Techverse.asia - Di antara megahnya menara Candi Prambanan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang telah berdiri lebih dari seribu tahun, Indonesia dan India menandai babak baru persahabatan dua bangsa melalui pelestarian warisan budaya dunia.
Pada 8 Juli kemarin, Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi telah meresmikan dimulainya kerja sama konservasi Kompleks Candi Prambanan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Baca Juga: Inovatif, Mie Lethek Khas Bantul Kini Tersedia dalam Bentuk Kemasan
Babak baru kerja sama budaya Indonesia–India itu ditandai dengan pembukaan plakat konservasi warisan budaya di kawasan Candi Prambanan. Peresmian ini menjadi tonggak penting penguatan hubungan budaya kedua negara yang telah terjalin selama berabad-abad, sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam menjaga salah satu mahakarya peradaban dunia yang diakui UNESCO.
Bagi Pemerintah Daerah (Pemda) DIY, dimulainya kerja sama konservasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pelestarian warisan budaya dunia sekaligus meneguhkan Yogyakarta sebagai simpul diplomasi budaya yang mempertemukan peradaban Indonesia dan India.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa Candi Prambanan bukan hanya simbol kejayaan sejarah dan kebudayaan Indonesia, tetapi juga pengingat kuat hubungan peradaban Indonesia dan India yang telah berlangsung lebih dari satu milenium.
Menurutnya, jejak hubungan tersebut masih dapat dilihat hingga kini melalui relief Ramayana, nilai-nilai budaya, serta berbagai warisan intelektual yang berkembang di kedua negara.
Baca Juga: Binus University Hadirkan Wisata ke Candi Borobudur Jalur Headset VR
"Candi Prambanan bukan hanya simbol kejayaan sejarah dan kebudayaan Indonesia, tetapi juga menjadi pengingat akan kuatnya hubungan peradaban yang telah terjalin antara Indonesia dan India selama lebih dari seribu tahun," ujarnya.
Lebih lanjut, Presiden menekankan budaya merupakan jembatan yang mampu menyatukan bangsa-bangsa, memperkuat saling pengertian, dan membangun kepercayaan. Karena itu, konservasi Prambanan menjadi investasi penting bagi masa depan hubungan Indonesia dan India sekaligus kontribusi nyata dalam menjaga warisan peradaban dunia.
"Budaya adalah jembatan yang mampu menyatukan bangsa-bangsa, memperkuat saling pengertian, serta membangun kepercayaan untuk menghadapi masa depan bersama," katanya.
Baca Juga: Indonesia, India, dan Vietnam Dorong Pertumbuhan Aplikasi Global di 2025
Sementara itu, Modi mengaku merasa terhormat dapat menjadi bagian dari dimulainya konservasi kompleks candi yang berusia sekitar 1.000 hingga 1.200 tahun tersebut. Ia menyebut Candi Prambanan sebagai warisan budaya yang memiliki nilai sejarah dan spiritual yang sangat mendalam.
"Saya merasa sangat beruntung mendapat kesempatan memulai pekerjaan restorasi dan renovasi warisan budaya yang telah berusia sekitar 1.000 hingga 1.200 tahun ini. Saya sangat antusias," ujar Modi.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia yang dinilai berhasil menjaga dan merawat Prambanan selama berabad-abad. Menurutnya, dimulainya proyek konservasi ini akan semakin meningkatkan minat wisatawan dan peziarah dari India untuk berkunjung ke Indonesia, khususnya ke DIY.
"Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Indonesia karena telah menjaga dan merawat warisan budaya yang begitu besar ini dengan penuh pengabdian," kata Modi.
Baca Juga: Dubes Inggris Akan Serahkan Salinan Manuskrip Digital Jawa dari British Library Kepada Pemda DIY
Kerja sama konservasi Indonesia–India akan difokuskan pada revitalisasi Candi Perwara yang mengelilingi tiga candi utama Prambanan. Dari lebih dari 200 Candi Perwara yang ada, hingga saat ini baru sebagian kecil yang telah berhasil direvitalisasi.
Melalui kolaborasi ini, kedua negara akan melakukan kajian teknis, penguatan dokumentasi ilmiah, pertukaran keahlian konservasi, serta pengembangan teknologi pelestarian cagar budaya.
Selain pemugaran fisik, kerja sama tersebut juga diharapkan memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang arkeologi dan konservasi, sekaligus memperkaya pengetahuan tentang pengelolaan situs warisan dunia yang berkelanjutan. Dengan demikian, Prambanan tidak hanya terjaga secara fisik, tetapi juga semakin relevan sebagai ruang pembelajaran sejarah dan peradaban bagi generasi masa depan.













