Privy Rilis Fitur Digital Identity, Hapus Proses Pendaftaran Berulang

Rahmat Jiwandono
Kamis 18 Juni 2026, 18:40 WIB
Fitur digital identity di Privy. (Sumber: ist)

Fitur digital identity di Privy. (Sumber: ist)

Techverse.asia - Di tengah persaingan layanan digital yang semakin ketat, keberhasilan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menarik pengguna baru, tetapi juga memastikan mereka menyelesaikan proses registrasi dan mulai menggunakan layanan. Namun, proses onboarding yang panjang dan berulang masih menjadi hambatan.

Baca Juga: Futurepreneur Lab 2026 Dukung 20 Startup Universitas untuk Dapat Modal

Pengguna berulang kali diminta mengisi data pribadi, mengunggah KTP, melakukan verifikasi wajah, hingga menunggu validasi setiap kali mendaftar di platform baru. Kondisi ini berpotensi membuat perusahaan kehilangan calon pengguna, sejalan dengan studi yang menunjukkan lebih dari 60 persen pengguna meninggalkan proses pendaftaran karena registrasi yang terlalu panjang.

Di sisi lain, proses pendaftaran yang terlalu sederhana, seperti hanya mengandalkan email, memang dapat mempercepat registrasi, tetapi belum cukup untuk memastikan bahwa pengguna yang mendaftar adalah individu yang benar dan terverifikasi. Celah ini dapat membuka risiko akun palsu, penyalahgunaan promosi, hingga eksploitasi akun.

Laporan Equifax, salah satu lembaga pelaporan kredit global terbesar, menunjukkan bahwa 95 persen identitas sintetis atau palsu (Synthetic Identity Fraud) dapat lolos dari proses onboarding standar. Menjawab kebutuhan tersebut, Privy meluncurkan Digital ID sebagai solusi identitas digital terverifikasi yang menghadirkan dua layanan utama: PrivyHub dan Continue with Privy.

Baca Juga: ARSSI Cabang Bali Ajak Privy Sebagai Penyedia Tanda Tangan Elektronik dan Identitas Digital

PrivyHub berperan sebagai trusted gateway atau portal layanan terverifikasi di dalam aplikasi Privy, tempat pengguna dapat menemukan dan mengakses merchants lintas industri tanpa berpindah aplikasi.

Sementara itu, Continue with Privy memungkinkan pengguna login atau mendaftar di aplikasi dan website merchant menggunakan Privy ID yang telah terverifikasi, dengan tetap memastikan persetujuan pengguna.

CEO dan Founder Privy Marshall Pribadi mengatakan bahwa layanan Digital Identity atau identitas digital menjadi infrastruktur yang mendukung kemudahan akses, verifikasi, hingga transaksi digital lintas sektor.

“Banyak perusahaan menginvestasikan sumber daya besar untuk mendapatkan pengguna baru, tetapi kehilangan calon pengguna saat proses registrasi karena terlalu panjang dan rumit. Di sisi lain, pengguna juga semakin menginginkan pengalaman digital yang cepat dan aman” ujar Marshall.

Baca Juga: Fitur Cek Dokumen Sekarang Tersedia di Aplikasi Privy

Dia menerangkan, solusi Digital Identity hadir untuk menghilangkan kendala tersebut. Privy sebagai Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) memiliki tanggung jawab dan kewenangan untuk menerbitkan sertifikat elektronik setelah pengguna melalui verifikasi identitas berbasis NIK, biometrik, dan memiliki sertifikat elektronik – sehingga mereka bisa mendaftar di platform mitra cukup dengan Privy ID masing-masing.

Sementara bagi perusahaan, setiap pengguna dengan Privy ID sudah dijamin sebagai individu unik dan terverifikasi. Privy juga memberikan Certificate Warranty hingga Rp1 miliar terhadap setiap sertifikat elektronik yang diterbitkan sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan kepercayaan digital di setiap interaksi, termasuk pada proses onboarding pelanggan.

Ia melanjutkan, solusi Digital Identity juga memperluas peran Privy dari penyedia tanda tangan elektronik menjadi infrastruktur digital trust atau kepercayaan digital.

Baca Juga: Scolla Education x Kemenag DIY Dorong Transformasi Digital di Tingkat Madrasah

Identitas digital tidak hanya berfungsi membuktikan keabsahan seseorang dalam penandatanganan sebuah dokumen, namun juga memastikan keunikan individu tersebut dalam mengakses berbagai layanan digital lainnya secara aman, cepat, dan terpercaya.

Begitu pun bagi perusahaan, ini bukan hanya soal registrasi yang lebih singkat, tetapi juga memastikan kualitas data pengguna, menghindari potensi fraud, serta efisiensi bisnis dalam hal ini termasuk biaya akuisisi pengguna.

Sejumlah perusahaan dari berbagai sektor telah mengimplementasikan solusi Digital Identity Privy, mulai dari platform pengajuan visa SPUN, platform investasi digital Treasury, media massa Kompas dan Tempo, hingga platform edukasi (EdTech) Belajarlagi.

Baca Juga: Yup: Bank Digital Indonesia Kantongi Pendanaan Sebesar Setengah Triliun Rupiah

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno17 Juli 2026, 22:34 WIB

LG Xboom Stage 501: Speaker Portabel dengan Daya Tahan Baterai Seharian

Perangkat ini menggabungkan karaoke bertenaga AI, output suara yang kuat, dan fitur audio adaptif.
LG Xboom Stage 501.
Techno17 Juli 2026, 22:22 WIB

Harga Samsung Galaxy A27 5G di Indonesia, Ada 2 Varian Memori

Komitmen update software 6 generasi dan 6 tahun pembaruan keamanan menjadikan Galaxy A27 5G investasi produktivitas jangka panjang.
Samsung Galaxy A27 5G. (Sumber: Samsung)
Travel17 Juli 2026, 16:55 WIB

Traveloka Bantu Promosi Singapura Supaya Dikunjungi Wisatawan dari Indonesia

Kesepakatan keempat sejak 2019 ini memperkuat kampanye pemasaran bersama (co-branded campaigns) dan pemasaran destinasi berbasis data di Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Australia.
Traveloka x Singapore Tourism Board. (Sumber: ist)
Startup17 Juli 2026, 16:15 WIB

Rize Dapat Pendanaan Seri B Sebesar Setengah Triliun

Percepat pertanian padi berkelanjutan di seluruh Asia Tenggara dan modernisasi salah satu komoditas pangan terpenting di dunia.
Rize. (Sumber: istimewa)
Techno17 Juli 2026, 16:13 WIB

Roblox Build: Cara Baru untuk Berkreasi di Platform Roblox

Kreator dengan berbagai tingkat pengalaman dapat segera mengubah perintah teks menjadi gim yang siap dipublikasikan melalui aplikasi Roblox.
Roblox Build. (Sumber: roblox)
Techno17 Juli 2026, 15:53 WIB

Huawei Pura 90s Series Meluncur Global, Cek Spesifikasinya

Perangkat ini terdiri dari dua model yakni Huawei Pura 90s Pro Max dan Pro.
Huawei Pura 90s Series. (Sumber: Huawei)
Lifestyle17 Juli 2026, 13:54 WIB

The Odyssey Targetkan Pendapatan Pembukaan Rp1,79 Triliun di Box Office Domestik

Karya terbaru Nolan yang diadaptasi dari cerita Kuda Troya Yunani yang melegenda.
Karakter Odysseus diperankan oleh Matt Damon. (Sumber: Universal Pictures.)
Automotive17 Juli 2026, 13:51 WIB

Ford Hadirkan 4 Mobil Sekaligus untuk Pasar Indonesia, Cek Selengkapnya

Ford RMA Indonesia Perkuat DNA Built Ford Tough melalui mobil-mobil tersebut.
Ford meluncurkan  Everest Platinum 3.0L V6 dan tiga model Ranger terbaru. (Sumber: Ford)
Techno16 Juli 2026, 20:14 WIB

Bang & Olufsen Beo Grace Sekarang Tersedia dalam Warna Honey Tone

Earbud ini telah dirilis pada awal tahun ini.
Bang & Olufsen Beo Grace warna Honey Tone. (Sumber: null)
Techno16 Juli 2026, 18:53 WIB

OpenAI Merilis Model Suara Baru untuk Percakapan Langsung yang Lebih Alami

Model GPT-Live-1 yang baru dapat berbicara dan mendengarkan secara bersamaan.
GPT-Live-1 dan GPT-Live 1 mini. (Sumber: OpenAI)