Techverse.asia - TikTok bersiap meluncurkan versi berbayar tanpa iklan di Inggris, dengan biaya 4 Poundsterling atau setara dengan Rp94 ribuan per bulannya. Penawaran baru ini akan diluncurkan dalam beberapa bulan mendatang dan akan tersedia untuk pengguna yang sudah berusia 18 tahun ke atas.
Jika pengguna TikTok di Inggris membeli layanan bebas iklan tersebut, maka sebagai gantinya TikTok akan menghapus iklan dari umpan atau feed mereka dan berjanji untuk tidak menggunakan data mereka untuk "tujuan periklanan" yang tidak ditentukan.
Baca Juga: Youtube Hadirkan Langganan Premium Lite Seharga Rp130 Ribu, Bebas Iklan
"Pilihan bagi komunitas kami dan pertumbuhan bagi bisnis Inggris berjalan beriringan di TikTok," kata Direktur Pelaksana TikTok Inggris, Kris Boge, dalam siaran persnya dilansir Techverse.asia pada Rabu (13/5/2026).
Menurut Boge, periklanan di platform TikTok telah membantu ribuan bisnis di Inggris menjangkau pelanggan baru, meningkatkan penjualan, dan menciptakan lapangan kerja, sementara opsi tanpa iklan baru ini memberi orang kendali lebih besar atas pengalaman mereka.
“Bersama-sama, ini memastikan kami terus memberikan dampak ekonomi nyata sambil memberi komunitas kami fleksibilitas untuk berinteraksi dengan TikTok dengan cara yang sesuai bagi mereka,” ujarnya.
Baca Juga: Samsung Rilis One UI 9 Beta untuk Galaxy S26 Series
Model “bayar atau setuju” ini kemungkinan besar merupakan respons terhadap Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR) Inggris dan undang-undang privasi lainnya yang melarang perusahaan mengumpulkan data pribadi untuk iklan tanpa mendapatkan persetujuan eksplisit dari pengguna media sosial.
Langganan bebas iklan bersifat sukarela, artinya TikTok dapat berargumen bahwa penggunanya memiliki pilihan untuk menghindari iklan yang ditargetkan. Meta menerapkan pendekatan serupa untuk pengguna Facebook dan Instagram di Inggris tahun lalu, setelah model langganan yang sama ditolak oleh regulator Uni Eropa.
TikTok menyatakan bahwa pengguna yang tidak mendaftar untuk langganan baru ini tetap akan menerima iklan yang dipersonalisasi, dan pengalaman platform inti “tidak akan berubah” untuk pengguna berbayar atau gratis. TikTok pertama kali mulai menguji paket bebas iklan pada 2023.
Saat itu, TikTok mengonfirmasi bahwa mereka memang sedang menguji produk ini tetapi hanya di satu pasar berbahasa Inggris di luar Amerika Serikat. Belum diketahui apakah raksasa media sosial itu berencana untuk membawa penawaran tersebut ke Negeri Paman Sam.
Baca Juga: Langganan Bebas Iklan Milik Instagram dan Facebook Kini Diawasi Uni Eropa
Langganan tersebut tampaknya hanya mencakup iklan yang ditayangkan oleh TikTok, bukan kampanye atau pemasaran yang dilakukan oleh influencer. Jadi dapat diasumsikan bahwa ini hanyalah pengujian yang dilakukan karena saat ini hanya tersedia untuk sejumlah pengguna terbatas.
Uji coba terhadap tingkat bebas iklan dilakukan ketika perusahaan milik ByteDance ini bekerja secara agresif untuk mendiversifikasi sumber pendapatannya.
Salah satu pendapatan tambahannya berasal dari TikTok Shop, lokapasar (e-commcerce) dalam aplikasi platform tersebut, telah dipindahkan ke bilah navigasi utama untuk beberapa pengguna, dan perusahaan tersebut telah mendorong iklan dan kupon, dengan harapan dapat menarik mereka untuk melakukan pembelian.
Baca Juga: Beberapa Pekan Ke Depan, Twitter Bakal Rilis Layanan Bebas Iklan
Salah satu fitur TikTok Shop adalah opsi bagi pembuat konten dan bisnis untuk memasukkan video afiliasi langsung ke feed (umpan) pengguna. Artinya, tingkat bebas iklan yang baru hanya dapat menghapus iklan yang ditayangkan oleh TikTok dan bukan iklan dari influencer atau kampanye pemasaran mereka.
TikTok menghasilkan sebagian besar pendapatannya dari iklan, dan sejauh ini, TikTok terbukti mampu bertahan terhadap perlambatan belanja iklan online. Di samping itu, berdasarkan laporan terbaru dari firma riset pasar Cowen menemukan bahwa TikTok diterima bahkan di tengah pembeli iklan yang lebih berhati-hati, dengan 60 persen menyebut TikTok sebagai tempat video pendek pilihan mereka.














