Review Para Perasuk: Kontemplasi Diri Melalui Jalur Spiritual dan Kritik Sosial

Rahmat Jiwandono
Kamis 23 April 2026, 16:30 WIB
Maudy Ayunda sebagai Laksmi dalam film Para Perasuk. (Sumber: Rekata Studio)

Maudy Ayunda sebagai Laksmi dalam film Para Perasuk. (Sumber: Rekata Studio)

Techverse.asia - Melalui film barunya berjudul Para Perasuk, sutradara Wregas Bhanuteja mengusung kesenian tradisional jathilan dan ebeg yang dibumbui dengan konflik argaria serta konflik batin pribadi yang dialami oleh karakter utamanya, Bayu yang diperankan Angga Yunanda.

Ini adalah film kedua Angga bersama Wregas setelah Budi Pekerti (2023). Para Perasuk bercerita mengenai Bayu, warga Desa Latas, di mana rumahnya terancam tergusur akibat pembangunan hotel. Tak hanya rumahnya, sumber mata air yang ada di desanya juga akan dibeli oleh pihak pengembang PT Wanaria.

Baca Juga: Sinopsis Film Para Perasuk, Ini Daftar Para Pemainnya

Terlebih lagi mata air itu diyakini merupakan tempat berkumpulnya para roh yang dicari oleh para perasuk. Ya, warga desa latas punya tradisi unik yang disebut Pesta Sambetan, mirip dengan jatilan yang menampilkan seseorang dirasuki oleh 'roh halus'. Bagi mereka, ini merupakan tradisi turun menurun.

Agar tempat tinggalnya tak tergusur atas kepentingan pembangunan, Bayu pun menempuh cara untuk menjadi calon seorang perasuk utama. Dengan begitu, ia bisa menghasilkan uang untuk menebus mata air tersebut serta rumahnya tak ikut dijual. Tapi dalam perjalanannya, dia harus bergulat dengan masa lalu dan ambisinya.

Sejatinya tradisi Sambetan itu hanya menjadi tabir saja. Bayu yang sedang berada di fase quarter life crisis atau krisis seperempat abad dalam hidupnya. Di pikirannya berkecamuk tentang Laksmi (Maudy Ayunda), ayahnya Agus (Indra Birowo), hingga pesaingnya untuk menjadi perasuk yakni Pawit (Chicco Kurniawan) dan Ananto (Brian Domani).

Baca Juga: Review Sinners: Film Vampir Berbalut Sejarah Kelam, Musik, dan Budaya

Itu semua digambarkan lewat perjalanan Bayu guna menjadi seorang perasuk utama di Desa Latas. Wregas memainkan pesta sambetan lengkap dengan instrumen musik seperti slompret, kendang, dan gitar - perpaduan kontemporer dan tradisional - dengan apik.

Menariknya para pemain dalam film ini belajar memainkan alat musik hingga koreografi menyerupai gerak-gerik sejumlah binatang. Adapun pemilihan Anggun untuk memerankan Asri, seorang pemilik sanggar terbesar di Desa Latas adalah langkah yang tepat.

Dia menjadi nilai tambah dan pembeda berkat mantra-mantra absurd yang dilontarkan kala mementaskan sambetan, bukan bernyanyi. Wajahnya yang khas juga fit the profile untuk menjadi seorang guru yang 'memiliki' ilmu supranatural.

Penampilan Angga dan Maudy juga layak untuk dipuji karena keduanya latihan selama berbulan-bulan supaya bisa menguasai koreografi, seperti bulus, semut, lintah, kerbau, kutu, dan masih banyak lagi.

Baca Juga: Review One Battle After Another, Kritik PTA Terhadap Realitas Dunia Barat

Wregas juga menyisipkan humor di dalamnya, meski di beberapa scene kurang tereksekusi dengan baik sehingga terasa enggak lucu. Selebihnya, dialog-dialognya mengundang gelak tawa, dan komedi yang muncul saat prosesi sambetan terasa organik dengan dunia yang ia buat.

Meski begitu, film Para Perasuk bukan tanpa cela, beberapa adegan yang menggunakan sentuhan animasi terlihat sedikit mengganggun dan kurang seamless, tampak seperti dipaksakan.

Sementara dari segi sinematografi yang dikerjakan oleh Gina S. Noer, memang tak begitu memukau karena sepertinya disesuaikan dengan kehidupan di pedesaan. Permainan tone-nya cenderung hangat dan visualnya terasa hidup.

Lebih lanjut, pada babak ketiga film ini terasa ngebut, padahal dalam satu setengah jam pertama, pace-nya dirasa lambat untuk membangun dramatisasi konflik di dalamnya. Di bagian ini ritmenya mulai goyah, karakter Bayu yang mulai berdamai dengan seluruh kondisinya dan kehilangan segalanya langsung ditarik ke bagian resolusinya.

Baca Juga: Top Gun 3 Resmi Sedang Dalam Pengerjaan dengan Tom Cruise Kembali Berperan

Memang, itu menjadi suatu eksekusi yang bagus karena penulis menantikan bagaimana Wregas membungkus akhir film ini melalui klimaks akan peristiwa-peristiwa kelam yang telah dialami oleh Bayu. Secara keseluruhan, Para Perasuk tak menjadikan hal kerasukan sebagai inti sensasi dari film ini, melainkan perjalanan mental spiritual seseorang dan kritik atas penggusuran atas nama pembangunan yang ada di Indonesia.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Automotive23 April 2026, 17:26 WIB

Hyundai IONIQ 3 Mengaspal di Eropa, Tersedia 2 Pilihan Baterai

Anggota terbaru dari jajaran IONIQ menjadikan mobilitas listrik lebih intuitif, nyaman, dan relevan untuk kebutuhan sehari-hari di Eropa.
Hyundai IONIQ 3. (Sumber: Hyundai)
Techno23 April 2026, 17:03 WIB

Langganan WhatsApp Plus akan Segera Diluncurkan dengan Fitur-fitur Baru

Fitur berbayar tersebut meliputi stiker eksklusif, obrolan yang disematkan, tema aplikasi, dan banyak lagi.
Pelanggan WhatsApp Plus akan mendapatkan akses ke paket stiker premium. (Sumber: istimewa)
Hobby23 April 2026, 16:30 WIB

Review Para Perasuk: Kontemplasi Diri Melalui Jalur Spiritual dan Kritik Sosial

Film layar lebar ketiga Wregas setelah Penyalin Cahaya dan Budi Pekerti.
Maudy Ayunda sebagai Laksmi dalam film Para Perasuk. (Sumber: Rekata Studio)
Techno23 April 2026, 15:18 WIB

Lexar Memperluas Seri Silver Plus dengan Kartu MicroSDXC UHS-I 2TB Baru

Versi kapasitas baru ini menghadirkan kapasitas yang lebih tinggi dan kecepatan yang lebih baik serta menyediakan lebih banyak pilihan untuk digunakan dengan model DJI.
Kartu micrSD Lexar Silver Plus. (Sumber: Lexar)
Startup23 April 2026, 09:49 WIB

Temasek Foundation Beri Modal Eratani Senilai Rp6,1 Miliar untuk Petani

Upaya ini mendukung sebanyak 1.800 petani di Indonesia.
Eratani (kiri) x Temasek Foundation. (Sumber: dok. eratani)
Techno23 April 2026, 09:13 WIB

Kingston Soroti Solusi Memori Terintegrasi dan SSD Industri untuk Sistem Berkebutuhan Tinggi

Kingston terus berpegang pada komitmennya seiring berkembangnya Industrial PC, edge computing, dan sistem cerdas.
Kingston IPC Solutions. (Sumber: istimewa)
Lifestyle23 April 2026, 09:02 WIB

Nike Hadirkan Sepatu Skateboard Baru: SB Air Force 1

Era baru sepatu skate telah tiba.
Nike SB Air Force 1. (Sumber: Nike)
Techno23 April 2026, 08:45 WIB

Oppo Watch X3 Terbuat dari Titanium dan Berbobot Cuma 43 Gram

Jam tangan pintar ini menjanjikan masa pakai hingga lima hari pemakaian.
Oppo Watch X3. (Sumber: Oppo)
Techno22 April 2026, 16:34 WIB

Motorola Moto G Stylus 2026 Diniagakan di Amerika Serikat

Lihat lebih lanjut mengenai ketersediaan ponsel andalan yang didukung dengan pena stylus ini.
Moto G Stylus 2026. (Sumber: Motorola)
Techno22 April 2026, 16:18 WIB

Aplikasi Jago Punya Tampilan Anyar, Memudahkan Pemantauan Portofolio Investasi

Bank Jago terus memperkuat posisinya sebagai pelopor seni menempatkan uang dan mengelola investasi.
Bank Jago. (Sumber: dok. bank jago)