Techverse.asia - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) x Indosat Ooredoo Hutchison pada Rabu (25/12/2026) kemarin di Jakarta resmi meluncurkan Sahabat-AI. Ini adalah pelantar kecerdasan buatan (AI) berbasis aplikasi yang menandai langkah penting Indonesia menuju ke ekosistem AI yang berdaulat, inklusif, dan berakar pada keperluan lokal.
Sebagai pelantar kecerdasan buatan yang dibangun khusus untuk Indonesia, Sahabat-AI terbuka dan bisa digunakan oleh siapa saja, mulai dari pelajar, kreator, institusi publik, hingga pelaku usaha. Lebih dari sekadar inovasi teknologi, Sahabat-AI didesain sebagai sahabat digital bagi seluruh warga Indonesia yang betul-betul memahami cara kita hidup, berbicara, dan terhubung.
Baca Juga: GoTo x Indosat Kembangkan Sahabat-AI: LLM Sumber Terbuka Berbasis Bahasa Indonesia
Kekinian, Sahabat-AI telah hadir dalam bentuk aplikasi di iOS dan Android yang mudah dioperasikan. Pelantar ini menawarkan kemampuan multi-model dan multi-modal yang memungkinkan pengguna beralih secara mulus dari teks ke gambar, teks ke video, bantuan coding, pencarian pintar, dan analisis secara mendalam mengenai satu antarmuka terpadu.
Integrasi tersebut membuka akses yang lebih luas buat pelajar, kreator, profesional, dan pengguna sehari-hari untuk memanfaatkan kecerdasan buatan secara relevan, praktis, dan lebih dekat dengan kebutuhan mereka.
Dibangun sebagai "Si Paling Indonesia", Sahabat-AI ini mengakar kuat pada kekayaan bahasa lokal, budaya, dan konteks akan Tanah Air, serta diklaim diperkuat oleh teknologi kelas dunia guna menghadirkan AI yang semakin paling mengerti dan dekat dengan keseharian kita di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Pertama di Indonesia, iQOO 15R Dibekali Cip Snapdragon 8 Gen 5
Menteri Komdigi Meutya Hafid menyampaikan bahwa Sahabat-AI adalah cerminan arah strategis Indonesia dalam membangun kemandirian terkait dengan kapabilitas kecerdasan buatan nasional. Menurutnya, Sahabat-AI adalah langkah penting dalam memperkuat kedaulatan digital dalam negeri.
"Selain itu, perilisan tersebut adalah wujud komitmen kami untuk memastikan tak ada yang tertinggal dalam transformasi digital," ungkapnya kami kutip pada Kamis (26/2/2026).
Teknologi, ujarnya, harus membuka akses bagi siapa pun, di mana pun, tanpa terhalang oleh perbedaan bahasa atau pun budaya. Oleh karenanya, Indonesia butuh kecerdasan yang betul-betul Paling Indonesia, yang dibangun dengan bahasa kita, nilai budaya kita, hingga kepentingan bangsa.
"Pelantar ini menjadi bukti bahwa kita mampu menghadirkan teknologi yang relevan dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia. Saya mendorong untuk seluruh lapisan masyarakat (untuk) memakai Sahabat-AI dan menjadi bagian dari perjalanan perkembangan kecerdasan buatan nasional," katanya.
Baca Juga: Komdigi Ingin Terapkan Kartu SIM Ponsel Berbasis Biometrik Pengenalan Wajah
Dengan menempatkan kebutuhan nilai-nilai lokal sebagia fondasi utamanya, Sahabat-AI diharapkan bisa memperkuat posisi Indonesia dalam menjadikan AI sebagai pendorong prioritas nasional sekaligus alat pemberdayaan masyarakat.
Di samping itu, guna memastikan pemakaian yang aman dan bertanggung jawab, Sahabat-AI dibangun dengan guardrails berlapis yang sejalan dengan norma sosial, nilai budaya, dan standar etika di Tanah Air. Langkah itu juga berkelindan dengan usaha pemerintah dalam memerangi konten negatif dan turut menjaga ruang digital nasional yang sehat.
"Mekanisme ini supaya membantu menjaga interaksi tetap aman, melindungi pengguna, dan merawat ruang digital kita, sambil tetap mendorong inovasi terus berkembang secara bertanggung jawab," imbuh President Director and Chief Executive Officer (CEO) Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha.
Baca Juga: Yellow.ai Meluncurkan Komodo-7B, LLM Pertama di Indonesia yang Dilatih 11 Bahasa Daerah
Dikatakan Vikram, peluncuran Sahabat-AI ini mencerminkan tujuan masif perusahaannya dalam memberdayakan Indonesia. Sahabat-AI, menurutnya, dihadirkan tak sekadar untuk Indosat saja, tapi juga untuk Indonesia. Pelantar ini dibangun di atas keyakinan bahwa teknologi harus mempunyai manfaat untuk semua orang.
"Dengan menjadikan Sahabat-AI terbuka, mudah diakses, dan bisa dimanfaatkan secara luas, kami menghadirkan fondasi inovasi yang dapat digunakan oleh individu, usaha rintisan (startup), pelaku usaha, maupun institusi publik di seluruh penjuru negeri," ujarnya.













