Transaksi Judi Online Tembus Ratusan Triliun, Pentingnya Peningkatan Kesadaran Atas Bahaya Judi Online

Uli Febriarni
Selasa 18 Juni 2024, 16:28 WIB
Transaksi judi online tembus ratusan triliun, Pemerintah bakal bekukan rekening e-wallet yang dipakai main judi online (Sumber: Databoks)

Transaksi judi online tembus ratusan triliun, Pemerintah bakal bekukan rekening e-wallet yang dipakai main judi online (Sumber: Databoks)

Di tengah upaya pemerintah menangani permasalahan yang disebabkan oleh judi online, tren judi online justru semakin marak dalam beberapa tahun terakhir.

Laporan tahunan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap, pada 2017 baru ada sekitar 250.000 transaksi terkait judi online (judol) di Indonesia, dengan nilai total transaksi Rp2 triliun.

Lantas pada tahun-tahun berikutnya transaksi serupa terus meningkat hingga nilainya mencapai ratusan triliun.

Baca Juga: Casio G-SHOCK GBD-300: Jam Tangan dengan Fitur Workout Log

Baca Juga: Daftar 3 Mobil Daihatsu Paling Laris Tahun Ini

"Sepanjang 2023 PPATK menemukan ada sekitar 168 juta transaksi terkait judi online, dengan nilai total transaksi Rp327 triliun," ungkap data yang dipublikasi Databoks Katadata, dikutip Selasa (18/6/2024).

PPATK juga menyatakan, pada 2023 ada sekitar 3,29 juta orang di Indonesia yang bermain judi online, dan sebagiannya melakukan penyalahgunaan rekening. Contohnya, penggunaan rekening orang lain yang diperoleh dari praktik peminjaman dan jual-beli rekening oleh masyarakat kepada pelaku judol, untuk dipakai sebagai rekening penampungan dana judi online.

"Dana hasil judi online sebagian dilarikan ke luar negeri oleh para pelaku dengan menggunakan perusahaan-perusahaan cangkang," lanjut laporan itu.

Dan pada 2023, PPATK telah membekukan sekitar 3,9 ribu rekening terkait judol, dengan total saldo Rp167,7 triliun.

Pemerintah bekerja sama dengan Interpol dalam memberantas judi online (sumber: freepik)

Anak Muda Diajak Ikut Memerangi Judi Online

Melihat tingginya pelanggaran judol dan banyaknya anak muda serta keluarga yang terlibat persoalan akibat judol, Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia, Budi Arie Setiadi, mengajak generasi muda -termasuk dari kalangan mahasiswa- untuk dapat mengambil andil secara aktif memerangi judol.

Menurutnya, judol bukan hanya merusak ekonomi keluarga, tapi juga hubungan di dalam keluarga.

Baca Juga: Vivo V30 Series sebagai Smartphone Resmi Piala Eropa 2024

Budi mengatakan, judol dan pinjaman online ilegal menjadi contoh dari dampak buruk yang ditimbulkan dari adanya teknologi digital.

Maraknya berbagai kasus kekerasan dalam rumah tangga hingga berujung pada pembunuhan akibat terjebak pinjaman online dan judi online, merupakan dampak negatif yang meresahkan dari perkembangan digitalisasi, kata dia.

Maka, salah satu langkah yang bisa dilakukan generasi muda dalam mencegah dampak buruk judi online ialah dengan aktif meningkatkan literasi digital dalam kehidupan bermasyarakat.

"Penanaman kurikulum digital dengan tetap menekankan pada nilai-nilai positif, juga perlu ditingkatkan demi menghindari kemunculan pelaku kejahatan digital baru," imbuhnya, dalam keterangan resmi di laman lembaga itu.

Baca Juga: Simak Kelebihan MAG Infinite E1! Desktop Gaming yang Mampu Mendukung Kerja Profesional Kreatif

Baca Juga: Temui Patung Lilin Im Siwan di Madame Tussauds Hong Kong

Pihaknya juga telah menyiapkan regulasi, yang dapat melindungi generasi muda di masa mendatang dari dampak negatif di era digital. Aturan itu menjadi perpanjangan dari Undang-Undang nomor Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

ilustrasi judi online (sumber: freepik)

Pencegahan Adalah Langkah Paling Penting

Sementara itu, sejauh ini pemerintah telah melakukan cara penanganan judol seperti pemblokiran rekening dan rencana pembekuan rekening e-wallet yang digunakan untuk judol, membuat Satgas Judol, melakukan program membasmi judol sampai bekerja sama dengan Interpol.

Namun, peningkatan kesadaran bahaya judi online jauh lebih penting untuk digencarkan oleh pemerintah.

Pengamat sekaligus peneliti bidang sosial The Indonesian Institute (TII), Dewi Rahmawati Nur Aulia, mengemukakan bahwa dalam menyelesaikan persoalan akibat maraknya judol, kita harus menyasar pada akar masalah kita.

"Yang artinya, harus ditingkatkan kesadaran tentang bahayanya perjudian ini, entah itu secara finansial, bagaimana hukumnya, yang tentunya juga melibatkan para penegak hukum termasuk pemuka agama," kata Dewi, dikutip dari Antara.

Baca Juga: AMD Luncurkan Prosesor Ryzen Pro 8040 Series dan EPYC 4004

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno18 Maret 2026, 19:48 WIB

Lenovo Umumkan Legion Go Fold Concept, Dapat Dipakai dalam 4 Mode

Layarnya bisa dilebarkan dari 7 hingga 11 inci.
Konsep Legion Go Fold dalam mode layar penuh horizon. (Sumber: Lenovo)
Travel18 Maret 2026, 19:35 WIB

Pengiriman Hewan Peliharaan Melonjak Sekitar 6% Saat Arus Mudik Lebaran

KAI Logistik berkomitmen menghadirkan layanan pengiriman hewan peliharaan yang aman, nyaman, dan terpercaya.
Ilustrasi pengiriman hewan peliharaan melalui KAI Logistik. (Sumber: KAI)
Techno18 Maret 2026, 16:18 WIB

Pelanggan Apple Music Mendapatkan Alat Penemuan Musik Baru di TikTok

TikTok sekarang memungkinkan pelanggan Apple Music untuk memutar lagu secara penuh tanpa meninggalkan aplikasi.
Integrasi TikTok x Apple Music. (Sumber: tiktok)
Automotive18 Maret 2026, 15:54 WIB

Ducati Monster Tampil dengan Corak Sport Baru, Lebih Gahar

Tersedia di dealer mulai April 2026, corak Sport ini melengkapi pilihan warna Monster dan Monster Plus.
Ducati Monster dengan corak Sport. (Sumber: Ducati)
Techno18 Maret 2026, 15:26 WIB

Acer Predator Helios Neo Hadir dengan Prosesor dan Kartu Grafis Anyar

Dilengkapi dengan prosesor Intel Core Ultra 200HX Plus series dan GPU laptop Nvidia GeForce RTX 5080.
Acer Predator Helios Neo 18 AI. (Sumber: Acer)
Startup18 Maret 2026, 14:51 WIB

LLV InnoLab: Akses bagi Perusahaan Global Uji dan Komersialisasikan Teknologi

Living Lab Ventures (LLV) adalah corporate venture capital Sinar Mas Land untuk sektor agnostik di Asia Tenggara.
Program Innolab dari LLV. (Sumber: Living Lab Ventures)
Techno18 Maret 2026, 14:11 WIB

Oppo Find N6 Membawa AI Pen Eksklusif dan Free-flow Window

Ponsel lipat baru Oppo ini ditenagai cip Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan punya dua varian warna.
Oppo Find N6. (Sumber: Oppo)
Lifestyle18 Maret 2026, 13:36 WIB

Trailer Dune: Part Three: Kemunculan Anya Taylor-Joy dan Robert Pattinson

Bersiaplah untuk kunjungan terakhir Anda ke Arrakis.
Poster Dune 3. (Sumber: Warner Bros)
Techno17 Maret 2026, 19:22 WIB

ASUS Rilis NUC 16 Pro Mini PC Generasi Baru, Intip Spesifikasi Lengkapnya

Menampilkan performa Intel Core Ultra Series 3, grafis 1,5 kali lebih cepat, dan keamanan tingkat perusahaan.
ASUS NUC 16 Pro Mini PC. (Sumber: ASUS)
Lifestyle17 Maret 2026, 19:10 WIB

Adidas Hyperboost Edge: Memulai Era Baru Lari di Jalan Raya

Hyperboost Edge memperkenalkan era baru lari di jalan raya dengan menggabungkan bantalan maksimal, pengembalian energi tinggi, dan performa ringan dalam satu sepatu.
Adidas Hyperboost Edge. (Sumber: Adidas)