Dapat Dana Hibah, Nafas x DBS Indonesia akan Pasang Puluhan Alat Sensor Kualitas Udara

Rahmat Jiwandono
Rabu 21 Agustus 2024, 19:34 WIB
Bank DBS Indonesia memberikan dana hibah kepada startup Nafas untuk memasang alat sensor kualitas udara. (Sumber: DBS)

Bank DBS Indonesia memberikan dana hibah kepada startup Nafas untuk memasang alat sensor kualitas udara. (Sumber: DBS)

Techverse.asia - Bank DBS Indonesia menggandeng perusahaan startup Nafas yang menyediakan alat pengukur kualitas udara secara real-time, terlokalisasi, dan akurat guna memasang sebanyak 50 sensor kualitas udara.

Ini adalah salah satu langkah DBS Indonesia dalam memanfaatkan dana hibah yang totalnya mencapai Rp8,2 miliar lewat program DBS Foundation (DBSF) Business for Impact Grant Award 2023. Dan Nafas salah satu yang mendapatkannya untuk mengatasi persoalan lingkungan serta sosial meliputi polusi udara, limbah makanan, plastik dan pemberdayaan perempuan.

Menurut data Nafas, per Januari-Juni 2024, kualitas udara di Kota Jakarta menunjukkan rata-rata konsentrasi partikulat atau PM 2,5 sebesar 34 µg/m3. Artinya, tujuh kali lebih buruk daripada standar yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang sebesar 5 µg/m3 per tahunnya.

Baca Juga: Mangkunegaran Digital Day 2024: Mewujudkan Kota Solo sebagai Pusat Digital

Pengukuran itu memakai skala dari Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (AS), yang mengkategorikan kualitas udara menjadi enam jenis: udara berbahaya (coklat), sangat tak sehat (ungu), tidak sehat (merah), tak sehat bagi kelompok sensitif (oranye), sedang (kuning), dan baik (hijau).

Data ini diambil dari lebih 100 sensor kualitas udara yang dipasang oleh Nafas di seluruh wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Co-founder sekaligus CEO Nafas Indonesia Nathan Roestandy menjelaskan bahwa salah satu langkah mengatasi isu kualitas udara tersebut yakni dengan menghadirkan data yang lebih komprehensif dan real-time dengan adanya lebih banyak lagi alat sensor udara di banyak titik.

"Dengan memasang sejumlah alat pengukur sensor udara, kami yakin bisa memberikan gambaran data yang lebih komplet tentang kondisi udara di berbagai daerah supaya pemeritah maupun instansi terkait dapat membuat kebijakan atau strategi yang lebih baik untuk menyelesaikan persoalan ini," katanya, Rabu (21/8/2024).

Baca Juga: Google Discover Akan Luncurkan Informasi Kualitas Udara

Nafas sejauh ini tercatat memiliki 250 sensor kualitas udara yang tersebar di seluruh daerah di Tanah Air. Dengan memperoleh dana hibah dari DBS Indonesia, startup ini akan menargetkan akan memasang setidaknya 50 alat sensor kualitas udara sampai akhir 2024, dan 700 sensor pada tahun depan.

"Target kami pada tahun ini adalah bisa mempunyai alat sensor kualitas udara mencapai 300 unit. Dan target untuk 2025 mendatang kami bisa punya 1.000 unit sensor kualitas udara. Kami akan memasang alat ini di Pulau Kalimantan, Sumatra, dan Sulawesi karena di tiga pulau tersebut juga terdapat pusat industri," terangnya.

Adapun sensor kualitas udara luar ruangan yang dipasang oleh Nafas punya tiga cara kerja. Pertama, sensor udara luar ruangan Nafas akan menangkap partikel-partikel kecil, gas, dan temperatur, hingga kelembapan. Selanjutnya, sampel tersebut bisa diambil sebanyak 20 kali setiap menit guna diolah serta dikalibrasi.

"Yang terakhir adalah data akan ditampilkan di aplikasi Nafas dan bakal diperbarui setiap 10 hingga 20 menit," ujar dia.

Baca Juga: Kata Penelitian: Polusi Udara Dapat Menjadi Faktor Pemicu Orang Depresi

Nafas bercita-cita untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap udara yang mereka hirup serta dampaknya bagi kehidupan. Kolaborasi kedua pihak ini diharapkan dapat masyarakat bisa paham tentang kualitas udara yang bagus, sehat, dan bersih, bukan untuk hari ini saja tapi untuk masa depan juga.

"Kolaborasi kami bersama Nafas sejalan dengan 'spark' yang kami punya guna memberikan dampak positif yang signifikan untuk masyarakat," ujar Direktur Consumer Banking Bank DBS Indonesia Melfrida Gultom.

Ia menyampaikan bahwa kolaborasi DBS Indonesia x Nafas juga berkelindan dengan pilar ketiga perusahaan yang berbunyi Impact Beyond Banking. Menurutnya, dengan mengitegrasikan teknologi inovatif dari Nafas, mereka percaya bahwa upaya ini bakal membawa perubahan yang nyata di kehidupan sehari-hari masyarakat dan nasabahnya.

Di samping itu, DBS Indonesia coba terapkan poros bisnis hijau yang mana sejak tahun lalu, pihaknya pun telah mengganti lampu di seluruh kantornya dengan lampu LED yang lebih hemat energi. DBS Indonesia juga memasang panel surya di sejumlah kantor cabang.

Baca Juga: Automa Raih Dukungan Pendanaan untuk Mengurangi Jejak Karbon

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno18 Maret 2026, 19:48 WIB

Lenovo Umumkan Legion Go Fold Concept, Dapat Dipakai dalam 4 Mode

Layarnya bisa dilebarkan dari 7 hingga 11 inci.
Konsep Legion Go Fold dalam mode layar penuh horizon. (Sumber: Lenovo)
Travel18 Maret 2026, 19:35 WIB

Pengiriman Hewan Peliharaan Melonjak Sekitar 6% Saat Arus Mudik Lebaran

KAI Logistik berkomitmen menghadirkan layanan pengiriman hewan peliharaan yang aman, nyaman, dan terpercaya.
Ilustrasi pengiriman hewan peliharaan melalui KAI Logistik. (Sumber: KAI)
Techno18 Maret 2026, 16:18 WIB

Pelanggan Apple Music Mendapatkan Alat Penemuan Musik Baru di TikTok

TikTok sekarang memungkinkan pelanggan Apple Music untuk memutar lagu secara penuh tanpa meninggalkan aplikasi.
Integrasi TikTok x Apple Music. (Sumber: tiktok)
Automotive18 Maret 2026, 15:54 WIB

Ducati Monster Tampil dengan Corak Sport Baru, Lebih Gahar

Tersedia di dealer mulai April 2026, corak Sport ini melengkapi pilihan warna Monster dan Monster Plus.
Ducati Monster dengan corak Sport. (Sumber: Ducati)
Techno18 Maret 2026, 15:26 WIB

Acer Predator Helios Neo Hadir dengan Prosesor dan Kartu Grafis Anyar

Dilengkapi dengan prosesor Intel Core Ultra 200HX Plus series dan GPU laptop Nvidia GeForce RTX 5080.
Acer Predator Helios Neo 18 AI. (Sumber: Acer)
Startup18 Maret 2026, 14:51 WIB

LLV InnoLab: Akses bagi Perusahaan Global Uji dan Komersialisasikan Teknologi

Living Lab Ventures (LLV) adalah corporate venture capital Sinar Mas Land untuk sektor agnostik di Asia Tenggara.
Program Innolab dari LLV. (Sumber: Living Lab Ventures)
Techno18 Maret 2026, 14:11 WIB

Oppo Find N6 Membawa AI Pen Eksklusif dan Free-flow Window

Ponsel lipat baru Oppo ini ditenagai cip Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan punya dua varian warna.
Oppo Find N6. (Sumber: Oppo)
Lifestyle18 Maret 2026, 13:36 WIB

Trailer Dune: Part Three: Kemunculan Anya Taylor-Joy dan Robert Pattinson

Bersiaplah untuk kunjungan terakhir Anda ke Arrakis.
Poster Dune 3. (Sumber: Warner Bros)
Techno17 Maret 2026, 19:22 WIB

ASUS Rilis NUC 16 Pro Mini PC Generasi Baru, Intip Spesifikasi Lengkapnya

Menampilkan performa Intel Core Ultra Series 3, grafis 1,5 kali lebih cepat, dan keamanan tingkat perusahaan.
ASUS NUC 16 Pro Mini PC. (Sumber: ASUS)
Lifestyle17 Maret 2026, 19:10 WIB

Adidas Hyperboost Edge: Memulai Era Baru Lari di Jalan Raya

Hyperboost Edge memperkenalkan era baru lari di jalan raya dengan menggabungkan bantalan maksimal, pengembalian energi tinggi, dan performa ringan dalam satu sepatu.
Adidas Hyperboost Edge. (Sumber: Adidas)