Boston Dynamics Meluncurkan Versi Robot Atlas yang Serba Listrik

Rahmat Jiwandono
Senin 22 April 2024, 18:27 WIB
Robot Boston Dynamics. (Sumber: Boston Dynamics)

Robot Boston Dynamics. (Sumber: Boston Dynamics)

Techverse.asia - Ketika Boston Dynamics mengumumkan pada pekan kemarin bahwa mereka resmi menghentikan robot Atlas versi hidrolik, ada beberapa petunjuk bahwa perusahaan tersebut belum sepenuhnya selesai dengan robot humanoid. Benar saja, tak lama setelah itu, Boston Dynamics meluncurkan robot baru yang serba listrik.

Atlas yang pada awalnya diciptakan sebagai robot pencarian dan penyelamatan atau search and rescue (SAR) dan Boston Dynamics mengklaim bahwa model terbarunya ini dirancang untuk diaplikasikan di dunia nyata. Ia menyebut, Atlas sebagai "robot humanoid paling dinamis di dunia" dan tentu saja terlihat lentur.

Dalam sebuah video yang viral di media sosial menunjukkan Atlas sedang berbaring sujud dan membalikkan kakinya untuk mendorong dirinya ke posisi berdiri. Robot tersebut kemudian memutar kepalanya 180 derajat, lalu disusul badannya.

Rotasi kaki dan bagian tubuh lainnya tampak sedikit menakutkan, namun ini merupakan tampilan keseimbangan dan fleksibilitas yang mengesankan.

Baca Juga: Shure Rilis Mikrofon MV7 Plus, Lampu LED yang Bisa Dipersonalisasi

Atlas elektrik kini tampil lebih ramping dibandingkan pendahulunya, yang terlihat sedikit seperti orang yang mengenakan exosuit. Daripada memiliki wajah dengan fitur manusia, kepala Atlas yang tidak memiliki fitur terlihat seperti ring light.

Versi baru robot ini hampir tidak dapat dikenali. Hilang sudah batang tubuh bagian atas yang berat, kaki yang tertekuk, dan baju besi berlapis. Selain itu, tidak ada kabel terbuka yang dapat ditemukan pada kerangka mekanis baru yang ramping ini.

Perusahaan, yang telah menangkal keluhan reaksioner terhadap robopocalypse selama beberapa dekade, telah memilih desain yang lebih ramah dan lembut dibandingkan Atlas asli dan robot yang lebih kontemporer seperti Figure 01 dan Tesla Optimus.

Boston Dynamics menjelaskan bahwa teknologi manufaktur otomotif generasi berikutnya dari perusahaan induk Hyundai adalah tempat pengujian yang sempurna untuk aplikasi Atlas yang baru ini.

Baca Juga: Hyundai dan KIA Hadirkan Robot Canggih Pengantar Pesanan, Bisa Bawa Barang 10 Kg

Mereka pun berencana untuk memamerkan apa yang sebenarnya bisa dilakukan robot tersebut dalam beberapa bulan dan tahun mendatang, dan untuk pertama kalinya memperkenalkan Atlas dengan sekelompok kecil mitra.

Kini Boston Dynamics sedang mencari sistem gripper baru untuk memastikan Atlas cocok buat berbagai kebutuhan komersial sambil mengembangkan kemampuan model berkemampuan parkour sebelumnya guna mengangkat dan memindahkan berbagai benda berat dan tidak beraturan.

Mereka mengklaim bahwa Atlas baru akan lebih kuat dari sebelumnya dan yakin bahwa mereka dapat mengkomersialkan robot humanoid.

Atlas mungkin menyerupai faktor bentuk manusia, tapi kami memperlengkapi robot untuk bergerak seefisien mungkin dalam menyelesaikan suatu tugas, dibandingkan dibatasi oleh jangkauan gerak manusia. Atlas akan bergerak dengan cara yang melebihi kemampuan manusia,” Boston Dynamics menulis dalam postingan blog dilihat Techverse.asia pada Senin (22/4/2024).

Baca Juga: Apple Diam-diam Kembangkan Robot Rumahan, Bakal Jadi Lini Produk Baru?

“Menggabungkan pengalaman praktis selama puluhan tahun dengan pemikiran prinsip pertama, kami yakin dengan kemampuan kami untuk menghadirkan robot yang secara unik mampu menangani tugas-tugas membosankan, kotor, dan berbahaya dalam aplikasi nyata,” lanjut bunyi posting blog itu.

Boston Dynamics bukanlah satu-satunya perusahaan yang mengerjakan robot humanoid. Tesla, tentu saja, sedang merencanakannya, sementara Menteebot, yang dapat dikontrol menggunakan perintah suara bahasa alami, baru muncul juga pada pekan kemarin.

Meskipun demikian, Boston Dynamics telah mengerjakan robot dengan faktor bentuk ini selama lebih dari satu dekade, jauh lebih lama dibandingkan kebanyakan robot lainnya. Saat ini, mungkin merupakan posisi terbaik untuk menempatkan robot humanoid di tempat kerja dan bahkan rumah.

Namun sebelum itu, kamu mungkin akan melihat beberapa video di mana Atlas listrik memamerkan beberapa gerakan tarian yang apik.

Baca Juga: Pemerintah RI Bentuk Satgas Pemberantasan Judi Online

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Hobby12 Juni 2026, 19:33 WIB

Sinopsis Backrooms: Film Horor Karya Youtuber Kane Parsons

Trailernya menegaskan bahwa proyek ini berakar pada horor ruang kosong, koridor tanpa patokan, dan tempat yang menakutkan.
Backrooms. (Sumber: A24)
Techno12 Juni 2026, 18:15 WIB

Sony 1000X The Collexion Dijual Seharga Rp11 Juta di Indonesia

Perangkat wearable ini merupakan perpaduan antara suara ikonik dan desain berkelas.
Sony 1000X The Collexion dan wadahnya.
Lifestyle12 Juni 2026, 17:58 WIB

Stanley Rilis Football Collection untuk Menyemarakkan Piala Dunia 2026

Selain itu, mereka juga mengadakan pop-up store dengan menghadirkan tiga zona.
Stanley Football Collection. (Sumber: Stanley)
Techno12 Juni 2026, 17:08 WIB

Acer TravelMate P6 14 AI 2026 Resmi Diperkenalkan, Lihat Speknya

Laptop ini sejatinya dibangun dari pendahulunya namun menggunakan prosesor yang berbeda.
Acer TravelMate P6 14 AI 2026. (Sumber: dok. acer)
Automotive12 Juni 2026, 15:36 WIB

Kawasaki Brusky 125: Skutik Pertamanya Resmi Meluncur di Indonesia

Cek lebih jauh mengenai detail dan harga pesaing Honda Vario 125 ini.
Kawasaki Brusky 125. (Sumber: Kawasaki)
Techno12 Juni 2026, 14:10 WIB

Akselerasi Transformasi Digital Nasional, Lintasarta Umumkan Intelligent Core

Mengintegrasikan Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI (4C) dalam satu fondasi yang aman, terhubung, dan andal.
Lintasarta Intelligent Core. (Sumber: ist)
Startup12 Juni 2026, 13:59 WIB

Loreal Resmi Buka Pendaftaran Big Bang Beauty Tech Innovation Program

Program ini mengajak startup Indonesia guna mewujudkan masa depan dunia kecantikan.
ilustrasi startup (Sumber: freepik)
Techno12 Juni 2026, 13:38 WIB

Terkendala UU Pasar Digital, Peluncuran Siri AI di Uni Eropa Harus Ditunda

Siri AI akan tersedia untuk pengguna Uni Eropa di macOS 27 dan visionOS 27, bukan di iOS 27 dan iPadOS 27.
Siri AI. (Sumber: ist)
Techno11 Juni 2026, 18:20 WIB

ASUS Umumkan 2 Laptop ProArt Baru dengan Chipset Nvidia RTX Spark

Itu adalah sebuah superchip baru yang merevolusi PC Windows untuk era agen AI pribadi.
ASUS ProArt P16 (kiri) dan P14 Series. (Sumber: null)
Startup11 Juni 2026, 18:06 WIB

Mahasiswa IPB Buat Startup Agensi Kreatif Bernama Suutori Production

Pasar yang mereka incar utamanya ialah sekolah-sekolah dan perguruan tinggi.
Usaha rintisan Sutoori Production oleh mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). (Sumber: IPB)