Techverse.asia - Spillify.io, startup brand quest hub pertama asal Indonesia, resmi hadir sebagai pelantar (platform) yang menghubungkan merek dengan konsumen sehari-hari lewat misi nyata aktivasi konsumen terverifikasi yang disebut sebagai Quests.
Quests menghasilkan pengalaman yang autentik kemudian dikonversi menjadi wawasan, ulasan, dan konten yang bernilai bagi merek. Beberapa perusahaan rintisan pun bersama Spillify ini juga menjajaki kerja sama strategis di masa mendatang.
Pendiri sekaligus Direktur Utama Spillify.io Firman Natayudha menyampaikan bahwa konsumen di Indonesia selama ini telah menjadi agen rekomendasi yang efektif dalam berbagi experience serta memberi rekomendasi produk kepada orang-orang di sekelilingnya tanpa imbalan.
"Kami menangkap perilaku ini untuk diubah menjadi suatu aktivitas yang punya nilai ekonomi bagi konsumen," kata Firman dalam siaran pers resminya, Rabu (24/6/2026).
Baca Juga: Bikin Visa Digital Kini Lebih Mudah, Kunjungi Booth SPUN di Stasiun MRT Blok A
Menurut dia, pendekatan itu tak semata-mata menawarkan efisiensi biaya marketing, tetapi menghadirkan cara yang lebih autentik guna membangun kepercayaan, aset yang tak selalu bisa didapat lewat endorsement berbayar.
Sebuah merek terkadang harus merogoh koceknya dalam-dalam demi membayar para pemengaruh (influencer) di lintas media sosial. Alhasil, terjadi pembengkakan anggaran sebab bisa tembus sampai Rp150 juta per aktivasi.
Merek-merek pun menyiasatinya dengan cara yang lebih kredibel dan efisien guna membangun kepercayaan dari para konsumen. Di samping itu, masih banyak jutaan warga Indonesia yang setiap harinya membagikan rekomendasi dan pengalaman mereka mengenai sejumlah produk. Hal ini dapat dilakukan tanpa harus diminta.
Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Nielsen pada tahun kemarin menunjukkan tingkat kepercayaan kepada rekomendasi sesama konsumen tersebut tiga kali lebih tinggi dibandingkan dengan konten berbayar.
Baca Juga: Slice Group Raih Pendanaan Rp9,6 Miliar, Bakal Kembangkan Influencer Marketing
"Melihat terjadinya pergeseran itu, kami menghadirkan sistem Quests yang mengubah rekomendasi organik menjadi aktivasi konsumen yang terukur, terverifikasi, dan terstruktur," ujar dia.
Relevansi Spillify.io tampak dari bergabungnya komunitas secara alami, seperti Mom Influencer yang memiliki lebih dari 10 ribu anggota serta Affiliate Muslim Indonesia dengan jumlah anggota lebih dari 10 ribu orang. Bagi mereka, startup ini diklaimnya sebagai wadah yang menghargai banyaknya rekomendasi dan pengalaman produk secara jujur.
"Dua hal itu bukan sekadar angka saja, melainkan konsumen riil yang selama ini telah berperan sebagai Spillers, sebelum adanya platform kami," katanya.
Spillify.io juga memformalkan pengaruh autentik ini lewat sistem yang terukur, terstruktur, dan memberi nilai atas setiap rekomendasi. Sebelum resmi dirilis, Spillify sendiri telah mencatatkan lebih dari 200 founding spillers yang join secara organik tanpa harus melakukan kampanye berbayar.
Baca Juga: Fintech Danamart Bidik Pembiayaan Bagi Influencer dan UMKM
Hal tersebut menjadi indikasi yang kuat akan adanya permintaan yang nyata terhadap model aktivasi konsumen. Saat ini, dengan dua komunitas konsumen aktif yang bergabung dengan total lebih dari 20.500 anggota potensial, startup ini optimistis melampaui target sebanyak seribu founding spillers dalam waktu tiga bulan pertama setelah dilansir.
"Pencapaian tersebut membuat beberapa perusahaan rintisan mulai menjajaki kolaborasi bersama kami yang didorong oleh kebutuhan untuk anggaran yang relatif lebih murah serta hasil yang dapat diukur guna membangun suatu merek di tengah keterbatasan dana menggandeng KOL," imbuhnya.
Mereka memilih pendekatan Quests sebab percaya produk yang kuat semestinya dibuktikan secara langsung oleh konsumen nyata. Sejatinya jutaan masyarakat Indonesia sudah menjadi agen rekomendasi organik setiap harinya, hanya saja belum begitu terstruktur.
Baca Juga: Upaya Shopee Mendukung Perkembangan Merek Lokal Asli Indonesia
"Melalui kami, aktivitas tersebut diformalkan karena kepercayaan antar konsumen dinilai sebagai aset pemasaran paling kuat yang belum sepenuhnya dioptimalkan," katanya.
Dalam tiga tahun ke depan, mereka akan menargetkan sekitar 200 ribu spillers aktif di kawasan Asia Tenggara, dan Indonesia jadi pasar awal sekaligus laboratorium pembuktian sebelum melakukan ekspansi usaha ke Filipina, Singapura, hingga Malaysia.












