Gapai Raih Seed Funding Belasan Miliar Rupiah, Perkuat Proses Operasional

Rahmat Jiwandono
Rabu 15 Mei 2024, 13:43 WIB
Gapai mendapat pendanaan sebesar Rp16 miliar. (Sumber: dok. gapai)

Gapai mendapat pendanaan sebesar Rp16 miliar. (Sumber: dok. gapai)

Techverse.asia - Gapai mendapat pendanaan tahap awal alias seed funding senilai kurang lebih Rp16 miliar atau sekitar US$1 juta. Perusahaan startup pencarian kerja ini akan menggunakan dana tersebut buat memperluas layanan penempatan kerja secara internasional.

Baca Juga: Performa dan Budaya Perusahaan Jadi Daya Tarik Utama Karyawan untuk Bekerja

Gapai hadir sebagai platform yang menghubungkan tenaga kerja migran di Tanah Air untuk memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) di luar negeri. Startup ini punya tujuan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja usia produktif dan mengatasi tingginya angka pengangguran di Indonesia. 

Putaran pendanaan seed funding tersebut dipimpin oleh Wavemaker Partners, dengan partisipasi dari Antler serta Angel Investor. Wavemaker Partners dan Antler adalah dua perusahaan modal ventura atau Venture Capital (VC) global yang memiliki spesialisasi startup tahap awal di wilayah Asia Tenggara.

"Investasi yang berasal dari Wavemaker Partners dan Antler ini menunjukkan kepercayaan terhadap potensi pertumbuhan Gapai dalam melakukan revolusi proses penyaluran tenaga kerja migran antar negara," ungkap Chief Executive Officer (CEO) Gapai Raditya Susilo lewat keterangan tertulisnya kami sadur pada Rabu (15/5/2024).

Baca Juga: Amartha Komitmen Bangun Ekosistem Finansial Inklusif di Asia Tenggara

Dikatakan Raditya, Gapai akan menggunakan seed funding tersebut untuk menguatkan proses operasional penempatan di luar negeri dengan infrastruktur teknologi yang komprehensif. Selain itu, pihaknya pun berusaha merevolusi proses pengalaman penempatan kerja di luar negeri dengan mengutamakan kemudahan, transparansi, dan kecepatan.

"Sejak mendapat dana dari Antler di tahap pendirian, Gapai telah mengembangkan jaringan yang terdiri dari 12.000 pekerja yang berkualitas. Dengan jumlah populasi Indonesia yang besar dan terus berkembang, kami optimistis dapat melipatkan jumlah tenaga kerja migran yang kami bantu setiap tahunnya," papar dia.

Adapun prioritas pengembangan bisnis Gapai di tahun ini ialah memperluas jangkauan pasar ke 15 negara. Ke-15 negara yang dimaksud antara lain Jerman, Inggris, Hungaria, Rumania, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, hingga Uni Emirat Arab (UEA).

Menurut data nasional dari tahun 2020-2023, ada peningkatan hingga tujuh kali lipat tentang kasus perdagangan ilegal terhadap pekerja migran asal Indonesia. Sekitar 1.800 orang telah menjadi korban penempatan kerja ilegal di banyak bidang.

Baca Juga: Elevarm Akan Tingkatkan Kapasitas Produksi Bibit dan Pupuk Organik Hingga 3x Lipat

Guna mengatasi persoalan tersebut, menurut dia, Gapai akan fokus pada penyaringan kandidat, melakukan wawancara, dan memberikan pelatihan peningkatan keterampilan bagi para pekerja migran Indonesia. Tujuan untuk membangun jaringan talenta yang sudah siap kerja dan bisa memenuhi permintaan pasar internasional.

"Dalam hal ini kami berperan untuk menghubungkan calon karyawan dengan perusahaan yang sesuai, sehingga proses penempatan kerja lintas batas negara bisa menjadi lebih cepat, aman, dan transparan jika dibandingkan dengan agen konvensional," katanya.

Gapai mencatat bisnisnya tumbuh hingga 10 kali lipat pada 2023, dibandingkan pada 2022. Pada tahun ini, Gapai punya target untuk menjaring sekitar 70 ribu pekerja Indonesia dan mengirim 2.200 diantaranya untuk berkarir di lanskap global.

Baca Juga: DEUS Luncurkan Platform untuk Manajemen Personalia Menjadi Lebih Efektif

"Dengan menerapkan penyaringan kandidat secara teliti, Gapai bertujuan untuk memastikan proses lamaran yang berkualitas tanpa harus menunggu lama seperti biasanya dan semua diselesaikan hanya dalam waktu satu sampai dua bulan," imbuh Managing Partner Wavemaker Partners Paul Santos.

Pada 2045, Indonesia akan menikmati bonus demografi yang mana sekitar 70 persen penduduk akan berada di umur produktif bekerja. Hal ini sangat kontras dengan negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Benua Eropa, yang saat ini sedang mengalami tantangan populasi yang kian menua serta pertumbuhan populasi yang melambat.

Atas dasar hal itulah, Gapai mempunyai misi untuk memimpin upaya guna memaksimalkan potensi tersebut. Sekaligus memastikan bahwa talenta-talenta Indonesia terlihat dan banyak dicari di level internasional.

Baca Juga: Maka Motors: Kisah Startup yang Berasal dari Garasi Kebanjiran

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno18 Maret 2026, 19:48 WIB

Lenovo Umumkan Legion Go Fold Concept, Dapat Dipakai dalam 4 Mode

Layarnya bisa dilebarkan dari 7 hingga 11 inci.
Konsep Legion Go Fold dalam mode layar penuh horizon. (Sumber: Lenovo)
Travel18 Maret 2026, 19:35 WIB

Pengiriman Hewan Peliharaan Melonjak Sekitar 6% Saat Arus Mudik Lebaran

KAI Logistik berkomitmen menghadirkan layanan pengiriman hewan peliharaan yang aman, nyaman, dan terpercaya.
Ilustrasi pengiriman hewan peliharaan melalui KAI Logistik. (Sumber: KAI)
Techno18 Maret 2026, 16:18 WIB

Pelanggan Apple Music Mendapatkan Alat Penemuan Musik Baru di TikTok

TikTok sekarang memungkinkan pelanggan Apple Music untuk memutar lagu secara penuh tanpa meninggalkan aplikasi.
Integrasi TikTok x Apple Music. (Sumber: tiktok)
Automotive18 Maret 2026, 15:54 WIB

Ducati Monster Tampil dengan Corak Sport Baru, Lebih Gahar

Tersedia di dealer mulai April 2026, corak Sport ini melengkapi pilihan warna Monster dan Monster Plus.
Ducati Monster dengan corak Sport. (Sumber: Ducati)
Techno18 Maret 2026, 15:26 WIB

Acer Predator Helios Neo Hadir dengan Prosesor dan Kartu Grafis Anyar

Dilengkapi dengan prosesor Intel Core Ultra 200HX Plus series dan GPU laptop Nvidia GeForce RTX 5080.
Acer Predator Helios Neo 18 AI. (Sumber: Acer)
Startup18 Maret 2026, 14:51 WIB

LLV InnoLab: Akses bagi Perusahaan Global Uji dan Komersialisasikan Teknologi

Living Lab Ventures (LLV) adalah corporate venture capital Sinar Mas Land untuk sektor agnostik di Asia Tenggara.
Program Innolab dari LLV. (Sumber: Living Lab Ventures)
Techno18 Maret 2026, 14:11 WIB

Oppo Find N6 Membawa AI Pen Eksklusif dan Free-flow Window

Ponsel lipat baru Oppo ini ditenagai cip Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan punya dua varian warna.
Oppo Find N6. (Sumber: Oppo)
Lifestyle18 Maret 2026, 13:36 WIB

Trailer Dune: Part Three: Kemunculan Anya Taylor-Joy dan Robert Pattinson

Bersiaplah untuk kunjungan terakhir Anda ke Arrakis.
Poster Dune 3. (Sumber: Warner Bros)
Techno17 Maret 2026, 19:22 WIB

ASUS Rilis NUC 16 Pro Mini PC Generasi Baru, Intip Spesifikasi Lengkapnya

Menampilkan performa Intel Core Ultra Series 3, grafis 1,5 kali lebih cepat, dan keamanan tingkat perusahaan.
ASUS NUC 16 Pro Mini PC. (Sumber: ASUS)
Lifestyle17 Maret 2026, 19:10 WIB

Adidas Hyperboost Edge: Memulai Era Baru Lari di Jalan Raya

Hyperboost Edge memperkenalkan era baru lari di jalan raya dengan menggabungkan bantalan maksimal, pengembalian energi tinggi, dan performa ringan dalam satu sepatu.
Adidas Hyperboost Edge. (Sumber: Adidas)