Techverse.asia - Samsung hari ini resmi memperkenalkan teknologi baru bernama Flex Titanium untuk perangkat ponsel lipat Galaxy miliknya mendatang, Rabu (15/7/2026). Teknologi ini disebut menyempurnakan struktur dan material foldable guna memberikan pengalaman menonton yang lebih imersif, meningkatkan daya tahan layar, dan mengurangi tampilan lipatan di layar.
"Ponsel lipat kami yang akan segera diluncurkan, kami menggabungkan pengalaman serta keahlian yang telah dibangun selama bertahun-tahun menghadirkan inovasi layar yang dapat meningkatkan pengalaman pemakai, termasuk pengalaman menonton yang lebih unggul," ungkap Executive Vice President (EVP) dan Senior Executive, Mobile Research and Development (R&D) Office - H/W Samsung Sunghoon Moon.
Sunghoon menjelaskan, supaya bisa menghadirkan layar yang mampu memberikan pengalaman menonton imersif sekaligus tetap andal dalam pemakaian sehari-hari, Samsung kembangkan pendekatan anyar dalam merancang struktur layar ponsel lipat.
Tantangannya yakni menemukan material yang punya kekuatan guna menghadapi tekanan eksternal, fleksibilitas guna mendukung pemakaian lipat berulang kali, dan desain yang tetap slim supaya gawainya tetap bisa mempertahankan bentuknya yang ramping.
Baca Juga: Claude Cowork Mulai Berekspansi ke Platform Seluler dan Web
"Keseimbangan antara tiga elemen ini menjadi fondasi penting dalam evolusi teknologi perangkat lipat, dan titanium hadir sebagai material yang mampu menjawabnya," katanya.
Sebagaimana diketahui, material titanium dikenal sebagai material pilihan untuk beragam teknologi bertuntutan tinggi berkat kombinasi kekuatan serta daya tahan. Ini bahkan telah dipakai dalam aplikasi seperti antena satelit dan roda rover Mars. Walau sangat tangguh, namun karakter titanium yang cenderung kaku membuat penerapannya pada ponsel lipat jadi tantangan tersendiri.
Namun, perusahaan berhasil mengoptimalkan pemakaian titanium pada dua komponen penting: titanium plate dan titanium-alloy film. Titanium plate ditempatkan persis di bawah titanium-alloy film, yang berfungsi sebagai struktur pendukung fleksibel guna menopang modul layar dari bagian bawah.
"Dengan teknologi pemrosesan lubang canggih pada pelat titanium, struktur tersebut memungkinkan koneksi yang lebih erat antara pelat dan modul layar dengan mengurangi celah udara di antara keduanya. Hasilnya ialah struktur ini bikin layar lebih stabil ketika perangkat dibuka, sekaligus tetap fleksibel dibuka berkali-kali," ujarnya.
Baca Juga: Samsung Umumkan Solusi Pendidikan Digital untuk Kurikulum Merdeka
Sedangkan, titanium-alloy film berfungsi sebagai lapisan di atasnya yang memperkuat struktur layar dari dalam, tepat di bawah panel OLED. Bila dibandingkan dengan film berbahan polimer konvensional, material tersebut menjanjikan tingkat kekakuan mekanis sampai 20 kali lebih tinggi.
Lewat proses rolling yang presisi, titanium-alloy film bisa dibuat dengan ketebalan yang sangat tipis, yakni cuma sepertiga dari rata-rata diameter sehelai rambut manusia, sehingga memungkinkan desain panel layar yang lebih ramping tanpa mengorbankan ketahanan.
Selain itu, Flex Titanium juga menyatukan arsitektur beresolusi tinggi dengan material organik generasi paling anyar guna menghasilkan kualitas visual yang lebih tajam sekaligus memaksimalkan konsumsi daya. Perpaduan ini memungkinkan peningkatan efisiensi daya baterai yang cukup signifikan tanpa mengurangi performa tampilan.
Secara keseluruhan, berbagai inovasi ini menghadirkan pengalaman layar foldable yang semakin matang, dengan struktur yang lebih kuat, tampilan yang lebih imersif, serta desain lipatan yang semakin tersamarkan untuk memberikan pengalaman visual yang lebih seamless bagi pengguna.
Baca Juga: Spigen Hadirkan Casing untuk Samsung Galaxy Z Fold 7, Lebih Tipis dan Ramping
Samsung memiliki rekam jejak panjang dalam mengembangkan teknologi layar mobile, seperti mendorong adopsi teknologi AMOLED di tahun 2007 dan menghadirkan solusi layar fleksibel yang memungkinkan desain perangkat foldable.
Selama perjalanan tujuh generasi Galaxy foldable, Samsung terus mempelajari bagaimana konsumen menggunakan perangkat ini dalam kehidupan sehari-hari dan menerjemahkan masukan tersebut menjadi pengembangan baru.
Hasilnya adalah pengalaman foldable yang semakin matang, dengan layar yang lebih luas dan imersif, lipatan layar yang semakin minim terlihat, serta desain yang tetap mengutamakan ketahanan dan kemudahan dibawa ke mana saja.
Untuk memenuhi harapan tersebut, Samsung melakukan pendekatan baru dalam merancang struktur layar dengan menggabungkan inovasi teknologi, material canggih, dan rekayasa mekanik yang presisi. Upaya ini menghasilkan salah satu pencapaian terbaru dalam evolusi layar foldable melalui teknologi Flex Titanium.
Baca Juga: Motorola Memperkenalkan 3 Ponsel Lipat Baru ke dalam Jajaran Razr











