Generasi Alpha Rentan Mengalami Gangguan Kesehatan Mental

Rahmat Jiwandono
Selasa 24 Februari 2026, 17:04 WIB
Ilustrasi generasi alpha. (Sumber: freepik)

Ilustrasi generasi alpha. (Sumber: freepik)

Techverse.asia - Lebih dari 71 ribu pelajar di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, terindikasi mengalami gangguan kesehatan mental, dengan temuan tertinggi di tingkat SMP/MTs yang mencapai sekitar 49,09 persen, yang didominasi oleh gejala ansietas ringan hingga depresi berat.

Baca Juga: Trailer Toy Story 5: Woody dan Buzz Bersatu Kembali untuk Menyelamatkan Anak-Anak dari Perangkat Teknologi

Dari hasil pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung pada Agustus hingga Oktober 2025 terhadap 148.239 pelajar, tercatat 71.433 siswa atau 48,19 persen diantaranya mengalami masalah kesehatan jiwa; dengan rincian pada jenjang SMP/MTs sebanyak 76,46 persen siswa mengalami gejala ansietas ringan, 7,89 persen terindikasi ansietas berat, 15,23 persen gejala depresi ringan, dan 7,42 persen terindikasi depresi berat.

Lebih lanjut, sementara itu, untuk di jenjang SD/MI, dari 80.724 peserta, sebanyak 43.390 siswa atau sekitar 53,75 persen terindikasi masalah kesehatan jiwa yang didominasi gejala ansietas ringan dan depresi ringan; sedangkan di jenjang SMA/MA tercatat 25,79 persen siswa terindikasi masalah serupa; dan di Sekolah Luar Biasa (SLB) mencapai 48,51 persen.

Menanggapi hasil temuan tersebut, akademisi dan psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Diana Setyawati menyoroti kerentanan Generasi Alpha terhadap tekanan psikologis. Menurutnya, generasi alpha lahir dan tumbuh di era digital, di mana teknologi berkembang pesat dalam mengakses berbagai informasi.

Baca Juga: Pour Tous: Brand Perawatan Kulit yang Dibuat untuk Generasi Alpha dan Z

Beberapa informasi yang termuat di dunia maya menjadi salah satu pemicu utama. “Dunia maya memberikan insecurity (kegelisahan) yang sangat besar. Anak-anak semakin banyak tahu banyak hal, sayangnya beberapa informasi yang didapatkan justru membuat insecurity semakin tinggi,” ujarnya pada Selasa (24/2/2026).

Diana menjelaskan bahwa generasi saat ini tumbuh dengan nilai-nilai yang dibentuk oleh algoritma media sosial, bukan lagi dari keluarga. Ada pergeseran nilai. Media sosial sekarang didominasi oleh hal-hal instan, hedonisme, pamer kekayaan, pamer gaya hidup orang terkaya.

“Jika keluarga tidak menanamkan nilai dari rumah, maka fungsi keluarga itu akan diambil alih oleh apa yang mereka lihat di dunia maya,” ungkapnya.

Baca Juga: Tips Pulihkan Kesehatan Mental Anak yang Sosok Ayahnya Absen dalam Hidup Mereka

Menurut Diana, upaya pencegahan harus dimulai dari keluarga dengan pemahaman orang tua tentang tentang kesehatan mental. Ia menjelaskan bahwa anak dengan kesehatan mental yang baik mampu mengenali potensi diri, memiliki tujuan hidup, mampu mengelola stres sehari-hari, produktif, serta bermanfaat bagi orang lain.

“Saya pikir orang tua perlu memahami ciri-ciri kesehatan mental bagi anak, sehingga ketika melihat anak menunjukkan perubahan perilaku, mereka memahami apa yang terjadi dan bagaimana cara memberikan pertolongan,” katanya.

Ia turut mengingatkan bahwa persoalan kesehatan mental generasi muda merupakan tanggung jawab bersama secara holistik. Pemerintah harus memberikan pendidikan dan edukasi skill berkeluarga. Sekolah harus melakukan pendekatan School-Based Mental Health.

Baca Juga: Ini Perbedaan Antara 'Gangguan Mental' Dan 'Masalah Kesehatan Mental'

Keluarga harus kita kuatkan agar mampu menjadi punggung kesehatan mental anak-anak. “Pelayanan kesehatan juga harus siap ketika kesadaran masyarakat mulai meningkat,” tegasnya.

Tidak hanya itu, ia menegaskan bahwa sebaiknya sedini mungkin sistem kesehatan mental harus dibangun melalui promosi dan prevensi kesehatan secara holistik. Sehingga generasi muda dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dengan kesehatan emosional.

“Kita harus membangun sistem kesehatan mental yang kuat. Promosi dan prevensi secara holistik harus dilakukan. Jangan sampai generasi kita tumbuh dengan kerentanan yang tidak tertangani,” imbuhnya.

Baca Juga: Pesan Brian Cox untuk Para Pekerja Supaya Menjaga Kesehatan Mental

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Lifestyle28 Agustus 2026, 15:17 WIB

Pertamina Eco RunFest 2026: Hadirkan 7 Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan

Ajang yang memasuki tahun ke-13 pelaksanaannya ini menargetkan 14 ribu pelari dan 10 ribu pengunjung.
Pertamina Eco Run Fest 2026. (Sumber: istimewa)
Techno28 Agustus 2026, 15:16 WIB

Ditenagai Ryzen Z2 Extreme, ASUS ROG Xbox Ally 20 Bisa Dipesan Sekarang

Mennyambut hari jadi ke-20, ASUS ROG umumkan Xbox Ally X20 dengan performa AMD Ryzen AI Z2 Extreme dan dukungan kacamata Xreal R1.
ROG XBOX Ally X20. (Sumber: ASUS)
Startup28 Agustus 2026, 13:26 WIB

Asosiasi Blockchain Indonesia Gandeng Privy Perkuat Kepercayaan Digital

ABI bekerja sama dengan Privy untuk meningkatkan infrastruktur digital trust dan keamanan verifikasi identitas di industri blockchain Indonesia.
Asosiasi Blockchain Indonesia x Privy. (Sumber: ist)
Techno28 Agustus 2026, 13:23 WIB

SailPoint Hilangkan Blind Spot dengan Perlindungan Terpadu Identitas Manusia, non-human, dan AI agent

Solusi keamanan identitas yang dirancang untuk melindungi, mengelola, dan mendukung konvergensi tenaga kerja masa depan
SailPoint Identity Security. (Sumber: null)
Travel28 Agustus 2026, 11:58 WIB

Dragon Ball Z Bakal Punya Taman Hiburan Raksasa di Prancis, Gokunya Bisa Jadi Nyata!

Intip lokasi, konsep, dan detail lengkapnya di sini!
Taman hiburan bertemakan Dragon Ball Z. (Sumber: null)
Techno28 Agustus 2026, 11:57 WIB

Sony Meluncurkan Xperia 10 VIII dengan Fokus pada Peningkatan Kemudahan Penggunaan Sehari-hari

Handset ini menawarkan sedikit peningkatan dengan harga yang jauh lebih mahal.
Sony Xperia 10 VIII. (Sumber: Sony)
Automotive28 Agustus 2026, 09:40 WIB

Pendiri VeilSide Hironao Yokomaku akan Meriahkan Gelaran IMX 2026

Jangan lewatkan kesempatan langka bertemu sang legenda tuning dunia!
Pendiri VeilSide Hironao Yokomaku. (Sumber: istimewa)
Techno28 Agustus 2026, 09:40 WIB

Spesifikasi dan Harga Garmin Fenix 9 Series, Daya Tahannya Bisa Capai 57 Hari

Model Pro yang tangguh namun elegan ini menghadirkan casing jam tangan titanium pertama dan layar AMOLED terbesar pada seri Fenix.
Garmin Fenix 9 dan Fenix 9 Pro. (Sumber: Garmin)
Techno27 Agustus 2026, 14:49 WIB

Shokz OpenFit Air 2: Earbud Open-Ear Terringan dengan Hook yang Hampir Tak Terasa

Perangkat ini dirancang untuk kenyamanan ekstra tanpa menutup saluran telinga.
Shokz OpenFit Air 2. (Sumber: Shokz)
Techno27 Agustus 2026, 14:47 WIB

ASUS Hadirkan 2 Mouse Gaming yang Dapat Diskutomisasi

Mouse ROG Gladius IV Ace dan ROG Spatha X memadukan kontrol presisi dengan beragam opsi kustomisasi mendalam.
ROG Gladius IV Ace. (Sumber: ASUS)