Startup Platform Psikologi, Roomansa Dapat Pendanaan Ratusan Juta Rupiah

Perusahaan rintisan jebolan Innovative Academy, Roomansa mendapat pendanaan senilai US$7000. (Sumber: Dok. Roomansa)

Techverse.asia - Roomansa adalah salah satu perusahaan startup (rintisan) jebolan Innovative Academy di Universitas Gadjah Mada (UGM) mengumumkan telah mendapat pendanaan sebesar US$7000 atau setara dengan Rp108,73 juta di ajang Korea Selatan-Indonesia Startup Day.

Ajang tersebut merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan Usaha, Kecil, dan Menengah (Kemenkop UKM) yang bekerja sama dengan Korea Trade-Investment and Promotion Agency (KOTRA) dan Korea Midland Power Co.Ltd (KOMIPO).

Untuk pelaksanaan di tahun ini Korea-Indonesia Startup Day mengusung tema Boosting Future Leaders of Indonesia. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendorong perusahaan-perusahaan startup yang ada di Tanah Air untuk tidak hanya bersaing di level nasional saja, tapi juga dapat bersaing di tingkat global.

Baca Juga: Mengenal Aplikasi Jagat, Media Sosial Berbasis Peta untuk Cari Teman Baru

Menkop UKM Teten Masduki yang turut hadir di acara tersebut menyampaikan bahwa pertumbuhan startup yang begitu masif di Indonesia menjadi peluang emas dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Dengan memaksimalkan penggunaan teknologi dalam menjalankan bisnisnya, startup bisa menjadi jawaban atas ketimpangan kesejahteraan yang selama ini terjadi," ujarnya.

Roomansa yang merupakan salah satu startup Innovative Academy dari UGM juga mengikuti kegiatan itu bersama dengan perusahaan rintisan lainnya seperti Biopener, Dif Marketer, E-Has, dan Henbuk.

Roomansa sendiri adalah platform psikologi individu dan keluarga untuk konsultasi, belajar, dan diskusi beragam topik meliputi keluarga, anak, dan pengembangan diri dengan layanan yang komprehensif, didukung pula oleh para psikologi profesional.

Dalam acara Korea-Indonesia Startup Day, masing-masing startup, termasuk Roomansa memperoleh pendanaan sekitar Rp108 jutaan. Rencananya dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan usahanya.

Baca Juga: Rose All Day Cosmetics Dapat Pendanaan Seri A, Totalnya Mencapai Rp83 Miliar

"Dengan pendanaan ini diharapkan para startup yang (telah) terpilih bisa mengembangkan startup-nya dan memperluas dampaknya untuk masyarakat secara luas," kata Head of Program Innovative Academy UGM Denny Wijayanto.

Dikatakannya, salah satu kegiatan yang dilakukan Roomansa di event tersebut yaitu melakukan pitching dan diskusi membangun jaringan (networking). Mendapat nomor urutan kedua setelah E-Has, Roomansa melakukan pitching selama 10 menit dalam bahasa Inggris.

Kemudian disusul oleh Dif Marketer, Biopener, dan Henbuk dan ada juga pitching yang disampaikan dalam bahasa Korea Selatan oleh CEO dari startup Renesa yang mengatakan joh-eun achim-ieyo.

"Itu artinya adalah ucapan selamat pagi. Kegiatan berlanjut lalu diakhiri dengan networking yang diikuti seluruh tamu undangan VIP dengan konsep Gala Lunch sehingga Roomansa dan startup lainnya dapat meneruskan pitching dengan less formal," terangnya.

Baca Juga: 5 Tren dan Prediksi Industri Monitoring Teknologi Informasi pada 2024

Pada kesempatan tersebut, Executive Vice President of KOMIPO Kim Dong Jun mengungkapkan bahwa jajarannya saat ini tengah memperluas program sosial serta menjangakau bisnis startup yang ada di Tanah Air. Semua dilakukan guna pembangunan yang berkelanjutan dan kelanjutan kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan.

"Kami senang mendapat kesempatan untuk mendukung perusahaan startup di Indonesia. Kami yakin kalau perusahaan-perusahaan ini akan semakin berkembang dan menjadi salah satu penopang besar perekonomian di Indonesia," ujarnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Director General of KOTRA Jakarta Lee Janghee, menurutnya, sejak 2018 KOMPIO telah membantu mengembangkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Salah satunya ialah Koperasi Srikandi di Sumatera dan Koperasi Kopi Wanita Gayo di Aceh.

"Tahun ini adalah tahun yang istimewa karena kami bersama Kemekop UKM telah sepakat untuk memulai tahap baru dalam mendukung startup di Indonesia. Kini Indonesia berada di urutan keempat secara global dan berada di tingkat pertama di kawasan Asia Tenggara," paparnya.

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI