JULO Optimistis Salurkan Dana Sampai Rp10,6 Triliun dan Bangun Neobank

Uli Febriarni
Senin 10 Juni 2024, 17:35 WIB
Ankur Mehrotra, Presiden Grup, JULO (Sumber: null)

Ankur Mehrotra, Presiden Grup, JULO (Sumber: null)

JULO Indonesia optimistis, tahun ini mereka akan membukukan dana sebesar US$650 juta (sekitar Rp10,6 triliun) dan meluncurkan neobank.

JULO merupakan platform layanan keuangan digital terkemuka, yang didedikasikan untuk inklusi keuangan bagi masyarakat yang tidak mempunyai rekening bank di Indonesia.

Saat ini, mereka mengumumkan telah mencapai pertumbuhan penyaluran pinjaman yang signifikan.

"Dalam empat bulan pertama 2024, total penyaluran pinjaman JULO melonjak 87,19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, melebihi US$189 juta. Perusahaan kini berada di jalur yang tepat untuk mengucurkan lebih dari US$650 juta pada 2024," ungkap perusahaan, seperti diungkap lewat laporan AC Ventures, dikutip Senin (10/6/2024).

Sebagai gambaran, perusahaan ini telah berhasil menyalurkan dana sebesar lebih dari US$1 miliar sejak didirikan pada 2016, dengan pencapaian hampir US$500 juta yang dicairkan pada 2023—meningkat sebesar 50% dari tahun sebelumnya.

Perusahaan juga mengalami lonjakan basis penggunanya, menarik lebih dari 2 juta pengguna, menandai peningkatan sebesar 58% pada 2023.

Baca Juga: Komitmen Dimulai, Seluruh Perangkat Terbaru OPPO Bakal Bertenaga AI Generatif

Didukung oleh AC Ventures, JULO kini telah memperoleh laba sebelum pajak dan diperkirakan akan memperoleh keuntungan penuh pada akhir tahun ini.

"Memanfaatkan model bisnis yang telah terbukti dan pertumbuhan yang kuat, JULO siap untuk berkembang menjadi bank baru yang berfokus pada dampak, berdedikasi untuk melayani pasar Indonesia yang sebagian besar kurang terlayani dan memajukan inklusi keuangan di wilayah tersebut," lanjut laporan itu.

Inti dari kesuksesannya hingga saat ini, perusahaan telah memelopori produk pembiayaan konsumen inovatif yang memanfaatkan data perilaku komprehensif untuk penjaminan kredit mutakhir.

Strategi tersebut, memungkinkan JULO untuk mengembangkan dan menawarkan produk kartu kredit virtual, yang dirancang khusus untuk masyarakat berpenghasilan menengah di Indonesia. Ini berarti, memberikan akses kredit yang belum pernah ada sebelumnya kepada jutaan orang dan mendorong pemberdayaan ekonomi di seluruh negeri.

Baca Juga: Power Bank Anker 321 dan Speaker Soundcore A3102 Ditarik Kembali

Pencapaian pertumbuhan terbaru perusahaan ini juga mencakup peningkatan pendapatan sebesar 73% pada 2023, dan tingkat retensi per kelompok yang luar biasa sebesar 75%+, yang secara signifikan mengurangi biaya perolehan pinjaman dan meningkatkan efisiensi operasional.

Pertumbuhan JULO didukung oleh kemitraan dengan lembaga keuangan terkemuka. Termasuk perusahaan global seperti Credit Saison dan juga raksasa lokal seperti Bank Sampoerna dan Superbank, untuk memberdayakan penyaluran dana ke segmen berpenghasilan menengah di Indonesia.

Baca Juga: OJK Menyebutkan Generasi Milenial dan Z Rentan Terjerat Pinjol Ilegal dan Investasi Bodong

Baca Juga: Moto Guzzi V7 Stone Special Edition, Performa Lebih Tinggi dan Desain Baru

Presiden JULO Group, Ankur Mehrotra, menjelaskan bahwa sentimen investor dapat berfluktuasi, mencerminkan siklus ekonomi dan investasi yang lebih luas.

Meskipun terjadi gejolak, permintaan terhadap perusahaan jasa keuangan yang bertanggung jawab dan berfokus pada inklusi keuangan di Indonesia masih tetap ada.

"Di JULO, kami berkomitmen untuk menjadi entitas yang berorientasi pada dampak. Kini, lebih dari sebelumnya, terdapat minat investor yang jelas terhadap bisnis seperti milik kami; yang tidak hanya memberikan dampak sosial yang besar, namun juga menghasilkan keuntungan finansial yang besar bagi para investor kami," tuturnya,

Segmen pasar menengah di Indonesia memberikan peluang sekitar US$100 miliar, imbuhnya. Perusahaan baru-baru ini meluncurkan produk non-kredit, seperti asuransi, dan akan terus mengembangkan penawaran barunya.

Ankur mangaku sangat optimis terhadap prospek makroekonomi jangka panjang Indonesia, dan potensi industri jasa keuangan yang bertahan lama. Mengingat, Indonesia memiliki rasio utang rumah tangga terhadap PDB terendah di antara negara-negara ASEAN.

"Meskipun menghadapi berbagai krisis dan hambatan yang tidak terduga, JULO telah berhasil menavigasi pasar selama lebih dari tujuh tahun, dan kini berkembang lebih dari sebelumnya. Kami berkomitmen untuk membangun bisnis yang melampaui generasi," jelasnya.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Startup04 Mei 2026, 19:40 WIB

Jogja Spark X Pemkot Yogyakarta Dorong Talenta Lokal ke Level Global

Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan Jogja Spark kepada para pemangku kepentingan yang akan terlibat dalam pengembangan dan implementasinya ke depan.
Ilustrasi startup. (Sumber: pexels)
Techno04 Mei 2026, 18:20 WIB

Orka O1 Pro: Alat Bantu Dengar dengan Fitur Peredam Bising Aktif Pertama di Dunia

Perangkat ini menjanjikan masa pakai hingga 35 jam dan beratnya cuma 3,5 gram per earpiece.
Orka O1 Pro.
Automotive04 Mei 2026, 17:41 WIB

Omoda 4 Resmi Mulai Diproduksi Massal, Bawa Konsep Cyber Mecha

Estetika Cyber Mecha akan membentuk identitas visual eksklusif pada Omoda 4.
Omoda 4 Cyber Mecha. (Sumber: Chery)
Techno04 Mei 2026, 17:25 WIB

Netflix Clips Bantu Temukan Baru dari Cuplikan-cuplikan dari Programnya

Beginilah tampilan tayangan video vertikal baru Netflix.
Netflix Clips. (Sumber: Netflix)
Lifestyle04 Mei 2026, 15:31 WIB

The Blibli Match Series akan Diselenggarakan di 3 Kota

Event ini hadirkan pengalaman bermain padel dan terkoneksi dalam satu ekosistem.
Kompetisi padel The Blibli Match Series. (Sumber: dok. blibli)
Techno04 Mei 2026, 15:11 WIB

Samsung Hadirkan Galaxy Book 6 Enterprise Edition, Ditenagai Prosesor Intel Core Ultra dengan Intel vPro

Dibuat untuk penerapan perusahaan dengan pencitraan OS yang disesuaikan, konfigurasi BIOS, dan kemampuan penandaan aset.
Samsung Galaxy Book 6 Enterprise Edition. (Sumber: Samsung)
Startup04 Mei 2026, 14:11 WIB

Xurya Garap Lebih dari 300 Panel Surya di Indonesia Sepanjang 2025

Adopsi energi surya semakin didorong oleh stabilitas biaya dan ketahanan operasional.
Xurya Project. (Sumber: dok. xurya project)
Techno04 Mei 2026, 13:56 WIB

Garmin Instinct 3 Series Kini Ditawarkan dalam 3 Kelir Anyar

Padukan Street Style dan Ketangguhan untuk Urban Explorer.
Garmin Instinct 3 punya warna baru. (Sumber: Garmin)
Techno01 Mei 2026, 18:29 WIB

China Blokir Pembelian Meta terhadap Startup Manus, Ada Apa?

Otoritas setempat memblokir kesepakatan Manus senilai US$2 miliar milik Meta setelah penyelidikan berbulan-bulan.
Meta (Sumber: Wikimedia)
Techno01 Mei 2026, 18:15 WIB

TikTok Go by Tokopedia Bantu Dorong Bisnis Dine-in dan Kreator

TikTok GO by Tokopedia memperkuat sinergi antara konten, komunitas, dan aktivitas bisnis.
TikTok Go. (Sumber: istimewa)