinkan untuk memilih salah satu dari 10 mode pemotretan dari menu.

Fitur utama lainnya adalah Wi-Fi 802.11ax 6Hz, dua porta USB-C untuk pengisian daya atau transfer data, dan baterai FPO baru (NP-SA100, tidak kompatibel dengan model A7 lainnya) dengan kapasitas 17 persen lebih besar. A7R VI kini tersedia untuk pre-order dengan harga US$4.500 atau sekitar hampir Rp79 jutaan dan pengiriman dijadwalkan dimulai pada Juni 2026.

Baca Juga: Sony FX2: Menambah Keserbagunaan Cinema Line bagi Para Kreator

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI