Dorong Penggunaan Biochar untuk Pertanian, WasteX Raih Pendanaan Rp7 Miliar

Uli Febriarni
Sabtu 06 April 2024, 20:16 WIB
Penggunaan biochar dari sekam padi oleh WasteX (Sumber: WasteX)

Penggunaan biochar dari sekam padi oleh WasteX (Sumber: WasteX)

Startup teknologi adaptasi iklim (climate tech) khusus pertanian, WasteX, meraih pendanaan US$450.000 (sekitar Rp7 miliar) dari P4G Partnerships.

WasteX yang kini beroperasi di Indonesia dan Filipina, menjalankan bisnisnya dengan mengubah limbah menjadi biochar, produk yang bernilai tambah serta membuat tanaman tumbuh lebih subur.

Penggunaan biochar diklaim dapat meningkatkan pendapatan petani dan mengurangi emisi karbon.

Startup WasteX mengembangkan solusi untuk memudahkan penggunaan biochar di dunia pertanian, dengan memanfaatkan carbonizer, aplikasi mobile, hingga insentif kredit karbon untuk petani.

Teknologi yang dikembangkan WasteX, bertumpu pada mesin carbonizer semi-otomatis skala kecil, dilengkapi dengan burner berbahan bakar ganda. Berbeda dengan carbonizer tradisional, yang umumnya menghasilkan panas dari pembakaran biomassa.

Carbonizer WasteX menggunakan dua jenis bahan bakar, yaitu biomassa dan gas sintesis (syngas), yang dihasilkan selama proses pirolisis atau pemanasan biomassa menjadi biochar.

Pemanfaatan syngas dapat mengurangi potensi emisi metana, sehingga proses produksi biochar lebih efisien energi dan ramah lingkungan.

Baca Juga: Seorang Ibu Muda Terkejut Mengetahui Alat Kontrasepsi Implannya Berada di Paru-paru

Pendiri dan CEO WasteX, Pawel Kuznicki, menyebut bahwa pendanaan terbaru ini adalah pendanaan katalitik paling efektif yang ada.

"P4G tidak hanya menyediakan modal cukup untuk startup climate tech, tetapi juga mendukung penuh penerima funding untuk terlibat dalam proses pembuatan kebijakan nasional dan pengembangan pasar," tuturnya, dikutip Sabtu (6/4/2024).

Tujuannya adalah mendorong kondisi pasar dan regulasi yang mendukung pertumbuhan dan adopsi inovasi.

Pendanaan dari P4G Partnership diberikan kepada Kemitraan WasteX-Bina Tani. WasteX akan memanfaatkan dana tersebut untuk membangun fasilitas produksi biochar, di lokasi-lokasi strategis di seluruh Indonesia, melalui model kemitraan dengan fasilitas pengolahan padi, jagung, dan kayu, serta peternakan ayam.

WasteX berinvestasi, mengembangkan, dan mengoperasikan fasilitas tersebut. Sementara itu, mitra akan memasok biomassa atau limbah organik yang akan digunakan sebagai bahan baku produksi biochar.

Sebagian besar biochar yang diproduksi akan diberikan secara gratis kepada petani lokal. Petani dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan, untuk mengaplikasikan biochar secara maksimal.

"Bersama dengan Bina Tani dan P4G Partnership, kami ingin manfaat biochar dapat dirasakan oleh banyak petani dan produsen pertanian di Indonesia," ujar Pawel, dalam keterangan resmi perusahaan.

Baca Juga: Teater Behing Project ISI Yogyakarta Akan Tampilkan Pertunjukkan 'Hemereng', Kritik Atas Kelola Sampah di Yogyakarta

Pawel menilai inisiatif tersebut sangat penting, terutama ketika harga pupuk meroket dan hasil panen menurun.

"Biochar akan mengurangi ketergantungan pada pupuk yang mahal, serta meningkatkan kesuburan dan ketahanan tanah dalam jangka panjang," kata dia.

Biochar juga membantu tanaman tumbuh lebih subur dan kuat. Caranya dengan mengikat pupuk dan meningkatkan ketersediaannya di tanah secara lebih efisien, menyimpan air, memperbaiki kondisi tanah, menyimpan karbon di dalam tanah, dan mengurangi konsumsi pupuk kimia.

Baca Juga: Tidak Kapok Gagal Bikin Mobil, Apple Mau Buat Robot Asisten Pribadi

Baca Juga: Palmsy: Media Sosial yang Semuanya Serba Palsu, Cocok buat Orang Anti Sosial

"Solusi menjanjikan ini, dapat menjadi pilihan bagi petani untuk beradaptasi dan bertahan di tengah kondisi pertanian yang terus berubah," imbuhnya.

Dalam penggunaannya kepada berbagai tanaman pertanian di Indonesia dan Filipina, biochar telah berhasil meningkatkan hasil panen 95% tanaman jagung, sekaligus mengurangi penggunaan pupuk hingga 50%.

Percobaan kepada tanaman padi, menunjukkan hasil panen meningkat 38%, dan potensi jangka panjang pengurangan penggunaan pupuk hingga 25%-50%.

Menurut Pawel, hal tersebut membuktikan manfaat sangat besar dari teknologi biochar WasteX untuk merevolusi praktik pertanian, dengan meningkatkan produktivitas dan mendorong pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.

Baca Juga: Kampus Kerja Sama dengan Platform Pinjol untuk Pembayaran UKT? Begini Kritik CfDS UGM

Executive Director P4G, Robyn McGuckin, mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan skala kecil dan menengah menjadi mesin pertumbuhan ekonomi.

P4G berkomitmen untuk mendukung bisnis yang menawarkan solusi inovatif bagi perbaikan iklim seperti WasteX.

"WasteX tidak hanya memberikan dampak positif jangka panjang kepada para petani kecil, tetapi juga berkontribusi terhadap pencapaian prioritas Indonesia, dalam meningkatkan ketahanan pangan dan pengurangan emisi karbon," tandasnya.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait
Techno

Hukumonline Raih Pendanaan Seri B dari MDIF

Kamis 01 Februari 2024, 15:18 WIB
Hukumonline Raih Pendanaan Seri B dari MDIF
Berita Terkini
Automotive31 Juli 2026, 16:28 WIB

GIIAS 2026: Wuling Aira Ev Resmi Meluncur, Ada Model Standar Range dan Long Range

Mobil Listrik yang Memadukan Artistik, Inovatif, Ramah, dan Aman.
Wuling Aira ev. (Sumber: Wuling)
Lifestyle31 Juli 2026, 16:27 WIB

Pitaka Luncurkan Jajaran Casing untuk Ponsel Lipat Baru Samsung

Engsel modular, layar, dan pelindung belakang yang dirancang untuk memberikan kepercayaan diri kepada pengguna ponsel lipat.
Aksesori casing Pitaka untuk foldable phone Galaxy Z Fold 8 & Flip 8 Series. (Sumber: dok. pitaka)
Techno31 Juli 2026, 13:46 WIB

Gemini Notebook Hadir di Samsung Galaxy Z Fold 8 Series dan Flip 8

Ponsel lipat baru Samsung hadir dengan Gemini Notebook yang sudah terpasang.
Gemini Notebook di perangkat lipat Galaxy Z Fold 8 Series dan Z Flip 8. (Sumber: Samsung)
Automotive31 Juli 2026, 13:37 WIB

KIA Seltos Terbaru Punya 3 Model, Berapa Harganya?

Mobil ini resmi dipamerkan di gelaran GIIAS 2026.
All New KIA Seltos dipamerkan di GIIAS 2026. (Sumber: KIA)
Automotive31 Juli 2026, 10:46 WIB

Scomadi Technica 200W Frank Sanderson Edition II Dibanderol Seharga Rp121 Juta

Frank Sanderson Edition II diprediksi akan menjadi salah satu model Scomadi yang paling diminati oleh kolektor dan pecinta skuter premium di Indonesia maupun pasar internasional.
Scomadi Turismo Technica 200w Frank Sanderson Edition II. (Sumber: Scomadi)
Lifestyle31 Juli 2026, 10:44 WIB

Adidas Jadi Apparel Resmi untuk Tim Nasional di Ajang Esports Nation Cup

Lebih dari 100 negara dan wilayah akan mengenakan jersey tim nasional rancangan adidas di ajang Esports Nations Cup (ENC).
Adidas jadi sponsor untuk jersey timnas di ENC 2026. (Sumber: Esports Foundation)
Techno31 Juli 2026, 09:24 WIB

Alibaba Cloud Sebut Perusahaan di Asia Semakin Cepat Adopsi AI

Namun demikian membutuhkan solusi AI menyeluruh yang aman.
Hasil riset Alibaba Cloud. (Sumber: alibaba)
Automotive31 Juli 2026, 09:22 WIB

Honda NX500 Resmi Hadir di Indonesia, Begini Harga dan Spek Lengkapnya

Big bike adventure touring Honda terbaru di Indonesia.
Honda NX500 warna Graphite Black. (Sumber: Astra Honda Motor)
Hobby30 Juli 2026, 20:48 WIB

Gypsum Jadi Media Lukis untuk Salurkan Kreativitas Anak-anak

Ide ini dipelopori oleh anak muda asal Kotagede, Kota Yogyakarta.
Melukis di gypsum. (Sumber: istimewa)
Techno30 Juli 2026, 15:32 WIB

WhatsApp Tambahkan Banyak Fitur Baru, Apa Saja?

WhatsApp menambahkan peningkatan Apple CarPlay dan Android Auto, pendaftaran iPad, dan banyak lagi.
Fitur-fitur baru WhatsApp. (Sumber: Meta)