X Sudah Mulai Menyembunyikan Tab Suka

Rahmat Jiwandono
Jumat 14 Juni 2024, 16:01 WIB
Media sosial X (sebelumnya Twitter). (Sumber: Getty Images)

Media sosial X (sebelumnya Twitter). (Sumber: Getty Images)

Techverse.asia - X resmi menyembunyikan tab like pengguna, jadi pengguna lain kini tak bisa melihat postingan apa yang kita sukai. Artinya, apa yang disukai pengguna di platform ini akan disembunyikan secara default, yang sebetulnya ini sudah menjadi salah satu fitur buat pengguna yang berlanggan X Premium.

Perusahaan awalnya meluncurkan kemampuan tersebut sebagai keuntungan bagi pelanggan X Premium tahun lalu.

Baca Juga: Susul X Fold 3 Pro, Vivo Juga Hadirkan 2 Ponsel dari X100 Series

Setelah pembaruan ini dipublikasikan, pemilik X, Elon Musk, membagikan ulang tangkapan layarnya, dengan mengatakan bahwa “penting untuk memungkinkan orang menyukai postingan tanpa diserang karena melakukannya!”

Beberapa minggu yang lalu, direktur teknik X Haofei Wang mengatakan, perubahan yang akhirnya datang ini dimaksudkan untuk melindungi citra publik pengguna. Pasalnya, banyak orang merasa tidak disarankan untuk menyukai konten yang "edgy".

"Tab suka (likes) di profil pengguna X hanya bisa dilihat oleh pemilik akun," ujar Wang kami kutip, Jumat (14/6/2024).

Di satu sisi, pengguna pun tidak lagi dapat melihat siapa yang menyukai postingan orang lain, yang berarti menyukai cuitan apapun di platform ini tidak lagi menyebabkan jeleknya citra figur publik yang menyukai postingan seksual, kebencian, dan hal-hal tidak menyenangkan lainnya secara umum.

Baca Juga: KPPU Naikkan Proses Penyelidikan Monopoli Shopee ke Tahap Pemeriksaan

Namun demikian, mereka masih dapat melihat siapa yang menyukai tweet/postingan mereka, bersama dengan jumlah suka dan metrik lainnya untuk postingan mereka sendiri, menurut engineer perangkat lunak senior X Enrique Barragan.

Tapi peluncuran ini juga menghilangkan salah satu alasan untuk berlangganan X Premium. Pendapatan iklan perusahaan tersebut merosot tajam tahun lalu, dan meluncurkan dua tingkatan baru untuk layanan berlangganannya guna membantu mengatasi beberapa kesulitan keuangannya.

Tingkat X Premium Plus dikenakan biaya kepada pengguna US$16 per bulan dan menghapus iklan dari timeline mereka, sedangkan tingkat termurah dikenakan biaya kepada pengguna US$3 per bulan dan tidak disertai tanda centang biru pada situs web.

Sebagaimana diketahui, X milik Elon Musk sedang bersiap menjadikan tab “suka” atau “likes” menjadi pribadi di media sosial tersebut, sebuah perubahan yang berpotensi membingungkan pengguna mengenai perbedaan antara sesuatu yang mereka favoritkan dan sesuatu yang mereka tandai.

Baca Juga: OpenAI Terintegrasi dengan iPhone, Elon Musk Ancam Larang Produk Apple

Keputusan untuk menyembunyikan suka dimaksudkan untuk mendorong keterlibatan yang 'edgy', dengan memungkinkan orang-orang menyukai konten yang tampak menarik dan untuk melindungi citra publik mereka.

Yang membingunkgan dari pembaruan ini adalah kenyataan bahwa pengguna akan dapat melihat siapa yang menyukai postingan mereka serta jumlah suka untuk semua postingan dan balasan mereka. Dengan kata lain, “likes” pribadi hanya bersifat semi-pribadi - hal ini diketahui oleh pengguna X yang mempostingnya, yang secara teoritis dapat mengekspos konten yang telg disukai seseorang, jika mereka mau.

X mencoba memberikan insentif untuk keterlibatan yang edgy, seperti menyukai postingan yang menampilkan konten dewasa atau posisi politik ekstrem, misalnya, orang mungkin masih ragu untuk menyukai konten tersebut, mengingat konten itu bukan merupakan sistem yang sepenuhnya bersifat pribadi.

Baca Juga: Alamat Web Twitter Sekarang Resmi Menjadi X.com

Kalai kamu baru bergabung dengan X, misalnya, kamu dapat menelusuri orang-orang yang kamu ikuti untuk mendapatkan ide tentang siapa lagi yang mereka anggap menarik dan menarik. Atau, jika menjelajahi profil orang lain untuk menentukan apakah kamu ingin mengikuti mereka, maka kamu dapat menggunakan kesukaannya untuk mengetahui jenis konten yang biasanya mereka sukai.

Masalah sebenarnya dengan “suka” adalah pembuatan fitur tersebut menggeser arti dari fungsi yang mulanya merupakan fungsi bookmark. Sebelum diubah namanya dari bintang menjadi ikon hati, seperti halnya mode pada saat itu, fitur tersebut lebih bersifat favorit daripada tanda dukungan.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Hobby12 Juni 2026, 19:33 WIB

Sinopsis Backrooms: Film Horor Karya Youtuber Kane Parsons

Trailernya menegaskan bahwa proyek ini berakar pada horor ruang kosong, koridor tanpa patokan, dan tempat yang menakutkan.
Backrooms. (Sumber: A24)
Techno12 Juni 2026, 18:15 WIB

Sony 1000X The Collexion Dijual Seharga Rp11 Juta di Indonesia

Perangkat wearable ini merupakan perpaduan antara suara ikonik dan desain berkelas.
Sony 1000X The Collexion dan wadahnya.
Lifestyle12 Juni 2026, 17:58 WIB

Stanley Rilis Football Collection untuk Menyemarakkan Piala Dunia 2026

Selain itu, mereka juga mengadakan pop-up store dengan menghadirkan tiga zona.
Stanley Football Collection. (Sumber: Stanley)
Techno12 Juni 2026, 17:08 WIB

Acer TravelMate P6 14 AI 2026 Resmi Diperkenalkan, Lihat Speknya

Laptop ini sejatinya dibangun dari pendahulunya namun menggunakan prosesor yang berbeda.
Acer TravelMate P6 14 AI 2026. (Sumber: dok. acer)
Automotive12 Juni 2026, 15:36 WIB

Kawasaki Brusky 125: Skutik Pertamanya Resmi Meluncur di Indonesia

Cek lebih jauh mengenai detail dan harga pesaing Honda Vario 125 ini.
Kawasaki Brusky 125. (Sumber: Kawasaki)
Techno12 Juni 2026, 14:10 WIB

Akselerasi Transformasi Digital Nasional, Lintasarta Umumkan Intelligent Core

Mengintegrasikan Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI (4C) dalam satu fondasi yang aman, terhubung, dan andal.
Lintasarta Intelligent Core. (Sumber: ist)
Startup12 Juni 2026, 13:59 WIB

Loreal Resmi Buka Pendaftaran Big Bang Beauty Tech Innovation Program

Program ini mengajak startup Indonesia guna mewujudkan masa depan dunia kecantikan.
ilustrasi startup (Sumber: freepik)
Techno12 Juni 2026, 13:38 WIB

Terkendala UU Pasar Digital, Peluncuran Siri AI di Uni Eropa Harus Ditunda

Siri AI akan tersedia untuk pengguna Uni Eropa di macOS 27 dan visionOS 27, bukan di iOS 27 dan iPadOS 27.
Siri AI. (Sumber: ist)
Techno11 Juni 2026, 18:20 WIB

ASUS Umumkan 2 Laptop ProArt Baru dengan Chipset Nvidia RTX Spark

Itu adalah sebuah superchip baru yang merevolusi PC Windows untuk era agen AI pribadi.
ASUS ProArt P16 (kiri) dan P14 Series. (Sumber: null)
Startup11 Juni 2026, 18:06 WIB

Mahasiswa IPB Buat Startup Agensi Kreatif Bernama Suutori Production

Pasar yang mereka incar utamanya ialah sekolah-sekolah dan perguruan tinggi.
Usaha rintisan Sutoori Production oleh mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). (Sumber: IPB)