Review Backrooms: Manifestasi Pikiran Manusia dalam Lorong Tak Berujung

Rahmat Jiwandono
Senin 15 Juni 2026, 16:43 WIB
Backrooms. (Sumber: A24)

Backrooms. (Sumber: A24)

Techverse.asia - Rumah produksi film A24 dikenal menghadirkan tema film yang eksploratif dan eksperimental, yang paling anyar adalah Backrooms. Film ini dikategorikan sebagai film horor, namun hampir tidak ada sosok makhluk gaib atau pun jumpscare. Kane Parsons sebagai sutradara menawarkan pendekatan yang berbeda di film itu, yang mana gambaran labirin tak berujung seperti dalam video gim Maze Runner.

Baca Juga: Review Para Perasuk: Kontemplasi Diri Melalui Jalur Spiritual dan Kritik Sosial

Audiens diajak mengeksplorasi suatu ruang kosong yang sangat luas dengan lorong demi lorong yang saling terhubung. Melalui karakter Clark (Chiwetel Ejiofor), yang diceritakan sebagai seorang penjual furnitur bekas, suatu ketika dia menemukan celah di tokonya yang membawanya ke Backrooms.

Di dalam ruangan tersebut, Clark mendapati pintu, koridor, hingga perabot yang tersusun tak beraturan tanpa pola, mengabaikan penataan ruang. Kemudian dia menceritakan kejadian ganjil tersebut kepada terapisnya yaitu Mary Kline (Reine Rensve) yang justru ikut 'terseret' lebih jauh mengenai misteri yang tersimpan di Backrooms.

Mary sendiri juga punya trauma masa lalu mengenai tempat tinggalnya yang dirobohkan dan gangguan mental yang dialami oleh ibunya. Dua karakter tersebut menjadi tulang punggung dalam membangun cerita mulai dari awal sampai film berakhir.

Sang sineas membuat audiens bertanya-tanya tentang apa yang sebetulnya terjadi tanpa memberi jawaban yang jelas. Walau terdapat sejumlah clue-clue yang ditampilkan memberi penjelasan bagi audiens, tapi sebagian lainnya malah membuka ruang intepretasi yang baru.

Baca Juga: Review Ghost in the Cell: Kritik Sosial-Politik Mengenai Banyak Realita di Indonesia

Menurutku, pendekatan Backrooms ini lebih kepada teka-teki psikologis dari kejiwaan manusia ketimbang film horor pada umumnya. Kane menggambarkan banyaknya isi yang ada di otak kita lewat ruang properti. Sementara itu, dalam film ini juga ada sosok monster yang diwujudkan sebagai representasi pikiran yang mengalami fragmentasi, bukan sosok hantu yang menyeramkan.

Musik yang menjadi pengiring dalam film tersebut pun kurang menakjubkan. Itu hal yang wajar karena anggaran yang dihabiskan untuk membuatnya 'hanya' sebesar US$10 juta atau setara dengan Rp176 miliaran. Namun, dari segi sinematografi, utamanya dalam liminal space yang didominasi warna kuning pucat mampu memberikan vibes yang mengganggu bagi audiens.

Kekuatan utama Backrooms sejatinya terletak pada penulisan ceritanya, akan tetapi Parsons sendiri enggak terlalu banyak terlibat dalam pembuatannya. Alasannya, Will Soodik yang ikut menulisnya, harus membuatnya sedikit berbeda dari serial aslinya The Backrooms yang dirilis empat tahun lalu, mengingat durasinya yang hampir dua jam.

Baca Juga: Pakar: Film Lokal Dominasi Bioskop Indonesia tapi Kualitas Masih Diabaikan

Soodik menuliskan ruangan-ruangan tak berujung, ada cerita di dalam cerita. Terdapat satu jalur yang dipaksa guna menyambungkan ke seluruh ruangan itu. Hal ini bisa dipahami sebagai pengulangan tabiat dari seorang manusia. Akhir cerita Backrooms pun enggak memberikan gambaran yang klir, lebih condong kepada open-ending yang bisa ditafsirkan masing-masing oleh audiens.

Salah satu hal yang menarik dari Backrooms ialah tim desain produksinya yang tampak sangat niat membangun set lokasi syutingnya. Tidak diketahui apakah Parsons melibatkan tim yang sama dengan serial aslinya, namun mereka mampu menghadirkan liminal space yang apik.

Selain itu, tim artistik pada film ini juga punya peran penting dalam membangun atmosfer. Jeremy Cox yang bertindak sebagai juru kamera pun layak mendapat kredit karena memberikan sorotan gambar guna menyajikan sesuatu yang janggal dari konsep labirin-labirin tersebut.

Dengan begitu, Backrooms jadi suatu inovasi yang segar dalam memvisualisasikan suatu trauma lewat pendekatan estetik yang kuat, walau mungkin bagi sebagian penonton awam bakal terasa absurd.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Film Genre Thriller Spy, Supaya Kamu Tidak Nonton Horor Melulu

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Automotive31 Juli 2026, 16:28 WIB

GIIAS 2026: Wuling Aira Ev Resmi Meluncur, Ada Model Standar Range dan Long Range

Mobil Listrik yang Memadukan Artistik, Inovatif, Ramah, dan Aman.
Wuling Aira ev. (Sumber: Wuling)
Lifestyle31 Juli 2026, 16:27 WIB

Pitaka Luncurkan Jajaran Casing untuk Ponsel Lipat Baru Samsung

Engsel modular, layar, dan pelindung belakang yang dirancang untuk memberikan kepercayaan diri kepada pengguna ponsel lipat.
Aksesori casing Pitaka untuk foldable phone Galaxy Z Fold 8 & Flip 8 Series. (Sumber: dok. pitaka)
Techno31 Juli 2026, 13:46 WIB

Gemini Notebook Hadir di Samsung Galaxy Z Fold 8 Series dan Flip 8

Ponsel lipat baru Samsung hadir dengan Gemini Notebook yang sudah terpasang.
Gemini Notebook di perangkat lipat Galaxy Z Fold 8 Series dan Z Flip 8. (Sumber: Samsung)
Automotive31 Juli 2026, 13:37 WIB

KIA Seltos Terbaru Punya 3 Model, Berapa Harganya?

Mobil ini resmi dipamerkan di gelaran GIIAS 2026.
All New KIA Seltos dipamerkan di GIIAS 2026. (Sumber: KIA)
Automotive31 Juli 2026, 10:46 WIB

Scomadi Technica 200W Frank Sanderson Edition II Dibanderol Seharga Rp121 Juta

Frank Sanderson Edition II diprediksi akan menjadi salah satu model Scomadi yang paling diminati oleh kolektor dan pecinta skuter premium di Indonesia maupun pasar internasional.
Scomadi Turismo Technica 200w Frank Sanderson Edition II. (Sumber: Scomadi)
Lifestyle31 Juli 2026, 10:44 WIB

Adidas Jadi Apparel Resmi untuk Tim Nasional di Ajang Esports Nation Cup

Lebih dari 100 negara dan wilayah akan mengenakan jersey tim nasional rancangan adidas di ajang Esports Nations Cup (ENC).
Adidas jadi sponsor untuk jersey timnas di ENC 2026. (Sumber: Esports Foundation)
Techno31 Juli 2026, 09:24 WIB

Alibaba Cloud Sebut Perusahaan di Asia Semakin Cepat Adopsi AI

Namun demikian membutuhkan solusi AI menyeluruh yang aman.
Hasil riset Alibaba Cloud. (Sumber: alibaba)
Automotive31 Juli 2026, 09:22 WIB

Honda NX500 Resmi Hadir di Indonesia, Begini Harga dan Spek Lengkapnya

Big bike adventure touring Honda terbaru di Indonesia.
Honda NX500 warna Graphite Black. (Sumber: Astra Honda Motor)
Hobby30 Juli 2026, 20:48 WIB

Gypsum Jadi Media Lukis untuk Salurkan Kreativitas Anak-anak

Ide ini dipelopori oleh anak muda asal Kotagede, Kota Yogyakarta.
Melukis di gypsum. (Sumber: istimewa)
Techno30 Juli 2026, 15:32 WIB

WhatsApp Tambahkan Banyak Fitur Baru, Apa Saja?

WhatsApp menambahkan peningkatan Apple CarPlay dan Android Auto, pendaftaran iPad, dan banyak lagi.
Fitur-fitur baru WhatsApp. (Sumber: Meta)