Techverse.asia - MoEngage resmi mengumumkan telah mendapat putaran pendanaan tambahan Seri F senilai US$180 juta atau setara dengan Rp3 triliun lebih. Untuk diketahui, MoEngage merupakan pelantar keterlibatan pelanggan untuk merek konsumen.
Baca Juga: Grab Umumkan Tren Layanan Pesan-Antar dan Belanja Konsumen Sepanjang 2025
Tambahan dana itu diperoleh usai pendanaan US$100 juta atau sekitar Rp1,67 triliun pada bulan lalu, jadi total pendanaan Seri F mencapai US$280 juta. Investasi anyar ini dipimpin oleh Dragon Funds, ChrysCapital, Schroders Capital, dengan partisipasi kelanjutan dari investor lawas yaitu B Capital dan TR Capital.
Dana segar tersebut akan dipakai guna mengakselerasi inovasi rangakain Merlin AI, meningkatkan tim go-to-market di kawasan Amerika Utara dan Eropa, Timur Tengah, hingga Afrika, serta menjajaki akusisi strategis yang memperluas kemampuan pelantarnya.
MoEngage terus memperdalam kehadirannya di Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru. Di tiga wilayah ini, beragam merek perusahaan memodernisasi seluruh rangkaian teknologi guna berinteraksi dengan pelanggan dan menyatukan alur kerja pemasaran maupun produk.
Baca Juga: Noice Jalin Kerjasama dengan MoEngage yang Berbasis Wawasan
"Kami percaya bahwa kesuksesan kami merupakan hasil upaya bersama dan dibangun berdasarkan budaya kepemilikan serta inovasi. Sangat penting bagi MoEngage untuk memberikan pengakuan kepada semua orang yang telah membantu kami sampai ke tahap tersebut," ujar CEO dan salah satu pendiri MoEngage Raviteja Dodda disadur, Senin (22/12/2025).
Dia menyampaikan, program likuiditas itu mencerminkan komitmennya dengan memastikan bahwa para pendiri MoEngage, karyawannya, dan investor awal juga memetik manfaat langsung dari pencapaian krusial yang mereka raih bersama.
"Kami berterima kasih atas kepercayaan dari ChrysCapital, Dragon Funds, Schroders Capital, B Capital, dan TR Capital selagi kami terus melebarkan sayap di seluruh dunia," tambahnya.
Menurutnya, Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru merupakan pasar pertumbuhan bagi MoEngage lantaran perusahaan di Singapura, Indonesia, Filipina, Australia, dan Selandia Baru dengan cepat menggunakan pelantar keterlibatan yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI) berbasis wawasan.
MoEngage sendiri telah menjalin kemitraan dengan merek regional terkemuka seperti 13Cabs, Alfamart, Blibli, Canstar, Kredivo, Stan Entertainment, TFE Hotels, Trust Bank, XL Axiata, serta nama-nama mendunia seperti 7-Eleven, Coca Cola, Domino's, KFC, Nestle, Samsung, hingga Starbucks, guna menyatukan data pelanggan dan menghadirkan pengalaman omnichannel yang dipersonalisasi.
Berdasarkan kepemimpinannya sebagai pelantar keterlibatan pelanggan bagi pemasar, MoEngage pun memperkuat rangkaian produknya untuk tim produk dengan MoEngage Analytics dan MoEngage Inform. Sebab, keterlibatan pelanggan modern tak cuma didorong oleh pemasaran saja.
"Oleh karenanya, tim produk dan tim pemasaran harus bekerja berdasarkan data bersama guna memastikan pengalaman pelanggan yang terhubung, bukan terfrgamentasi," jelas dia.
Kemampuan analitik produk yang lebih baik di MoEngage Analytics menjembatani kesenjangan antaran tindakan dan wawasan. Lewat penyatuan data perilaku dengan keterlibatan langsung, startup ini membantu manajer produk untuk mengetahui 'alasan' perilaku pengguna dan memicu pengalaman seketika yang mendorong retensi dan LTV.
Baca Juga: Total Pendanaan Ekuitas Honest Tembus Rp1,66 Triliun, Terbitkan Kartu Kredit Co-branded
Sementara itu, MoEngage Inform mempermudah pengiriman pesan transaksi yang penting, misalnya OTP, pembaruan akun, dan pembaruan layanan, lewat API tunggal di seluruh saluran pengiriman pesan serta penyedia pengiriman, dengan memastikan keandalan yang berbeda dari kampanye pemasaran.
"Ketelibatan pelanggan tak pernah menjadi milik satu tim saja. Mereka melewati banyak momen, dan seluruh momen tersebut harus terasa terhubung dan saling mendukung. Saat produk, teknik dan pemasaran bekerja dari data serta alat yang sama, semuanya akan terlihat lebih alami bagi audiens. Pengalaman seperti itulah yang mau kami berikan di banyak perusahaan supaya mereka bisa mengembangkan brand-nya," katanya.