Awas! Ada Spyware Mod WhatsApp Baru, Ini Pesan Kaspersky

Uli Febriarni
Minggu 12 November 2023, 18:26 WIB
(ilustrasi) Malware WhatsApp Mod (Sumber : Kaspersky)

(ilustrasi) Malware WhatsApp Mod (Sumber : Kaspersky)

Perusahaan keamanan siber global, Kaspersky, baru-baru ini menemukan mod mata-mata WhatsApp baru yang berbahaya. Spyware itu bahkan berkembang ke aplikasi perpesanan instan lain seperti Telegram.

Mod atau modifikasi tersebut bertujuan untuk memperluas pengalaman pengguna, namun juga diam-diam mengumpulkan informasi pribadi para korbannya.

Mengutip keterangan Kasperksy, Malware ini memiliki jangkauan luas yang melampaui 340 ribu serangan dalam satu bulan. Malware mod tersebut sebagian besar menargetkan pengguna yang berkomunikasi dalam bahasa Arab dan Azeri, meskipun korbannya telah teridentifikasi secara global.

Tidak hanya itu, pengguna sering kali beralih ke mod pihak ketiga untuk aplikasi perpesanan populer guna menambahkan fitur tambahan. Namun, beberapa mod ini, selain meningkatkan fungsionalitas, juga disertai malware tersembunyi.

Baca Juga: Tadinya Rp7 Juta, Kini Subsidi Motor Listrik Jadi Rp10 Juta

Baca Juga: Gerai Fore di Singapura, Dibangun Pakai 430 Kg Gelas Plastik Bekas Daur Ulang

"Kaspersky telah mengidentifikasi mod WhatsApp ini, yang tidak hanya menawarkan tambahan seperti pesan terjadwal dan opsi yang dapat disesuaikan, namun juga berisi modul spyware berbahaya," dilansir dari keterangannya, Minggu (12/11/2023). 

File manifes klien WhatsApp yang dimodifikasi menyertakan komponen mencurigakan (layanan dan broadcast receiver) yang tidak ada dalam versi aslinya. Penerima memulai layanan, meluncurkan modul mata-mata (spy) saat telepon dihidupkan atau diisi dayanya.

Setelah diaktifkan, implan berbahaya mengirimkan permintaan berisi informasi perangkat ke server penyerang yang mencakup IMEI, nomor telepon, kode negara dan jaringan, dan lainnya. Spyware ini juga mengirimkan kontak korban dan rincian akun setiap lima menit, serta mampu mengatur rekaman mikrofon hingga mengekstrak file dari penyimpanan eksternal.

Baca Juga: Penerbangan Perdana Batik Air Rute Denpasar-Adelaide, Take Off!

"Versi berbahaya ini menyebar melalui saluran Telegram populer, yang sebagian besar menargetkan penutur bahasa Arab dan Azeri, dengan beberapa saluran tersebut memiliki hampir 2 juta pelanggan," lanjut laporan itu.

Peneliti Kaspersky telah menginformasikan Telegram tentang masalah ini. Telemetri Kaspersky sudah mengidentifikasi lebih dari 340.000 serangan yang melibatkan mod ini hanya pada Oktober 2023. Ancaman ini muncul relatif baru dan aktif pada pertengahan Agustus 2023.

Negara seperti Azerbaijan, Arab Saudi, Yaman, Turki, dan Mesir memperoleh tingkat serangan tertinggi. Meskipun preferensinya condong pada pengguna berbahasa Arab dan Azerbaijan, ini juga berdampak pada individu dari Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Jerman, dan negara-negara lain.

Produk Kaspersky sempat mendeteksi Trojan seperti Trojan-Spy.AndroidOS.CanesSpy.

Pakar keamanan Kaspersky, Dmitry Kalinin, mengungkap bahwa sebenarnya pengguna secara alami mempercayai aplikasi yang sumbernya banyak diikuti, tetapi penipu justru mengeksploitasi kepercayaan tersebut.

Penyebaran mod berbahaya melalui platform pihak ketiga yang populer, menjadikan pengunaan klien IM resmi menjadi sorotan penting. 

Baca Juga: OYO Siapkan Ratusan Properti di Seluruh Indonesia, Rambah Sampai ke Papua

Baca Juga: Acer dan Predator Jadi Official Partner Teknologi Pameran One Piece, Ada Laptop Edisi Spesial

Baca Juga: Samsung Galaxy M54 5G: Smartphone Premium M Series, Dicas 30 Menit Kuat Pakai Seharian

"Namun, jika Anda memerlukan beberapa fitur tambahan yang tidak disajikan di klien orisinal, pertimbangkan untuk menggunakan solusi keamanan yang memiliki reputasi baik sebelum memasang perangkat lunak pihak ketiga. Karena ini akan melindungi data Anda dari gangguan," kata Kalinin. 

“Untuk perlindungan data pribadi yang kuat, selalu unduh aplikasi dari toko aplikasi resmi atau situs web resmi," imbuh dia.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno16 Juni 2026, 15:16 WIB

Marshall Meluncurkan Headphone Milton ANC, Harganya Rp4 Juta

Perangkat wearable ini menjanjikan daya baterai hingga 80 jam dengan mode ANC non-aktif.
Marshall Milton ANC.
Travel16 Juni 2026, 14:58 WIB

Kerontjong Pesisir 2026 Digelar di Pantai Cangkring Bantul, Ini Daftar Musisinya

Acara ini menggaungkan senandung muda-mudi dan menggeliatkan perekonomian sekitar.
Kerontjong pesisir yang akan digelar di Pantai Cangkring Bantul. (Sumber: istimewa)
Techno15 Juni 2026, 18:02 WIB

Meta Menambahkan Fitur Asisten Kreator AI Baru di Facebook

Fitur ini dapat menghasilkan ide konten berdasarkan tren viral terkini.
Fitur asisten kreator. (Sumber: meta)
Automotive15 Juni 2026, 17:20 WIB

Yamaha MX King 150 Prima Pramac Livery Hadir di Indonesia

MX King 150 Prima Pramac livery sebagai partner bermobilitas paling ganteng dan paling kenceng.
Yamaha MX King 150 Prima Pramac. (Sumber: yamaha)
Techno15 Juni 2026, 16:52 WIB

Sony WH-1000XM6 Sandstone Dipasarkan Rp7,5 Juta

Warna Sandstone sebagai tambahan terbaru pada jajaran WH-1000XM6.
Sony WH-1000XM6 Sandstone. (Sumber: null)
Hobby15 Juni 2026, 16:43 WIB

Review Backrooms: Manifestasi Pikiran Manusia dalam Lorong Tak Berujung

Film ini dibuat oleh seorang Youtuber yang usianya baru 20 tahun.
Backrooms. (Sumber: A24)
Techno15 Juni 2026, 15:51 WIB

Rasio Klik-Tayang Anjlok, Google Meluncurkan Fitur Profil Pencarian

Hal ini disebabkan oleh ringkasan AI yang berdampak terhadap penurunan tajam dalam lalu lintas dan rujukan.
Google Search Profiles. (Sumber: ist)
Lifestyle15 Juni 2026, 15:34 WIB

Esports Foundation Resmi Buka Program Kreator untuk Streaming EWC dan ENC 2026

Pendaftaran telah dibuka bagi para kreator di seluruh dunia.
Program kreator 2026. (Sumber: ist)
Hobby12 Juni 2026, 19:33 WIB

Sinopsis Backrooms: Film Horor Karya Youtuber Kane Parsons

Trailernya menegaskan bahwa proyek ini berakar pada horor ruang kosong, koridor tanpa patokan, dan tempat yang menakutkan.
Backrooms. (Sumber: A24)
Techno12 Juni 2026, 18:15 WIB

Sony 1000X The Collexion Dijual Seharga Rp11 Juta di Indonesia

Perangkat wearable ini merupakan perpaduan antara suara ikonik dan desain berkelas.
Sony 1000X The Collexion dan wadahnya.