Biaya Konstruksi Data Center di Jakarta Lebih Murah, Indonesia Jadi Pasar Strategis

Rahmat Jiwandono
Senin 10 November 2025, 15:01 WIB
Ilustrasi data center. (Sumber: freepik)

Ilustrasi data center. (Sumber: freepik)

Techverse.asia - Indonesia tetap menjadi pasar strategis bagi industri data centre di kawasan Asia-Pasifik, didorong oleh peningkatan permintaan akan fasilitas yang siap untuk teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Baca Juga: Pusat Data Nasional Diserang Ransomware, Data Tidak Terbackup dan Tak Dapat Dipulihkan

Namun, permintaan ini juga menimbulkan tantangan yang signifikan, terutama kenaikan biaya operasional akibat pergeseran sektor menuju sistem berdensitas tinggi, liquid cooling, dan sistem tenaga listrik bertegangan tinggi.

Menurut laporan data centre construction cost index 2025 dari perusahaan jasa profesional global Turner & Townsend, Indonesia menempati peringkat ke-20 dalam biaya konstruksi data centre, turun enam peringkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Dengan biaya konstruksi sebesar Rp187.207 per Watt, Jakarta tetap menjadi target pasar yang menarik dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura (Rp257.681) dan Tokyo (Rp253.005). Namun, Indonesia juga menghadapi berbagai tantangan, seperti kenaikan biaya operasional dan keterbatasan infrastruktur.

Baca Juga: Samsung Wallet Resmi Tersedia di Indonesia, HP Bisa Jadi Dompet Digital

Pertama, hampir 48 persen responden global menyatakan bahwa ketersediaan daya merupakan hambatan utama dalam memenuhi tenggat waktu proyek konstruksi data centre.

Di Indonesia, meskipun pasokan listrik memadai, keterbatasan infrastruktur terutama dalam transmisi tegangan tinggi tetap menjadi tantangan yang signifikan. Namun, pemerintah terus mendukung inisiatif yang bertujuan untuk memperluas infrastruktur guna memenuhi permintaan yang terus meningkat akan data centre berbasis AI.

Kedua, sebanyak 83 persen ahli industri data centre meyakini bahwa rantai pasok lokal belum siap untuk mendukung teknologi pendinginan canggih yang dibutuhkan oleh data centre AI dengan densitas tinggi. Seiring dengan pertumbuhan pasar Indonesia yang semakin masif, developer lokal dan regional mulai mengambil peran untuk memenuhi permintaan.

Baca Juga: Telkom Siap Hadirkan Data Center Berbasis Energi Hijau Dan Ramah Lingkungan

Dengan sedikit kontraktor internasional Grade A yang biayanya tinggi, semakin banyak data centre yang beralih ke opsi regional. Hal ini disebabkan kontraktor global menghadapi beban kerja yang berlebihan.

Selain itu, Indonesia memiliki pasokan air berlimpah untuk mendukung teknologi liquid cooling, proyek-proyek besar yang memerlukan komponen khusus masih bergantung pada pasokan internasional, dan kebutuhan teknologi tinggi seringkali bergantung pada rantai pasokan global.

Terakhir, peningkatan permintaan terhadap data centre berbasis AI diperkirakan akan menyebabkan peningkatan penggunaan daya sebesar 165 persen di kawasan Asia-Pasifik hingga tahun 2030, yang akan menambah beban pada infrastruktur.

Di Indonesia, kombinasi antara beban kerja AI dan tantangan infrastruktur, serta kebutuhan energi dan pendinginan yang lebih tinggi, mendorong biaya operasional dan desain menjadi dua sampai tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan data centre tradisional.

Baca Juga: NTT DATA Bangun JKT2A, Memperluas Platform Jaringan Pusat Data di Indonesia

Untuk mengatasi tantangan ini, laporan Turner & Townsend menyarankan klien untuk meninjau model pengadaan mereka guna memperkuat rantai pasokan dan memastikan pengiriman tepat waktu pada data centre berbasis AI.

Inovasi juga akan menjadi kunci dalam mengembangkan desain yang efisien energi dan mengurangi risiko keterlambatan koneksi listrik, sehingga industri dapat mengikuti permintaan infrastruktur kecerdasan buatan yang terus meningkat.

Managing Director for Real Estate in Asia at Turner & Townsend Sumit Mukherjee mengatakan bahwa negara Indonesia, dengan karakteristik pertumbuhan tinggi, berlimpah sumber daya, dan semakin siap untuk kecerdasan buatan, tetap menjadi pasar kunci di Asia Tenggara untuk pembangunan data centre.

"Meskipun peringkat biaya konstruksinya telah menurun, permintaan yang terus meningkat akan infrastruktur yang siap untuk AI memberikan tekanan signifikan pada struktur biaya dan kapasitas jaringan listrik yang ada. Untuk tetap kompetitif, Indonesia harus terus berinvestasi dalam peningkatan infrastrukturnya guna memenuhi permintaan industri," ungkap Sumit, Senin (10/11/2025).

Baca Juga: Ekspansi Pasar ke Indonesia, MoEngage Akan Meluncurkan Pusat Data AWS




Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno08 Juni 2026, 18:16 WIB

Motorola Menghadirkan Moto Buds 2, Punya Fitur Peredam Kebisingan Lingkungan

Produk ini menawarkan audio berkualitas tinggi.
Motorola Moto Buds 2. (Sumber: Motorola)
Startup08 Juni 2026, 17:58 WIB

JumpStart Tambah Pendanaan Seri C, Akselerasi Ekspansi Mesin Penjual di Indonesia

Meski demikian, nominal pendanaan tersebut tak diungkap ke publik.
Vending machine milik JumpStart. (Sumber: dok. jumpstart)
Startup08 Juni 2026, 17:24 WIB

Floq Kantongi Pendanaan Senilai Rp203 Miliar, Menambah Daftar Pelantar Penukaran Kripto

Pendanaan ini akan dialokasikan untuk beberapa hal yang berkaitan dengan ekspansi perusahaan.
Floq. (Sumber: ist)
Techno08 Juni 2026, 15:41 WIB

Harga dan Spek Lengkap Shokz OpenDots Air, Bobotnya Hanya 6,3 Gram

Model unggulan OpenDots Air ini dipasarkan di segmen earbud kelas menengah.
Shokz OpenDots Air. (Sumber: Shokz)
Techno08 Juni 2026, 15:20 WIB

ASUS Luncurkan TUF Gaming 16 2026, Cek Spesifikasinya

Laptop gaming dengan gaya TUF Gaming klasik dan performa bertenaga tinggi.
ASUS TUF Gaming 16.
Automotive08 Juni 2026, 15:07 WIB

Jetour T1 Resmi Diniagakan di Indonesia, Ada 2 Pilihan Varian

Kendaraan ini memberikan lebih banyak pilihan kepada konsumen Indonesia untuk model EV atau ICE.
Jetour T1. (Sumber: Jetour)
Automotive08 Juni 2026, 14:20 WIB

Hot Wheels Legends Tour akan Hadir Kembali di IMX 2026

Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) adalah pameran otomotif dan lifestyle di Indonesia.
Hot Wheels Legends Tour ke Indonesia. (Sumber: NMAA)
Techno08 Juni 2026, 13:48 WIB

Amazfit Cheetah 2 Ultra Dirancang Guna Menaklukkan Jalur Pegunungan Terberat

Smartwatch ini menggabungkan masa pakai baterai yang lama, navigasi presisi, dan wawasan pelatihan lanjutan untuk menempuh jarak lebih jauh.
Amazfit Cheetah 2 Ultra. (Sumber: amazfit)
Techno05 Juni 2026, 20:43 WIB

Lintasarta Dorong Investasi Infrastruktur AI untuk Indonesia

Sejak 1988, Lintasarta merupakan penyedia komunikasi data, internet dan IT Services untuk berbagai sektor industri.
Lintasarta. (Sumber: Ist)
Techno05 Juni 2026, 18:25 WIB

Acer Swift Spin 14 AI Ditenagai Prosesor Snapdragon X2 Series

Laptop konvertibel baru dari Acer yang menawarkan penggunaan serbaguna di lingkungan apa pun.
Acer Swift Spin 14 AI. (Sumber: Acer)