Elaliite Dan Elkinstantonite, Mineral Baru?

Uli Febriarni
Sabtu 31 Desember 2022, 19:02 WIB
meteorit yang ditemukan di Somalia / University of Alberta Meteorite Collection

meteorit yang ditemukan di Somalia / University of Alberta Meteorite Collection

Dua tahun lalu, tim peneliti University of Alberta menemukan dua mineral yang mereka klaim sebagai jenis mineral baru.

Tim yang juga terdapat pakar meteorit di dalamnya itu, mempublikasikan hasil penelitian mereka atas dua mineral tersebut, pada akhir November 2022.

Dalam artikel mengenai temuan yang dikumpulkan dari dekat El Ali, Somalia tersebut, tim menyatakan belum pernah melihat dua mineral baru itu sebelumnya.

Laman University of Alberta merunut kronologinya. Jadi, pada awalnya mereka menemukan meteorit seberat 15 ton, yang diklaim 'belum pernah terlihat sebelumnya di bumi.

Lalu, mereka memotong meteorit itu, dan mengambil bagiannya sekitar 70 gram dan dikirim ke universitas untuk dicek klasifikasinya. 

Seorang Profesor di Departemen Ilmu Bumi & Atmosfer University of Alberta, Chris Herd, mengatakan bahwa dua mineral yang tim temukan itu resmi dijelaskan sebagai mineral baru bagi sains.

Sebelum itu, Herd mengklasifikasikan meteorit El Ali sebagai meteorit 'IAB complex'. Jenis meteorit yang terbuat dari besi, dengan bentuk bintik-bintik dan bongkahan silikat.

Resmi disebutnya mineral ini sebagai mineral baru, didasari oleh hasil identifikasi dan klasifikasi yang dilakukan oleh Kepala Laboratorium Mikroprobe Elektron kampus itu, yang bernama Andrew Locock. Andrew ini sebelumnya pernah terlibat dalam deskripsi mineral baru lain, termasuk Heamanite-(Ce).

Tim University of Alberta meneliti kandungan mineral dalam meteorit itu tidak sendirian, melainkan bersama California Institute of Technology. Informasi bahwa ini adalah mineral baru, bahkan diketahui oleh pihak laboratorium sejak hari pertama identifikasi dilakukan.

"Ini fenomenal!. Seringkali dibutuhkan lebih banyak usaha daripada itu untuk mengatakan 'ada mineral baru'," ujar lelaki yang juga merupakan kurator dari University of Koleksi Meteorit Alberta ini, dikutip dari laman universitas, Sabtu (31/12/202).

Chris menilai bahwa, setiap ada kemunculan penemuan mineral baru maka itulah sebuah kondisi geologis yang sebenarnya, seperti kondisi kimia dan batuan yang pernah ditemukan sebelumnya.

Pada perjalanannya, mineral baru itu dinamai masing-masing sebagai elaliite dan elkinstantonite. 

Dinamakan 'elaliite' karena ditemukan di dekat El Ali, di Somalia. Sedangan mineral kedua dinamai 'elkinstantonite', merujuk pada nama ilmuwan Lindy Elkins-Tanton. Lindy adalah seorang profesor di Sekolah Eksplorasi Bumi dan Luar Angkasa Arizona State University dan penyelidik utama misi Psyche NASA.

Penamaan menjadi bentuk apresiasi Herd, atas dedikasi Lindy dalam mengeksplorasi bagaimana inti planet terbentuk.

"Lindy telah melakukan banyak pekerjaan tentang [mengkaji] bagaimana inti planet terbentuk, bagaimana inti besi nikel ini terbentuk, dan analog terdekat yang kita miliki adalah meteorit besi. Jadi masuk akal untuk menamai mineral dengan namanya dan mengakui kontribusinya pada sains," kata Herd, di tulisan berbeda. 

Para peneliti terus memeriksa mineral, untuk menentukan apa yang dapat mereka bagikan tentang kondisi meteorit saat terbentuk. Termasuk sebuah petunjuk atau pengetahuan baru, tentang bagaimana proses geologi pembentukan asteroid. 

"Itulah keahlian saya, yakni mengenai bagaimana Anda mempelajari proses geologis dan sejarah geologis asteroid, yang pernah menjadi bagian dari batuan ini," kata Herd.

"Saya tidak pernah berpikir saya akan terlibat dalam mendeskripsikan mineral baru hanya karena mengerjakan meteorit," lanjut dia.

Herd juga mencatat bahwa, setiap penemuan mineral baru mungkin dapat menghasilkan penggunaan baru pula yang menarik di kemudian hari.

"Setiap kali ada materi baru yang diketahui, para ilmuwan material juga tertarik karena potensi penggunaannya dalam berbagai hal di masyarakat," imbuhnya.

Mereka juga berpikir, andaikan para peneliti mendapatkan lebih banyak sampel dari meteorit masif, ada kemungkinan lebih banyak lagi yang dapat ditemukan. 

Herd di akhir menyatakan, meteorit tersebut tampaknya telah dipindahkan ke China.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkini
Tips21 Agustus 2026, 14:01 WIB

5 Tips Jaga Kesehatan Telinga Supaya Pendengaran Tetap Prima

Telinga manusia jika tidak dijaga kebersihannya maka berpotensi terjadi gangguan pendengaran.
Ilustrasi bersihkan telinga pakai cotton bud. (Sumber: infosehatasia)
Techno21 Agustus 2026, 13:57 WIB

ChatGPT for Teens: Cegah Kecurangan dan Lindungi Mental Remaja

OpenAI akan berupaya memasukkan semua pengguna muda ke dalam pengalaman baru tersebut secara otomatis.
ChatGPT untuk pemakaian anak muda. (Sumber: OpenAI)
Startup21 Agustus 2026, 12:55 WIB

Hatch 2026 Cari 15 Startup Fase Awal untuk Perkuat Fondasi Bisnis

Program ini beri pendampingan intensif 12 minggu agar startup fokus pada pertumbuhan sehat, unit economics, dan bisnis berkelanjutan.
Hatch 2026. (Sumber: Komdigi)
Techno21 Agustus 2026, 12:53 WIB

Framework Laptop 12 Kini Ditenagai Prosesor Intel Core Series 3

Laptop termurah Framework baru saja mendapatkan peningkatan spesifikasi yang signifikan
Framework Laptop 12. (Sumber: null)
Lifestyle21 Agustus 2026, 12:50 WIB

Pengangguran Sarjana Terus Bertambah, Begini Penjelasan Pengamat

Menjawab tantangan pengangguran terdidik, pemerintah didorong memperkuat pusat pelatihan vokasi modern dibanding mendirikan kampus baru.
Ilustrasi orang berpendidikan tinggi yang jadi pengangguran. (Sumber: freepik)
Techno21 Agustus 2026, 09:40 WIB

UGM x Indosat x Nvidia Hadirkan AI Technology Center

Perkembangan AI saat ini mampu menyelesaikan persoalan dengan aturan yang kaku menuju persoalan yang semakin terbuka dan kompleks.
Peluncuran AI Technology Center di kampus UGM. (Sumber: UGM)
Automotive21 Agustus 2026, 09:35 WIB

BMW Passato Memulai Perjalanan Bersejarah Menuju SEMA Show 2026

Pengiriman armada ini membawa energi penuh dari peringatan kemerdekaan Indonesia.
BMW Passato. (Sumber: istimewa)
Techno21 Agustus 2026, 09:33 WIB

Apple Mengumumkan Perubahan untuk Aplikasi di Uni Eropa

Ini adalah perubahan terbaru yang didasarkan pada tantangan hukum di bawah Digital Markets Act.
Uni Eropa.
Startup20 Agustus 2026, 16:18 WIB

Pendanaan Anjlok, Gimana Kualitas 3.100 Perusahaan Rintisan di Indonesia?

Menperin soroti kesenjangan mutu ekosistem di tengah melonjaknya 3.100 startup aktif di Indonesia.
Agus Gumiwang Kartasasmita. (Sumber: Unpad)
Techno20 Agustus 2026, 16:18 WIB

AI Tak Lagi Cuma Mencatat, Comu Action Pro Ubah Obrolan Jadi Kerja Nyata

Rekan kerja berbasis AI seukuran saku yang mengubah percakapan sehari-hari menjadi email tindak lanjut, draf presentasi, dan daftar tindakan yang sudah rampung.
Comu Action Pro. (Sumber: Comu)