Penyebab Turunnya Transaksi Aset Kripto, Ancam Transaksi di Indonesia

Rahmat Jiwandono
Rabu 08 November 2023, 15:00 WIB
Reku.

Reku.

Techverse.asia - Volume transaksi perdagangan aset kripto mengalami penurunan sejak satu tahun terakhir. Pada 2021 volume transaksi perdagangan aset kripto tercatat mencapai Rp859,4 triliun, kemudian turun sebanyak 63 persen menjadi Rp306,4 triliun pada tahun lalu dan terus mengalami penurunan sampai saat ini, hingga September kemarin yang tercatat baru mencapai Rp94,4 triliun. 

Merespons kondisi itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru-baru ingin juga menjelaskan tentang tingginya pajak menjadi salah satu faktor di balik penurunan volume transaksi aset kripto

Chief Compliance Officer (CCO) Reku Roby menyampaikan, pelaku usaha sudah memproyeksi adanya penurunan tersebut. Sebagai pelaku exchange, Reku sudah menerima keluhan dari pengguna terkait dengan penerapan pajak sejak satu tahun yang lalu. Sehingga hal itu mendorong investor aset kripto beralih ke platform exchange di luar negeri. 

"Yang patut menjadi perhatian bersama adalah platform exchange global yang menjadi sasaran investor kripto belum punya lisensi di Indonesia. Ini dapat berdampak negatif bukan hanya untuk pelaku usaha, tapi juga investor dan ekosistem kripto secara keseluruhan juga," ujar Roby, Rabu (8/11/2023). 

Baca Juga: TCL Rilis 2 TV Ukuran Raksasa, Siap Bersaing di Pasar Big Screen

Menurutnya, kekinian penerapan pajak di Indonesia terbilang besar jika dibandingkan dengan negara lainnya. Besaran Pajak Pertambahan Nilai (PPN) final yang dipungut serta disetorkan sebesar satu persen dari tarif PPN umum atau setara dengan 0,11 persen. 

"Sementara penerapan PPN aset kripto tidak diberlakukan di banyak negara seperti Malaysia, Thailand, Singapura, Brazil, dan Australia. Tingginya beban yang ditanggung oleh investor ini mengakibatkan capital outflow yang signifikan atau dikhawatirkan, transaksi tak lagi terjadi di Indonesia tapi di global. Masyarakat pun tidak mendapatkan perlindungan hukum seperti halnya mereka bertransaksi di exchange lokal," paparnya. 

Pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Perdagangan Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) dan Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) berpendapat, perlu dan siap dilibatkan guna melanjutkan diskusi lebih lanjut tentang pajak serta keberadaan exchange ilegal. 

"Persoalan ini menyangkut banyak pihak, jadi dibutuhkan kolaborasi antara pemangku kepentingan, sehingga tercipta industri yang sehat dan menguntungkan seluruh pelaku di ekosistem aset kripto Indonesia," katanya. 

Baca Juga: Benua Asia Muncul Sebagai 'Surga' yang Menjanjikan di Tengah Musim Dingin Kripto

Di balik menurunnya volume transaksi aset kripto di Indonesia, para investor menunjukkan optimisme terhadap pasar dengan melakukan menahan aset atau sering disebut dengan hold on for dear life (hodl) terhadap aset kripto yang mereka miliki. 

Crypto Analyst Reku Fahmi Multaqqin mengatakan bahwa peningkatan preferensi investor untuk menahan aset kripto mereka (hodl) selain disebabkan oleh faktor harga yang sedang menghijau dan semakin meningkatnya nilai kelangkaan beberapa aset kripto khususnya Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).

Saat ini lebih dari 93 persen BTC telah ditambang dan jumlah ETH yang biasanya selalu naik, sekarang mengalami penurunan imbas transisi ETH ke sistem konsensus PoS. Meningkatkanya nilai kelangkaan pada BTC dan ETH menyebabkan investor lebih memilih untuk menyimpan aset kripto yang mereka miliki. 

"Fenomena tersebut sebenarnya justru menggambarkan optimisme dan kepercayaan diri para investor, yang dapat menjadi modal penting bagi pasar kripto guna menjalani fase bullish yang berikutnya," ujarnya. 

Baca Juga: Sekolah-Sekolah di El Salvador Akan Ajarkan Bitcoin

Peluang jangka pendek 

Pada minggu ini, pasar kemungkinan akan mulai berspekulasi terhadap keputusan ETF bitcoin spot yang diajukan oleh Hashdex dan Franklin yang mana deadline pertamanya akan terjadi pada 17 November 2023 atau akhir pekan depan. 

Selain itu, tanggal 21 November juga merupakan deadline kedua untuk ETF bitcoin spot yang diajukan oleh Global X yang sekaligus menjadi batas waktu (deadline) persetujuan terakhir untuk ETF bitcoin spot di tahun ini.

Meskipun keputusan terhadap pengajuan ETF tersebut masih belum dapat dipastikan, optimisme yang sempat berkembang imbas kemenangan Grayscale GBTC dan terdaftarnya Blackrock iShare di depositori NASDAQ, memperbesar optimisme terhadap ETF yang dapat berpotensi menyebabkan pasar kripto terapresiasi. 

Baca Juga: Reku dan ABI Gelar Edukasi Tentang Kripto di 4 Kampus

Merespons optimisme pasar tersebut, Robby mengungkapkan bahwa pemangku kepentingan di ekosistem kripto perlu memperkuat aksi untuk guna mencegah semakin meningkatnya masyarakat Indonesia yang bertransaksi di platform exchange luar negeri yang tak terdaftar. 

"Harapannya, mengenai perpajakan ini bisa segera didiskusikan bersama antar pelaku industri, asosiasi, dan regulator guna saling berbagi usulan serta mencari solusi yang lebih baik guna dalam penerapan regulasi yang ideal di ekosistem kripto," ujar dia. 

 

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno17 Juni 2026, 15:28 WIB

4 Kebiasaan yang Dapat Meningkatkan Risiko Kejahatan Siber

Banyak risiko tersebut berawal dari kebiasaan digital yang terlihat sepele.
ilustrasi online scam (Sumber: freepik)
Techno17 Juni 2026, 15:14 WIB

Harga dan Spesifikasi JBL EasySing Mic Mini: Mikrofon Nirkabel Berukuran Saku

Mikrofon saku bertenaga AI ini memungkinkan pemakainya menjadi pusat perhatian kapan saja dan di mana saja.
JBL EasySing Mic Mini. (Sumber: JBL)
Techno17 Juni 2026, 14:40 WIB

Sandisk Hadirkan Produk Resmi Berlisensi untuk Piala Dunia 2026

Mengabadikan dan Menyimpan Momen Bersejarah Sepak Bola.
Koleksi Sandisk untuk Piala Dunia 2026. (Sumber: Sandisk)
Techno17 Juni 2026, 13:52 WIB

Microsoft Surface Laptop dan Surface Pro dengan Prosesor Snapdragon X2 Meluncur Global

Dua laptop baru ini juga memiliki pilihan warna-warna baru yang mewah.
Microsoft Surface Laptop (kiri) dan Surface Pro. (Sumber: Microsoft)
Techno17 Juni 2026, 13:23 WIB

Google Resmi Merilis Sistem Operasi Android 17, Lihat Apa Saja yang Baru

Jelajahi fitur-fitur terbaru di Android 17, termasuk multitasking yang lebih cepat, alat pembuatan konten yang lebih baik, dan peningkatan keamanan.
Android 17. (Sumber: Google)
Techno17 Juni 2026, 12:53 WIB

Snap Specs: Kacamata Augmented Reality Seharga Hampir Rp39 Juta

Snap akhirnya meluncurkan kacamata AR yang telah lama ditunggu-tunggu, Specs.
Snap Specs. (Sumber: Snap)
Techno16 Juni 2026, 18:12 WIB

SailPoint Umumkan Integrasi Baru dengan Claude Compliance API

Tujuannya untuk memberikna keamanan identitas tingkat perusahaan bagi platform AI.
SailPoint x Claude. (Sumber: istimewa)
Techno16 Juni 2026, 18:03 WIB

Peringati 2 Dekade ROG, ASUS Meluncurkan Motherboard Crosshair 2006

Desain ini menampilkan warna tembaga yang dominan dengan sentuhan kecil warna biru dan putih.
Motherboard Crosshair 2026. (Sumber: ASUS ROG)
Startup16 Juni 2026, 17:52 WIB

Futurepreneur Lab 2026 Dukung 20 Startup Universitas untuk Dapat Modal

Selain Khong Guan, ada dukungan dari Komdigi, Garuda Spark, dan Taka Lab.
Futurepreneur Lab 2026.
Automotive16 Juni 2026, 17:14 WIB

All New Lexus ES Segera Meluncur di Indonesia pada Juli 2026

Selain tersedia dalam tipe BEV, mobil ini juga akan tersedia dalam model HEV.
Lexus ES. (Sumber: Lexus)