Perplexity Menawarkan untuk Membeli Google Chrome Senilai Rp556 Triliun Lebih

Rahmat Jiwandono
Kamis 14 Agustus 2025, 16:18 WIB
Perplexity.

Perplexity.

Techverse.asia - Mesin pencari berbasis AI, Perplexity menawar untuk membeli Chrome dari Google senilai US$34,5 miliar tunai atau sekitar Rp556,20 triliun dalam sebuah penawaran yang tidak diminta. Penawaran ini muncul beberapa bulan setelah Perplexity menyatakan akan membeli Chrome jika pemerintah memaksa Google untuk menjual perambannya.

Syarat-syarat penawaran tersebut mencakup komitmen untuk mempertahankan mesin yang mendasari Chrome, Chromium, sebagai sumber terbuka dan terus berinvestasi di dalamnya.

Baca Juga: Bing Chat Akan Hadir di Google Chrome dan Safari

Sebagai bagian dari penawarannya, yang dijuluki Perplexity sebagai Proyek Solomon, perusahaan rintisan AI tersebut menyatakan akan berkomitmen untuk berinvestasi sebesar US$3 miliar atau setara dengan Rp48,36 triliun selama 24 bulan dalam hal keandalan, kinerja, keamanan, dan skala dukungan pelanggan.

Perusahaan juga menyatakan mereka akan memberikan tawaran pekerjaan kepada sebagian besar personel kunci yang ditunjuk dengan insentif retensi.

Perplexity juga berjanji untuk tidak mengubah pengaturan default pengguna Google Chrome, termasuk mesin pencari default. Artinya, Perplexity berjanji untuk tetap menggunakan Google sebagai mesin pencari daripada menjadikan opsi bertenaga AI-nya sendiri sebagai default.

Salah satu alasan pembelian ini mengejutkan: Perplexity punya valuasi sebesar US$18 miliar. Menurut Perplexity, beberapa investor, termasuk beberapa dana modal ventura besar yang tidak disebutkan namanya, telah setuju untuk mendukung transaksi ini secara penuh, menurut laporan The Wall Street Journal.

Baca Juga: Opera Rombak VPN Pro, Menawarkan Keamanan dan Kecepatan yang Lebih Baik

CEO Perplexity Aravind Srinivas telah mengirimkan surat pada 12 Agustus kepada Google dan CEO Alphabet Sundar Pichai, yang merinci ketentuan penawaran. Ia mengatakan bahwa tawaran untuk membeli Chrome dirancang untuk memenuhi tuntutan hukum antimonopoli demi kepentingan publik tertinggi dengan menempatkan Chrome pada operator independen yang kompeten.

Surat Perplexity menginstruksikan Pichai untuk 'menunjukkan persetujuan Google terhadap ketentuan surat ini' dengan menandatangani dan mengembalikan perjanjian 'selambat-lambatnya pukul 18.00 (Waktu Pasifik) pada 15 Agustus 2025.'

Didirikan pada 2022, Perplexity baru-baru ini merilis peramban bertenaga AI bernama Comet, yang dapat melakukan tugas-tugas tertentu atas nama pengguna.

Akuisisi Google Chrome akan memungkinkannya untuk memanfaatkan lebih dari tiga miliar pengguna peramban tersebut, memberinya kekuatan untuk bersaing lebih baik dengan pesaing yang lebih besar seperti OpenAI.

Baca Juga: OpenAI Resmi Luncurkan GPT-5 untuk Semua Pengguna ChatGPT

Tawaran ini muncul setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) mengusulkan pada Maret 2025 supaya Google dipaksa menjual peramban web setelah hakim memutuskan raksasa teknologi tersebut bertindak ilegal untuk mempertahankan monopoli dalam pencarian daring.

Namun, Google belum setuju untuk menjual Chrome dan telah berjanji untuk melawan putusan tersebut.

Pengadilan federal memutuskan bahwa Google adalah perusahaan monopoli dan bertindak ilegal dengan menandatangani kesepakatan bernilai miliaran dolar untuk menjadikan mesin pencarinya sebagai mesin pencari default pada peramban web dan ponsel pintar, termasuk perangkat dari Apple dan Samsung.

Baca Juga: Hati-Hati Ada ChatGPT Palsu! Facebook, Google Chrome dan Data Pentingmu Bisa Diserang

Hakim dalam kasus ini diperkirakan akan memutuskan penyelesaian dalam perkara tersebut secepatnya di bulan ini. Sementara itu, juru bicara Perplexity yakin bahwa pengadilan akan segera menetapkan persyaratan untuk penyelesaian, mungkin akhir Agustus 2025.

Ketika Departemen Kehakiman AS pertama kali mengusulkan agar Google melepas Chrome, baik OpenAI maupun Perplexity menyatakan minatnya untuk membelinya. Mengingat Google Chrome adalah peramban dominan, dengan pangsa pasar 68 persen menurut Statcounter, jika pengadilan memutuskan Chrome harus dijual, tak diragukan lagi pihak lain di seluruh dunia juga akan tertarik untuk menawarnya.

Menariknya, petinggi mesin pencari pesaing lainnya yaitu DuckDuckGo bersaksi pada April 2025 bahwa Chrome bisa bernilai lebih dari US$50 miliar. Jika tawaran Perplexity berhasil, itu bisa dianggap sebagai tawaran yang menguntungkan.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Startup28 Januari 2026, 19:41 WIB

Startup Milik Elon Musk Dapat Pendanaan Seri E Sebesar Rp335 Triliun

Startup dibalik chatbot Grok ini tampaknya masih menarik minat para investor.
xAI. (Sumber: istimewa)
Techno28 Januari 2026, 18:55 WIB

Motorola Signature Pakai Cip Snapdragon 8 Gen 5, Warnanya Terkurasi oleh Pantone

Motorola menetapkan standar baru untuk penyempurnaan kelas dunia dengan peluncuran Motorola Signature.
Motorola Signature. (Sumber: Motorola)
Automotive28 Januari 2026, 18:26 WIB

Yamaha Fazzio Hybrid 2026 Hadir dengan Kelir Anyar, Berapa Harganya?

Motor ini tersedia dalam tipe Lux, Neo, dan Hybrid.
Yamaha Fazzio Hybrid 2025 punya warna-warna baru. (Sumber: Yamaha)
Techno28 Januari 2026, 17:21 WIB

ASUS Rilis Laptop Gaming TUF Gaming A14 yang Telah Diperbarui

Model A14 terbaru menggabungkan desain ultraportabel dengan performa luar biasa yang didukung oleh AI.
ASUS TUF Gaming A14. (Sumber: ASUS)
Lifestyle28 Januari 2026, 16:46 WIB

Dua Hal Pemicu Terjadinya Jam Kerja Panjang di Indonesia

Ini menurut temuan ahli ekonom dari UGM.
Ilustrasi bekerja (Sumber: freepik)
Techno28 Januari 2026, 16:24 WIB

Sennheiser Meluncurkan Model-model Baru Headphone dan Earbud Berkabel

CX 80U dan HD 400U menghadirkan audio digital berperforma tinggi untuk pendengar modern.
Headphone Sennheiser HD 400U (kiri) dan earbud kabel CX 80U. (Sumber: Sennheiser)
Travel28 Januari 2026, 15:05 WIB

Sanggraloka Ubud Bali Banyak Dikunjungi Wisatawan Korea Selatan

Wisatawan Korea Dominasi Ubud, Menikmati Model Baru Eco-Luxury Retreat dari Bali.
Aktivitas jelajah sungai di Sanggarloka Ubud. (Sumber: istimewa)
Techno28 Januari 2026, 14:23 WIB

Sony Hadirkan 2 Turntable Nirkabel Baru, Cocok untuk Pemula dan Audiophile

Pemutar piringan hitam ini memiliki konektivitas nirkabel, pengoperasian yang mudah, kualitas suara yang tinggi, dan desain yang apik.
Sony PS-LX5BT. (Sumber: Sony)
Automotive27 Januari 2026, 19:53 WIB

Harley Davidson Perkenalkan Motor Baru 2026, Ada Tipe Grand American Touring

Koleksi Enthusiast Baru - Model Edisi Liberty Merayakan Ulang Tahun ke-250 Amerika Serikat.
Harley Davidson Street Glide Limited (kiri) dan Road Glide. (Sumber: Harley Davidson)
Lifestyle27 Januari 2026, 19:31 WIB

ASUS ROG Rilis Tas Archer Messenger 14 dan Archer Backpack 16

Dua tas ini menawarkan gaya, daya tahan, dan kenyamanan bagi para gamer yang selalu bepergian.
ASUS ROG Archer Messenger 14 (kiri) dan Archer Backpack 16. (Sumber: ASUS)