Lawan Plagiarisme, Mahasiswa Universitas Princeton Buat Aplikasi Pendeteksi Esai yang Ditulis Chatbot

Uli Febriarni
Jumat 13 Januari 2023, 11:37 WIB
Edward Tian / Princeton University

Edward Tian / Princeton University

Penggunaan chatbot, utamanya ChatGPT seperti menjadi tren belakangan ini.

Bahkan, perusahaan sekelas Microsoft juga mempertimbangkan untuk menambahkan fungsionalitas ChatGPT, ke dalam rangkaian program produktivitas Office mereka.

Situasi ini menunjukkan, teknologi kecerdasan buatan (AI) bisa meningkatkan kemungkinan siswa yang mencoba untuk lulus sekolah, dengan menyelesaikan pekerjaan rumah dan tugas-tugas menggunakan teknologi itu.

Hingga kemudian sejumlah media telah memberitakan, seorang mahasiswa Universitas Princeton di Amerika Serikat baru saja membuat aplikasi GPTZero, awal tahun ini. Aplikasi ini dapat mendeteksi bila esaimu ditulis oleh ChatGPT.

Edward Tian (23 tahun) adalah nama mahasiswa peneliti dan pembuat aplikasi itu, karena ingin memerangi plagiarisme

Bila kamu melihat akun twitternya, pada 3 Januari 2023 akun @edward_the6, nampak Tian mencuit soal ia telah menghabiskan masa liburan pergantian tahun untuk membangun GPTZero.

Masih dalam cuitan yang sama; ia mengenalkan GPTZero sebagai aplikasi yang dapat dengan cepat dan efisien, mendeteksi apakah sebuah esai adalah ChatGPT atau tulisan manusia.

Di dalam laman profil pribadinya, yang kami kutip pada Jumat (13/1/2023) itu, Tian juga membagikan dua video yang membandingkan analisis aplikasi terhadap artikel sebuah media dan tulisan di kanal lain.

Dari video demo, terlihat GPTZero terbukti dapat dengan benar mengidentifikasi tulisan itu masing-masing ditulis oleh manusia dan AI.

Mantan jurnalis data BBC ini mengatakan kepada media Business Insider, kalau ia termotivasi untuk membangun GPTZero setelah melihat peningkatan kasus plagiarisme AI.

"Apakah guru sekolah menengah ingin siswa menggunakan ChatGPT untuk menulis esai sejarah mereka? Sepertinya tidak," cuitnya.

AI sangat menarik, kata Tian, tetapi teknologinya membutuhkan perlindungan.

Untuk itu kemudian ia belajar tentang perkembangan dalam berbagai cara. Termasuk penelitian deteksi AI di Princeton dan selama magang musim panas di Microsoft.

Tian mengakui bahwa temuannya ini menimbulkan beberapa pertanyaan. Namun ia menegaskan, ia tidak menentang siswa yang menggunakan AI, jika itu masuk akal.

"Hanya saja, kita harus mengadopsi teknologi ini secara bertanggung jawab," ujarnya.

"Setiap manusia ingin mengetahui kebenaran," kata Tian menegaskan pentingnya aplikasi ini untuk ia kembangkan.

Penggunaan ChatGPT Sudah Dilarang di Sejumlah Negara

ChatGPT merupakah model bahasa percakapan yang diluncurkan pada November 2022 oleh OpenAI, mudah dan gratis untuk digunakan.

ChatGPT dapat dengan cepat menghasilkan puisi, persamaan matematika, atau esai tentang topik seperti penyebab Perang Sipil.

Sebuah analisis yang kami dapati dari laman The Washington Post mengungkap, kehadiran chatbot ini memicu kekhawatiran, para siswa akan menyalahgunakan teknologi tersebut.

Beberapa pejabat sekolah, termasuk pimpinan sekolah negeri di New York City dan Los Angeles, telah melarang akses ke ChatGPT di ruang kelas.

Dan Tian, bukan satu-satunya yang mencoba membuat teknologi serupa. Yakni, dapat membedakan tulisan yang dibuat oleh pikiran manusia, dan tulisan dihasilkan oleh mesin. Sudah ada perusahaan pendeteksi plagiarisme, yang berebut untuk melakukan hal itu.

Organisasi yang meluncurkan ChatGPT, juga sedang mengerjakan cara untuk memberi sinyal teks diproduksi dengan AI.

Konon, ChatGPT-pun memperkenalkan sistemnya sendiri untuk memerangi plagiarisme. Caranya, dengan membuatnya lebih mudah untuk diidentifikasi, dan memberi tanda air pada keluaran bot.

Aplikasi GPTZero Menghadapi Pesimisme

Profesor kecerdasan buatan Scientia di University of New South Wales, Toby Walsh, tidak yakin dengan temuan Tian. Kecuali bila aplikasi itu diambil oleh perusahaan besar.

Tetapi bila tidak, maka GPTZero tidak mungkin berdampak pada kapasitas ChatGPT untuk digunakan untuk menjiplak.

Menurut dia, selalu ada perlombaan senjata, antara teknologi untuk mengidentifikasi teks sintetis dan aplikasinya. Terlebih cukup mudah bagi pengguna, meminta ChatGPT untuk menulis ulang kalimat dengan gaya yang lebih menarik.

"Ini akan membuatnya lebih sulit, tetapi tidak akan menghentikannya," tutur Walsh.

Pengguna juga dapat meminta ChatGPT untuk menambahkan lebih banyak frasa yang disusun acak-acakan, ke dalam teks. Dengan tujuan menghindari sensor, mengaburkan sinonim dan menimbulkan tata bahasa yang berbeda.

"Setiap aplikasi yang dikembangkan untuk menemukan teks sintetik, memberikan kemampuan yang lebih besar bagi program kecerdasan buatan untuk menghindari deteksi," paparnya. 

Dan setiap kali pengguna masuk ke ChatGPT, umpan balik manusia dihasilkan untuk meningkatkan filter, baik secara implisit maupun eksplisit.

"Ada alasan teknis mendasar yang mendalam bahwa, kita tidak akan pernah memenangkan perlombaan senjata," kata Walsh.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkini
Lifestyle28 Agustus 2026, 15:17 WIB

Pertamina Eco RunFest 2026: Hadirkan 7 Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan

Ajang yang memasuki tahun ke-13 pelaksanaannya ini menargetkan 14 ribu pelari dan 10 ribu pengunjung.
Pertamina Eco Run Fest 2026. (Sumber: istimewa)
Techno28 Agustus 2026, 15:16 WIB

Ditenagai Ryzen Z2 Extreme, ASUS ROG Xbox Ally 20 Bisa Dipesan Sekarang

Mennyambut hari jadi ke-20, ASUS ROG umumkan Xbox Ally X20 dengan performa AMD Ryzen AI Z2 Extreme dan dukungan kacamata Xreal R1.
ROG XBOX Ally X20. (Sumber: ASUS)
Startup28 Agustus 2026, 13:26 WIB

Asosiasi Blockchain Indonesia Gandeng Privy Perkuat Kepercayaan Digital

ABI bekerja sama dengan Privy untuk meningkatkan infrastruktur digital trust dan keamanan verifikasi identitas di industri blockchain Indonesia.
Asosiasi Blockchain Indonesia x Privy. (Sumber: ist)
Techno28 Agustus 2026, 13:23 WIB

SailPoint Hilangkan Blind Spot dengan Perlindungan Terpadu Identitas Manusia, non-human, dan AI agent

Solusi keamanan identitas yang dirancang untuk melindungi, mengelola, dan mendukung konvergensi tenaga kerja masa depan
SailPoint Identity Security. (Sumber: null)
Travel28 Agustus 2026, 11:58 WIB

Dragon Ball Z Bakal Punya Taman Hiburan Raksasa di Prancis, Gokunya Bisa Jadi Nyata!

Intip lokasi, konsep, dan detail lengkapnya di sini!
Taman hiburan bertemakan Dragon Ball Z. (Sumber: null)
Techno28 Agustus 2026, 11:57 WIB

Sony Meluncurkan Xperia 10 VIII dengan Fokus pada Peningkatan Kemudahan Penggunaan Sehari-hari

Handset ini menawarkan sedikit peningkatan dengan harga yang jauh lebih mahal.
Sony Xperia 10 VIII. (Sumber: Sony)
Automotive28 Agustus 2026, 09:40 WIB

Pendiri VeilSide Hironao Yokomaku akan Meriahkan Gelaran IMX 2026

Jangan lewatkan kesempatan langka bertemu sang legenda tuning dunia!
Pendiri VeilSide Hironao Yokomaku. (Sumber: istimewa)
Techno28 Agustus 2026, 09:40 WIB

Spesifikasi dan Harga Garmin Fenix 9 Series, Daya Tahannya Bisa Capai 57 Hari

Model Pro yang tangguh namun elegan ini menghadirkan casing jam tangan titanium pertama dan layar AMOLED terbesar pada seri Fenix.
Garmin Fenix 9 dan Fenix 9 Pro. (Sumber: Garmin)
Techno27 Agustus 2026, 14:49 WIB

Shokz OpenFit Air 2: Earbud Open-Ear Terringan dengan Hook yang Hampir Tak Terasa

Perangkat ini dirancang untuk kenyamanan ekstra tanpa menutup saluran telinga.
Shokz OpenFit Air 2. (Sumber: Shokz)
Techno27 Agustus 2026, 14:47 WIB

ASUS Hadirkan 2 Mouse Gaming yang Dapat Diskutomisasi

Mouse ROG Gladius IV Ace dan ROG Spatha X memadukan kontrol presisi dengan beragam opsi kustomisasi mendalam.
ROG Gladius IV Ace. (Sumber: ASUS)