Recompound Hadirkan Personal CIO, Bantu Ambil Keputusan di Pasar Modal

Recompound. (Sumber: ist)

Techverse.asia - Recompound, sebuah startup penasihat investasi yang berada di Indonesia, pada bulan lalu telah memperkenalkan pendekatan Personal CIO, yang dapat membantu investor, utamanya kalangan profesional sibuk, dalam mengelola portofolio agar lebih terstruktur dan jangka panjang.

Upaya tersebut hadir di kala jumlah investor pasar modal Indonesia semakin meningkat. Menurut data Bank Indonesia (BI) mencatat arus keluar portofolio senilai US$1,1 miliar per Maret tahun ini yang disebabkan oleh konflik geopolitik.

Baca Juga: 6 Dukungan yang akan Diperoleh dari Program Google for Startups Accelerator: Southeast Asia

Tapi, jumlah investor domestik malah melonjak relatif signifikan sampai tembus 21 juta single investor identification (SID) per Januari 2026. Situasi ini menunjukkan tingginya minat masyarakat akan investasi, khususnya dari kelompok usia muda.

Itu terlihat dari separuh investor individu umurnya di bawah 30 tahun, mencerminkan kian terbukanya akses pasar modal sekaligus meningkatnya keperluan akan literasi serta strategi investasi yang matang.

"Kami melihat adanya kelompok investor yang sangat paham mengenai investasi, namun mereka enggak punya cukup waktu dalam mengelolanya secara optimal," jelas Co-founder Recompound Toby Limanto.

Toby mengatakan bahwa apabila semakin banyak orang yang masuk ke pasar modal, namun tak semuanya mau menjadikan investasi sebagai pekerjaan kedua mereka. Masih ada kelompok investor yang tetap ingin membangun aset secara serius, namun mereka juga menyadari kalau waktu dan perhatiannya sudah sangat terbatas.

Baca Juga: Sejumlah Pakar Meramal, Tahun Depan Bakal Terjadi Peningkatan Pasar Mikromobilitas

"Untuk itu, kami hadir guna membantu mereka supaya tetap disiplin dan rasional dalam mengambil keputusan investasi, tanpa harus terjebak dalam fluktuasi pasar jangka pendek," kata dia.

Pada praktiknya, Recompound mengutamakan pendekatan berbasis riset serta proses, dengan fokus terhadap valuasi, bisnis, hingga prinsip margin of safety. Sehingga para investor pun tetap punya kendali penuh atas aset mereka, sedangkan pihaknya hanya berperan sebagai pendamping dalam proses decision making.

Kesuksesan dalam menanamkan modal juga tak hanya diukur dari imbal hasil semata, tapi dari stabilitas psikologi si investor dalam menghadapi dinamika pasar. Menurutnya, keberhasilan tersebut tak cuma tentang kinerja portofolio, namun juga apakah para klien jadi lebih tenang, lebih disiplin, dan lebih rasional dalam menyikapi market.

Baca Juga: Kopi Kenangan Bakal Meluncur ke Bursa Saham?

Pelantar Recompound sendiri beroperasi sebagai penasihat daripada manajer aset, dengan dana klien disimpan di rekening pialang individu. Selain didirikan oleh Limanto (eks analis Goldman Sachs) dan Budi Ryan (seorang ilmuwan data dari GoTo Financial).

Dari aspek bisnis, startup ini telah mengumpulkan seed funding pada Oktober 2024, termasuk dari Genesia Ventures, Strive, dan angel investor. Portofolio yang mereka kelola mencatat pertumbuhan rata-rata 15-20 persen per tahunnya, yang diklaim melampaui kinerja indeks pasar seperti IHSG dan LQ45 dalam beberapa tahun terakhir.

Modelnya saat ini dibangun di atas pelantar pendiri pendahulunya yaitu StockPeek, yang dirilis selama lonjakan investasi ritel periode 2021-2022. Recompound lantas beralih fokus ke layanan penasihat tingkat portofolio usai mengidentifikasi kesenjangan antara peningkatan partisipasi pasar dan hasil investasi yang konsisten.

Baca Juga: 3 Faktor yang Membuat Kepercayaan Investor Menurun untuk Berinvestasi di Indonesia

Hal itu mencerminkan tren yang lebih luas dalam lanskap investasi ritel di kawasan Asia Tenggara, yang mana peningkatan partisipasi turut mendorong permintaan akan solusi manajemen portofolio yang lebih terstruktur di luar perdagangan serta pemilihan saham dasar.

Di samping itu, untuk ke depannya, Recompound bakal terus memperkuat transparansi, konsistensi analisis, dan komunikasi yang mendidik bagi para investor. Mereka menilai kalau sistem dan displin adalah kunci supaya investor bisa bertahan dan berkembang dalam jangka panjang di tengah ketidakpastian situasi global saat ini.

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI