Techverse.asia - Usaha rintisan di sektor kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) milik Elon Musk yakni xAI - yang berada di balik chatbot Grok - pada bulan ini mengumumkan telah resmi mengumpulkan dana sebesar US$20 miliar atau kurang lebih Rp335 triliun dalam putaran pendanaan Seri E.
Perusahaan tersebut menulis dalam sebuah postingan blog bahwa investor akan mencakup Valor Equity Partners, Fidelity, Qatar Investment Authority, dan lainnya, termasuk Nvidia dan Cisco sebagai "investor strategis."
Baca Juga: Semua Tahap Pendanaan Usaha Rintisan di Indonesia Merosot Tajam Sepanjang 2025
Namun demikian, xAI hingga kini belum mengungkapkan apakah investasi ini berupa ekuitas atau utang. Startup ini memiliki sekitar 600 juta pengguna aktif bulanan X/Twitter dan Grok, dan akan menggunakan pendanaan baru ini untuk terus memperluas pusat data dan model Grok-nya.
Sebelumnya, dua tahun lalu, xAI juga telah US$6 miliar dalam putaran pendanaan baru, seiring Elon Musk mengumpulkan modal untuk bersaing secara agresif dengan para pesaingnya termasuk OpenAI, Microsoft, dan Alphabet.
Dana tersebut telah dialokasikan guna meluncurkan rangkaian produk pertamanya ke pasar, membangun infrastruktur canggih dan mempercepat penelitian dan pengembangan teknologi masa depan.
Valor Equity Partners, Vy Capital, Andreessen Horowitz, Sequoia Capital, Fidelity, Prince Alwaleed Bin Talal dan Kingdom Holding termasuk di antara para pendukung yang telah berinvestasi dalam pendanaan seri B kepada xAI.
Baca Juga: Halodoc Raih Pendanaan Seri D dari Astra Internasional, Jumlahnya Tembus Rp1,50 Triliun
Elon Musk adalah salah satu pengusaha paling awal dan paling terkenal di bidang kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI). Seperti Tesla, perusahaan mobil yang dipimpinnya, adalah produsen mobil listrik terkemuka dengan teknologi self-driving.
Setelah membentuk xAI, Musk merilis model chatbot ChatGPT - rival Grok 1.0 pada November 2023. Kemudian, perusahaan menyediakan model tersebut melalui chatbot untuk pengguna X Premium Plus - yang membayar US$16 per bulan - di X.
Pada April 2024, perusahaan merilis model Grok 1.5 baru dan juga mengizinkan pengguna Premium di X untuk mengakses chatbot. Umur xAI sendiri terbilang masih seumur jagung, namun telah sukses mengumpulkan pendanaan senilai US$6 miliar melalui penilaian pra-uang sebesar US$18 miliar.
Buat yang belum tahu, xAI didirikan pada 9 Maret 2023 lalu oleh Musk. Untuk posisi Chief Engineer, ia merekrut Igor Babuschkin, yang sebelumnya bekerja di unit DeepMind Google. Musk secara resmi mengumumkan pembentukan xAI pada 12 Juli 2023.
Baca Juga: MoEngage Kantongi Pendanaan Tambahan Seri F Senilai Rp3 Triliun Lebih
Pada Juli 2023, xAI berkantor pusat di San Francisco Bay Area. Awalnya, perusahaan ini didirikan di Nevada sebagai perusahaan nirlaba dengan tujuan umum yang dinyatakan untuk "menciptakan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat dan lingkungan".
Kemudian pada Mei 2024, status nirlaba tersebut dicabut. Tujuan awal perusahaan adalah "untuk memahami hakikat sejati alam semesta".
Pada 2025, Musk juga resmi menegaskan bahwa media sosial X telah mengakusisi startup tersebut, dalam transaksi pembelian seluruh saham. Selain nama dan pemiliknya yang mirip, kedua perusahaan tersebut sudah terhubung melalui chatbot Grok milik xAI, yang terintegrasi ke dalam X.
Baca Juga: Startup xAI Milik Elon Musk Resmi Diluncurkan: untuk Memahami Sifat Alam Semesta
“xAI telah mengakuisisi X dalam transaksi saham. Kombinasi tersebut menilai xAI sebesar US$80 miliar dan X sebesar US$33 miliar (US$45 miliar dikurangi utang US$12 miliar),” tulis Elon Musk kami kutip, Jumat (4/4/2025).
Perusahaan tersebut berencana untuk menggabungkan data, model, komputasi, distribusi, dan bakat, menggunakan jangkauan X sebagai platform sosial untuk menyebarkan kemampuan AI canggih milik xAI. Postingan tersebut tidak memberikan banyak detail lebih jauh, tetapi motivasinya bisa jadi finansial sekaligus praktis.














