Ini Perbedaan Antara 'Gangguan Mental' Dan 'Masalah Kesehatan Mental'

Uli Febriarni
Rabu 09 November 2022, 23:46 WIB
anak muda / freepik

anak muda / freepik

Temuan terbaru Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS), menunjukkan bahwa, 1 dari 20 (5,5 persen) atau 2,45 juta remaja terdiagnosis mengalami masalah gangguan mental. Temuan berikutnya, 1 dari 3 (34,9 persen) atau 15,5 juta remaja memiliki satu masalah kesehatan mental dalam 12 bulan terakhir.

Baca Juga: Teman Pendiam Itu Terkadang Wajahnya Tenang, Benaknya Bergelombang Dan Kepalanya Berisikan Badai

I-NAMHS juga mengungkap, meskipun pemerintah sudah meningkatkan akses ke pelbagai fasilitas kesehatan, hanya sedikit remaja yang mencari bantuan profesional untuk masalah kesehatan mental mereka.

Menurut penelitian itu pula, hanya 2,6% dari remaja yang memiliki masalah kesehatan mental menggunakan fasilitas kesehatan mental atau konseling, untuk membantu mereka mengatasi masalah emosi dan perilaku mereka dalam 12 bulan terakhir.

Angka tersebut masih sangat kecil dibandingkan jumlah remaja yang sebenarnya membutuhkan bantuan dalam mengatasi permasalahan mental mereka.

Baca Juga: 1 Dari 20 Remaja Indonesia Alami Gangguan Mental: Fasilitas Kesehatan Banyak, Yang Mencari Bantuan Sedikit

Menanggapi itu, Dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR) Margaretha SPsi PGDipPsych GCertEd MSc menjelaskan, ada perbedaan antara gangguan mental dan masalah kesehatan mental.

Gangguan mental adalah apabila remaja memenuhi seluruh kriteria klinis yang dimaksud sebagai gangguan.

Sementara itu, remaja yang tidak memenuhi kriteria tersebut namun memunculkan beberapa persoalan, maka remaja ini memiliki masalah kesehatan mental.

Baca Juga: Menjaga Kesehatan Mental Saat Hadapi Tekanan Kiri Kanan: Cukup Tidur Dan Jangan Lupa Makan

“Jadi bedanya, antara kita sebut sebagai gangguan PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) itu kalau sudah full klinis. Tapi kalau masih separuh, kita sebut masalah kecemasan,” ujarnya, dikutip dari laman Universitas Airlangga, Rabu (9/11/2022). 

Menurut Margaretha, permasalahan kesehatan mental remaja harus mendapat perhatian serius. Apalagi terjadi peningkatan jumlah masalah kesehatan mental pada remaja akibat pandemi Covid-19.

Ia mengungkap, usia remaja merupakan masa transisi menuju kehidupan dewasa. Terdapat jenis gangguan kesehatan mental yang umumnya mulai muncul pada remaja rentang usia 15 hingga 18 tahun. Mulai dari yang menyangkut persoalan orientasi seksual sampai gangguan kepribadian.

“Saat masa transisi, memang secara khas ada pergolakan jadi kalau punya masalah tersamarkan dengan proses pergolakan tersebut," terang dosen psikologi klinis tersebut. 

"Nah, akhirnya yang benar-benar punya persoalan kesehatan mental atau gangguan kesehatan mental tidak tertolong dan berkembang menjadi masalah yang lebih berat,” imbuh dia. 

Selain faktor usia dan pandangan orang kebanyakan, -yang menganggap remaja tidak memiliki masalah dibandingkan orang dewasa-, mereka juga terbatas dalam mengakses layanan kesehatan mental. Karena mereka masih bergantung pada orang tua.

"Di sisi lain, banyak orang tua yang kurang peka bahkan tidak memberikan bantuan," ujarnya.

Melihat pada kondisi tersebut, maka peran keluarga sebagai tempat perlindungan anak yang utama haruslah berjalan. Hal itu juga harus seiring dengan kesadaran dan kepedulian orang tua, terhadap isu kesehatan mental remaja.

Ketika keluarga tidak mampu menjalankan peran tersebut, maka sekitar 20% dari keluarga akan mencari bantuan di sekolah, tempat ibadah, serta komunitas. Demikian yang kemudian dibeberkan dalam riset temuan riset I-NAMHS.

Bukan hanya peran orang tua, sekolah juga harus meningkatkan literasi kesehatan mental kepada pendidik. Selain itu juga menyediakan layanan seperti pelajaran pengelolaan stres, serta tidak perlu ragu merekomendasikan siswa ke pihak profesional, apabila penanganan anak tersebut berada di luar kemampuan sekolah.

"Kalau kita (orang tua dan pendidik) bisa membantu menurunkan jumlah remaja gangguan mental, tentu saat dewasa kita juga mengurangi biaya yang harus dikeluarkan untuk mencari pengobatan dan menciptakan masyarakat yang lebih produktif,” tandasnya.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkini
Techno17 Juni 2026, 13:52 WIB

Microsoft Surface Laptop dan Surface Pro dengan Prosesor Snapdragon X2 Meluncur Global

Dua laptop baru ini juga memiliki pilihan warna-warna baru yang mewah.
Microsoft Surface Laptop (kiri) dan Surface Pro. (Sumber: Microsoft)
Techno17 Juni 2026, 13:23 WIB

Google Resmi Merilis Sistem Operasi Android 17, Lihat Apa Saja yang Baru

Jelajahi fitur-fitur terbaru di Android 17, termasuk multitasking yang lebih cepat, alat pembuatan konten yang lebih baik, dan peningkatan keamanan.
Android 17. (Sumber: Google)
Techno17 Juni 2026, 12:53 WIB

Snap Specs: Kacamata Augmented Reality Seharga Hampir Rp39 Juta

Snap akhirnya meluncurkan kacamata AR yang telah lama ditunggu-tunggu, Specs.
Snap Specs. (Sumber: Snap)
Techno16 Juni 2026, 18:12 WIB

SailPoint Umumkan Integrasi Baru dengan Claude Compliance API

Tujuannya untuk memberikna keamanan identitas tingkat perusahaan bagi platform AI.
SailPoint x Claude. (Sumber: istimewa)
Techno16 Juni 2026, 18:03 WIB

Peringati 2 Dekade ROG, ASUS Meluncurkan Motherboard Crosshair 2006

Desain ini menampilkan warna tembaga yang dominan dengan sentuhan kecil warna biru dan putih.
Motherboard Crosshair 2026. (Sumber: ASUS ROG)
Startup16 Juni 2026, 17:52 WIB

Futurepreneur Lab 2026 Dukung 20 Startup Universitas untuk Dapat Modal

Selain Khong Guan, ada dukungan dari Komdigi, Garuda Spark, dan Taka Lab.
Futurepreneur Lab 2026.
Automotive16 Juni 2026, 17:14 WIB

All New Lexus ES Segera Meluncur di Indonesia pada Juli 2026

Selain tersedia dalam tipe BEV, mobil ini juga akan tersedia dalam model HEV.
Lexus ES. (Sumber: Lexus)
Hobby16 Juni 2026, 16:18 WIB

Cerita Alumni UMY Chairul Mukmin Jadi Pemenang Pertama SUCI 12

Menapaki jalan yang panjang dan enggak mudah di dunia komedi.
Chairul Mukmin juara pertama SUCI 12. (Sumber: UMY)
Lifestyle16 Juni 2026, 16:03 WIB

ASICS x Isa Boulder Hadirkan Siluet Hypersync dengan Sentuhan Khas Bali

Sepatu ini bisa kamu beli secara online atau datang ke Potato Head Bali.
ASICS x Isa Boulder. (Sumber: ist)
Techno16 Juni 2026, 15:16 WIB

Marshall Meluncurkan Headphone Milton ANC, Harganya Rp4 Juta

Perangkat wearable ini menjanjikan daya baterai hingga 80 jam dengan mode ANC non-aktif.
Marshall Milton ANC.