Samsung Perkenalkan Flex Titanium: Bikin Layar Ponsel Lipat Lebih Luas

Rahmat Jiwandono
Rabu 15 Juli 2026, 20:13 WIB
Teknologi flex titanium yang dirancang untuk ponsel lipat. (Sumber: Samsung)

Teknologi flex titanium yang dirancang untuk ponsel lipat. (Sumber: Samsung)

Techverse.asia - Samsung hari ini resmi memperkenalkan teknologi baru bernama Flex Titanium untuk perangkat ponsel lipat Galaxy miliknya mendatang, Rabu (15/7/2026). Teknologi ini disebut menyempurnakan struktur dan material foldable guna memberikan pengalaman menonton yang lebih imersif, meningkatkan daya tahan layar, dan mengurangi tampilan lipatan di layar.

"Ponsel lipat kami yang akan segera diluncurkan, kami menggabungkan pengalaman serta keahlian yang telah dibangun selama bertahun-tahun menghadirkan inovasi layar yang dapat meningkatkan pengalaman pemakai, termasuk pengalaman menonton yang lebih unggul," ungkap Executive Vice President (EVP) dan Senior Executive, Mobile Research and Development (R&D) Office - H/W Samsung Sunghoon Moon.

Sunghoon menjelaskan, supaya bisa menghadirkan layar yang mampu memberikan pengalaman menonton imersif sekaligus tetap andal dalam pemakaian sehari-hari, Samsung kembangkan pendekatan anyar dalam merancang struktur layar ponsel lipat.

Tantangannya yakni menemukan material yang punya kekuatan guna menghadapi tekanan eksternal, fleksibilitas guna mendukung pemakaian lipat berulang kali, dan desain yang tetap slim supaya gawainya tetap bisa mempertahankan bentuknya yang ramping.

Baca Juga: Claude Cowork Mulai Berekspansi ke Platform Seluler dan Web

"Keseimbangan antara tiga elemen ini menjadi fondasi penting dalam evolusi teknologi perangkat lipat, dan titanium hadir sebagai material yang mampu menjawabnya," katanya.

Sebagaimana diketahui, material titanium dikenal sebagai material pilihan untuk beragam teknologi bertuntutan tinggi berkat kombinasi kekuatan serta daya tahan. Ini bahkan telah dipakai dalam aplikasi seperti antena satelit dan roda rover Mars. Walau sangat tangguh, namun karakter titanium yang cenderung kaku membuat penerapannya pada ponsel lipat jadi tantangan tersendiri.

Namun, perusahaan berhasil mengoptimalkan pemakaian titanium pada dua komponen penting: titanium plate dan titanium-alloy film. Titanium plate ditempatkan persis di bawah titanium-alloy film, yang berfungsi sebagai struktur pendukung fleksibel guna menopang modul layar dari bagian bawah.

"Dengan teknologi pemrosesan lubang canggih pada pelat titanium, struktur tersebut memungkinkan koneksi yang lebih erat antara pelat dan modul layar dengan mengurangi celah udara di antara keduanya. Hasilnya ialah struktur ini bikin layar lebih stabil ketika perangkat dibuka, sekaligus tetap fleksibel dibuka berkali-kali," ujarnya.

Baca Juga: Samsung Umumkan Solusi Pendidikan Digital untuk Kurikulum Merdeka

Sedangkan, titanium-alloy film berfungsi sebagai lapisan di atasnya yang memperkuat struktur layar dari dalam, tepat di bawah panel OLED. Bila dibandingkan dengan film berbahan polimer konvensional, material tersebut menjanjikan tingkat kekakuan mekanis sampai 20 kali lebih tinggi.

Lewat proses rolling yang presisi, titanium-alloy film bisa dibuat dengan ketebalan yang sangat tipis, yakni cuma sepertiga dari rata-rata diameter sehelai rambut manusia, sehingga memungkinkan desain panel layar yang lebih ramping tanpa mengorbankan ketahanan.

Selain itu, Flex Titanium juga menyatukan arsitektur beresolusi tinggi dengan material organik generasi paling anyar guna menghasilkan kualitas visual yang lebih tajam sekaligus memaksimalkan konsumsi daya. Perpaduan ini memungkinkan peningkatan efisiensi daya baterai yang cukup signifikan tanpa mengurangi performa tampilan.

Secara keseluruhan, berbagai inovasi ini menghadirkan pengalaman layar foldable yang semakin matang, dengan struktur yang lebih kuat, tampilan yang lebih imersif, serta desain lipatan yang semakin tersamarkan untuk memberikan pengalaman visual yang lebih seamless bagi pengguna.

Baca Juga: Spigen Hadirkan Casing untuk Samsung Galaxy Z Fold 7, Lebih Tipis dan Ramping

Samsung memiliki rekam jejak panjang dalam mengembangkan teknologi layar mobile, seperti mendorong adopsi teknologi AMOLED di tahun 2007 dan menghadirkan solusi layar fleksibel yang memungkinkan desain perangkat foldable.

Selama perjalanan tujuh generasi Galaxy foldable, Samsung terus mempelajari bagaimana konsumen menggunakan perangkat ini dalam kehidupan sehari-hari dan menerjemahkan masukan tersebut menjadi pengembangan baru.

Hasilnya adalah pengalaman foldable yang semakin matang, dengan layar yang lebih luas dan imersif, lipatan layar yang semakin minim terlihat, serta desain yang tetap mengutamakan ketahanan dan kemudahan dibawa ke mana saja.

Untuk memenuhi harapan tersebut, Samsung melakukan pendekatan baru dalam merancang struktur layar dengan menggabungkan inovasi teknologi, material canggih, dan rekayasa mekanik yang presisi. Upaya ini menghasilkan salah satu pencapaian terbaru dalam evolusi layar foldable melalui teknologi Flex Titanium.

Baca Juga: Motorola Memperkenalkan 3 Ponsel Lipat Baru ke dalam Jajaran Razr

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Culture15 Juli 2026, 20:24 WIB

Konservasi Candi Prambanan Resmi Dimulai, Prabowo: Jembatan Indonesia-India

Upaya tersebut semakin mengukuhkan posisi DIY sebagai pusat kebudayaan nasional dan ruang dialog antarperadaban dunia.
Ilustrasi wisata Candi Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). (Sumber: Kemenpar)
Techno15 Juli 2026, 20:13 WIB

Samsung Perkenalkan Flex Titanium: Bikin Layar Ponsel Lipat Lebih Luas

Teknologi layar terbaru ini meningkatkan daya tahan dan mengurangi tampilan lipatan.
Teknologi flex titanium yang dirancang untuk ponsel lipat. (Sumber: Samsung)
Lifestyle15 Juli 2026, 19:12 WIB

Indonesia Lolos Kualifikasi PUBG Mobile, Siap Tanding di ENC 2026

Tim yang akan mewakili Indonesia terdiri dari Rosemary, Zeta, Yummy, Potato, Snape, dan Reizy.
Sebanyak 15 tim telah lolos kualifikasi PUBG Mobile untuk berlaga di ENC 2026. L
Techno15 Juli 2026, 16:05 WIB

Claude Cowork Mulai Berekspansi ke Platform Seluler dan Web

Sekarang kamu dapat mengarahkan Claude Cowork AI Anthropic dari ponsel pintarmu.
Claude Cowork. (Sumber: Anthropic)
Startup15 Juli 2026, 13:40 WIB

PolicyStreet Umumkan Pendanaan Seri C Sebesar US$26 Juta

Investasi ini memperkuat komitmen perusahaan untuk mempersempit kesenjangan perlindungan di Asia melalui asuransi terintegrasi.
PolicyStreet. (Sumber: null)
Techno15 Juli 2026, 12:29 WIB

Spesifikasi dan Harga Monitor In-ear Sony IER-M500, Ada 3 Opsi Warna

Sony Electronics Meluncurkan Earphone In-Ear Monitor dengan Isolasi Kebisingan Tinggi untuk Meningkatkan Pengalaman Pertunjukan di Panggung
Sony IER-M500.
Automotive15 Juli 2026, 12:26 WIB

Honda Super One akan Dipamerkan di GIIAS 2026, Debut Perdana di Asia Tenggara

Kehadiran Honda Super-ONE menjadi bagian dari upaya Honda dalam memperkuat identitas Honda Electric di Indonesia.
Honda Super One akan dipajang di gelaran GIIAS 2026. (Sumber: Honda)
Techno15 Juli 2026, 10:34 WIB

ASUS Rilis Kontroler Raikiri II Pro PC, Kecepatan Polling Tembus 8K

Kontroler PC kelas atas menghadirkan performa elit bagi para gamer yang mencari kontrol presisi dan opsi kustomisasi mendalam.
ASUS ROG Raikiri II Pro PC. (Sumber: ASUS)
Culture14 Juli 2026, 21:09 WIB

Inovatif, Mie Lethek Khas Bantul Kini Tersedia dalam Bentuk Kemasan

Mie lethek sendiri termasuk dalam warisan budaya tak benda.
Mie lethek Yu Murti dalam kemasan plastik. (Sumber: istimewa)
Techno14 Juli 2026, 20:45 WIB

Dorong Inovasi Mitra, SailPoint Hadirkan Unified Platform Access

Program baru yang memungkinkan mitra teknologi membangun aplikasi native, mendorong terciptanya “app economy” keamanan identitas yang kolaboratif bagi pelanggan.
Unified Platform Access. (Sumber: SailPoint)