Riset CfDS UGM x Fairwork Foundation: Gojek dan Grab Paling Perhatian Kepada Driver

Uli Febriarni
Sabtu 24 September 2022, 11:02 WIB
gig economy fairwork table / fairwork

gig economy fairwork table / fairwork

Platform ekonomi di Indonesia saat ini telah tumbuh pesat dan dianggap berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Kondisi itu, selanjutnya membuat platform ekonomi di Indonesia semakin menjadi subjek perdebatan akademis dan kebijakan. Setidaknya dalam beberapa tahun terakhir.

Ukuran pasar dan juga meningkatnya jumlah pekerja platform mengundang perdebatan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ditambah lagi, sejumlah platform memperluas aktivitas mereka ke negara tetangga.

Pekerja gig, diasosiasikan dengan meningkatnya kondisi kerja yang kurang stabil dan tidak layak. Walau mengingatkan kita dengan frasa gig di tengah budaya anak nongkrong, gig artinya bukan sekadar manggung. Gig economy adalah suatu sistem pasar tenaga kerja bebas, dalam sistem ini, perusahaan akan mengontrak karyawan independen untuk bekerja dalam jangka waktu yang singkat. Pekerja kontrak, pekerja lepas (freelance) identik dengan sistem kerja yang demikian.

Merespon hal tersebut, Center for Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada berkolaborasi dengan Fairwork Foundation berbasis di University of Oxford, dan Centre for Digital Development, University of Manchester bersama perwakilan pemerintah, mendiskusikan lebih lanjut terkait permasalahan kelayakan kerja pekerja gig

Diskusi ini perlu dilakukan, pasalnya, di balik kontribusi dalam membuka kesempatan kerja yang fleksibel, praktik ekonomi platform tidak lepas dari tantangan. Terutama pada keadilan dan hak untuk para pekerjanya.

Sebagaimana dalam laporan riset CfDS UGM bersama Fairwork Foundation 2022, dikatakan bahwa ada penurunan nilai keadilan pekerja yang dinilai berdasarkan lima prinsip, yaitu Upah Layak (Fair Pay), Kondisi Layak (Fair Conditions), Kontrak Layak (Fair Contracts), Manajemen yang Layak (Fair Management), dan Representasi yang Layak (Fair Representation).

Grab, Gojek, Gobox Punya Rating Tinggi, Tapi Nilainya Rendah

Ketua Riset ini dari CfDS UGM, Treviliana Eka Putri menyebutkan, tim peneliti mengkaji perusahaan yang menawarkan layanan taksi, ride-hailing, pengiriman, dan layanan logistik. Untuk menilai, bagaimana perusahaan-perusahaan yang mayoritas startup itu, memperlakukan pekerja mereka. 

Berdasarkan studi, sebelas platform gig economy paling populer di Indonesia telah dinilai berdasarkan seberapa adil mereka memperlakukan pekerja. Sayangnya, peringkat yang dicapai oleh platform ini relatif rendah.

Grab, Gojek, dan Gobox menduduki peringkat teratas dengan hanya skor empat dari sepuluh. Maxim mengikuti dengan skor total satu dari sepuluh.

"Dalam laporan ini, Grab, Gojek, dan Gobox (jasa kurir di bawah GoJek) menjadi platform dengan skor tertinggi. Karena platform tersebut menawarkan perlindungan kepada semua pekerjanya dari risiko dengan asuransi kecelakaan, saluran bantuan darurat, akses ke pelatihan, dan inisiatif kesejahteraan lainnya. Namun, secara keseluruhan skor platform tahun ini lebih rendah dari tahun lalu," ungkapnya, selanjutnya disusun dalam laporan Techverse, Sabtu (24/9/2022).

Treviliana memberikan catatan, walau daftar tadi terlihat punya rating tinggi, tapi secara umum dinamika kebijakan platform terkait dengan jaminan keselamatan seperti asuransi, serta aksesibilitas syarat dan ketentuan pekerjaan para pekerjanya masih sangat minim.

“Banyak komunitas driver yang memiliki aspirasi untuk memperjuangkan hak-hak mereka sebagai pekerja, namun hubungan antara asosiasi dan platform belum diakui secara formal oleh perusahaan. Sehingga mereka belum mendapatkan representasi yang layak,” ungkap dia.

Melihat kondisi itu, Trevi berharap kajian yang mereka lakukan ini dapat bermanfaat sebagai bahan refleksi bersama bagi pemerintah dan sejumlah stakeholder terkait pelaksanaan gig economy, tak terkecuali pengguna platform tersebut. Salah satunya, mendesak regulasi yang menjaga kelayakan para pekerja gig economy. 

“Isu perlindungan terhadap pekerja gig economy merupakan isu bersama. Maka dibutuhkan kerja kolektif dari konsumen, pemilik platform, pekerja, dan juga pemerintah. Demi kebaikan dan kesejahteraan bersama," tandasnya.

Turut memberikan pandangannya, Research Principal Investigator dari Fairwork Foundation, Profesor Richard Heeks menyatakan, nilai rendah dari banyak platform populer di tabel Fairwork Indonesia jelas menunjukkan perlunya intervensi peraturan untuk memastikan pekerja tidak lagi jatuh melalui celah, yang semakin diperburuk melalui pandemi.

"Sebagai bagian dari visi kami untuk masa depan kerja yang lebih adil, kami menetapkan jalur untuk mewujudkan ambisi tersebut melalui peluncuran Fairwork Pledge," tambahnya.

Bagaimana Respon Pemerintah Indonesia?

Dari kalangan pemerintah, Direktur Bina Riksa Norma Ketenagakerjaan, Ditjen Binwasnaker dan K3 Kemnaker RI Yuli Adiratna memberikan respon dalam diskusi ini. Aplikasi berbasis mobile ini, menurutnya, dapat dilihat sebagai sesuatu yang memberikan peluang. Sekaligus tantangan bagi para pekerja dan pemerintah tentunya.

Pemberian perlindungan, upah dan tunjangan yang layak merupakan bagian dari perwujudan perlindungan ketenagakerjaan.

"Perlu untuk menjadi perhatian bersama, dalam memberikan keadilan ke semua pihak," tuturnya. 

Koordinator Pengembangan Industri Pos dan Kurir, Kominfo RI Muhammad Fadh menjelaskan, pelaksanaan ongkos kirim untuk industri marketplace, di satu sisi memberatkan kurir dan penyelenggara pos. Begitu juga dengan yang dirasakan oleh platform transportasi online saat ini. Penyelenggara transportasi online sudah merambah ke bisnis penyelenggaraan logistik dan kurir. Tentunya ada beberapa hal yang perlu dikaji mengenai praktiknya.

"Kominfo tidak memiliki kewenangan dalam penyusunan tarif, karena kami menyerahkannya kepada penyelenggara pos. Akan tetapi, dalam waktu dekat, Kominfo akan menyusun standar keselamatan, bagi pekerja logistik atau kurir yang menggunakan kendaraan roda dua," jelasnya. 

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno09 Juni 2026, 18:54 WIB

Alibaba Group Menjadi Mitra untuk Liga Champions Selama 5 Musim dan Euro 2028

Dengan begitu, perusahaan akan menyediakan teknologi AI, layanan cloud, dan e-commerce eksklusif bagi UEFA
Alibaba Group menjadi sponsor untuk Liga Champions dan Euro 2028 (Sumber: null)
Automotive09 Juni 2026, 17:55 WIB

Chipset MediaTek Dimensity AX C-X1 Tawarkan Pengalaman Berkendara Berbasis AI

Ini adalah hasil kolaborasi antara MediaTek, Foxtron, dan Nvidia.
MediaTek Dimensity AX C-X1. (Sumber: ist)
Techno09 Juni 2026, 17:07 WIB

Acer Predator Helios 18 AI, Laptop Gaming yang Dirancang untuk Respons Kilat

Gawai ini ditanamkan prosesor Intel Core Ultra 9 290HX Plus dan ditunjang GPU Laptop NVIDIA GeForce RTX 5090.
Acer Predator Helios 18 AI.
Startup09 Juni 2026, 16:07 WIB

Google Cloud Hadirkan Inovasi Startup AI dari Asia Tenggara ke Silicon Valley

Mendorong Startup Lokal ke Panggung Dunia.
AI Showcase Day yang digagas oleh Google. (Sumber: null)
Techno09 Juni 2026, 14:56 WIB

Infinix Xbook 15 Rilis di Indonesia, Begini Spek dan Harganya

Laptop untuk mendukung work from anywhere membutuhkan kombinasi performa, portabilitas, dan kenyamanan.
Infinix Xbook 15. (Sumber: Infinix)
Lifestyle09 Juni 2026, 14:22 WIB

Daftar Roster Mobile Legends untuk Esports Nation Cup 2026 Resmi Diumumkan

Sebanyak 107 roster siap bertanding di turnamen MLBB.
Pengumuman roster tim nasional Indonesia divisi Mobile Legends: Bang Bang di ajang ENC 26. (Sumber: istimewa)
Techno09 Juni 2026, 14:04 WIB

Apple Memperkenalkan Siri AI: Asisten yang Jauh Lebih Mumpuni dan Personal

Siri versi desain ulang dari Apple akhirnya muncul kembali.
Siri AI. (Sumber: Apple)
Techno08 Juni 2026, 18:16 WIB

Motorola Menghadirkan Moto Buds 2, Punya Fitur Peredam Kebisingan Lingkungan

Produk ini menawarkan audio berkualitas tinggi.
Motorola Moto Buds 2. (Sumber: Motorola)
Startup08 Juni 2026, 17:58 WIB

JumpStart Tambah Pendanaan Seri C, Akselerasi Ekspansi Mesin Penjual di Indonesia

Meski demikian, nominal pendanaan tersebut tak diungkap ke publik.
Vending machine milik JumpStart. (Sumber: dok. jumpstart)
Startup08 Juni 2026, 17:24 WIB

Floq Kantongi Pendanaan Senilai Rp203 Miliar, Menambah Daftar Pelantar Penukaran Kripto

Pendanaan ini akan dialokasikan untuk beberapa hal yang berkaitan dengan ekspansi perusahaan.
Floq. (Sumber: ist)