Techverse.asia - TikTok Indonesia resmi meluncurkan TikTok Go by Tokopedia, layanan yang menghubungkan rekomendasi tempat dan layanan lokal di dalam aplikasi dengan pengalaman langsung di dunia nyata. Aplikasi TikTok Go by Tokopedia ini juga hadir guna mendukung pertumbuhan bisnis dine-in serta kreator di Tanah Air.
Alasan perilisan aplikasi tersebut dilatari oleh perubahan perilaku pengguna, konten punya peran yang semakin krusial dalam memengaruhi keputusan sehari-hari, termasuk dalam memilih tempat makan.
Baca Juga: Shutterstock Memperluas Solusi AI Generatif Komersial dengan AI Video Generator
"TikTok Go by Tokopedia kami hadirkan untuk menjembatani proses itu - mulai dari menemukan rekomendasi sampai berkunjung langsung- lewat integrasi video pendek, LIVE (siaran langsung), fitur pencarian, feed lokal, dan konten berbasis lokasi," ungkap Lead of Key Dine-in TikTok Go by Tokopedia William Panjaitan kami kutip, Jumat (1/5/2026).
Menurutnya, dengan demikian, pengguna akan lebih mudah lagi beralih dari menemukan rekomendasi melalui konten menjadi benar-benar mencoba pengalaman itu. Dari segi konsumen sendiri, sekitar 65 persen masyarakat Indonesia pun memakai pelantar digital sebagai referensi untuk menemukan pilihan kuliner anyar.
Hal itu menunjukkan besarnya potensi ekosistem layanan makanan yang lebih terhubung dengan dunia digital. Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor makanan dan minuman terus mengalami pertumbuhan, dengan jumlah mencapai 5,28 juta pada 2024 atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Goda Kreator Youtube dan TikTok, Facebook Menghadirkan Program Monetisasi Baru
"Pertumbuhan ini juga sejalan dengan jumlah UMKM yang bergabung ke pelantar digital yang telah mencapai 25 juta usaha untuk memperluas jangkauan pemasaran sekaligus mengoptimalkan operasional mereka," kata dia.
Dikatakannya bahwa sekarang konten enggak lagi menjadi sebuah sarana hiburan, namun sudah menjadi bagian penting dari cara orang menemukan inspirasi dan mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.
"Kami juga melihat kekinian semakin banyak orang yang beralih ke TikTok sebagai 'katalog rasa' untuk mencari referensi kuliner baru," ujarnya.
Hal itu juga sejalan dengan pertumbuhan pencarian atau research terkait dengan layanan lokal yang naik lebih dari 60 persen setiap tahunnya di media sosial TikTok. Melalui aplikasi TikTok Go by Tokopedia, pihaknya mau memberikan pengalaman terpadu yang gampang untuk diakses, di mana inspirasi yang ditemukan di TikTok bisa langsung berlanjut menjadi pengalaman riil.
Baca Juga: Duolingo x Tokopedia Hadirkan Toko Merchandise Pertamanya di Asia Tenggara
Aplikasi ini didukung pula oleh ekosistem merchant dine-in dan kreator yang terus berkembang, sehingga bisa mempercepat perjalanan dari konten kunjungan yang pada akhirnya bisa mendorong pertumbuhan signifikan bagi bisnis lokal.
Di samping itu, konten yang autentik serta layanan terpadu membantu merchant mendapatkan tambahan pesanan dan mendorong kunjungan ke gerai luring. Interaksi konsumen dengan konten juga ikut mendorong pencarian produk atau pun layanan, yang memperkuat pertumbuhan ekosistem bisnis secara menyeluruh.
Dalam misinya mendukung pertumbuhan ekosistem layanan makanan di Indonesia, TikTok Go by Tokopedia telah mencatatkan perkembangan yang positif, dengan pertumbuhan lebih dari 20 kali lipat dalam jumlah pesanan harian merchant dine-in di sepanjang tahun 2025.
Baca Juga: TikTok Luncurkan Aplikasi PineDrama: Tonton Serial TV dalam Durasi 1 Menit
Hal itu menunjukkan besarnya potensi akan integrasi konten dan commerce dalam mendukung kinerja bisnis. Sementara bagi kreator, TikTok Go by Tokopedia juga membuka peluang anyar guna memberikan dampak yang lebih luas lagi. Pada 2025, ekosistem kreator di aplikasi ini di Indonesia tumbuh mencapai 12 kali lipat.
TikTok Go by Tokopedia menargetkan untuk memberdayakan puluhan ribu bisnis dine-in di Indonesia melalui pelbagai inisiatif, seperti dukungan promosi sepanjang tahun ini, kebijakan insentif, dan pelatihan digital.
"Tujuannya adalah membantu bisnis meningkatkan visibilitas, membangun koneksi yang lebih kuat dengan konsumen, hingga berpartisipasi lebih aktif lagi dalam ekonomi digital," imbuhnya.