Perkuat Standar Global Liveness Detection, Privy Raih iBeta Certification Level 2

Rahmat Jiwandono
Jumat 23 Januari 2026, 16:59 WIB
Chief Operation Officer (COO) Privy Nitin Mathur. (Sumber: dok. privy)

Chief Operation Officer (COO) Privy Nitin Mathur. (Sumber: dok. privy)

Techverse.asia - Lonjakan kasus penipuan digital atau fraud digital di Indonesia saat ini terbilang semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan laporan Indonesia Anti-Scam Center (IASC) yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kerugian akibat penipuan digital dari November 2024 hingga Desember 2025 lalu mencapai Rp9 triliun, dengan 411.055 laporan.

Baca Juga: Merambah Pasar Indonesia, ElectGo Hadirkan Lokapasar Berbasis AI

Hal tersebut juga diiringi dengan modus penipuan digital yang semakin canggih, mulai dari penyalahgunaan identitas, pemalusan biometrik, hingga manipulasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) atau deepfake.

Di tengah tingginya kasus fraud digital tersebut, Privy sebagai penyedia layanan identitas digital dan tanda tangan elektronik terdepan di Indonesia, resmi meraih sertifikasi internasional iBeta Certification ISO/IEC 30107-3 Level 2 (Presentation Attack Detection) untuk fitur Liveness Detection demi memperkuat keamanan layanan bagi pengguna.

Nitin Mathur selaku Chief Operation Officer (COO) Privy mengatakan bahwa sertifikasi internasional ini menjadi pengakuan global atas kapabilitas teknologi Privy dalam mendeteksi dan mencegah potensi penipuan dan kecurangan digital tingkat menengah hingga lanjut, sekaligus menandai peningkatan signifikan dari sertifikasi sebelumnya di Level 1.

Baca Juga: Layanan Tanda Tangan Elektronik dan Sertifikat Privy di Aplikasi Coretax Kini Gratis

“Sertifikasi ini mencerminkan komitmen kami dalam memenuhi standar global dan mencegah upaya penipuan digital dengan cara yang semakin beragam. Sebab bagi Privy, keamanan pengguna menjadi prioritas utama,” ujar Nitin dalam keterangan tertulisnya yang kami terima pada Jumat (23/1/2026).

Menurutnya, terlebih, setiap upaya penipuan digital termasuk melalui pemalsuan identitas dan kegagalan verifikasi, dapat berdampak langsung pada kerugian finansial. Oleh karena itu, Privy percaya bahwa verifikasi identitas merupakan touchpoint utama dalam melindungi pengguna.

Teknologi Liveness Detction Privy dikembangkan untuk memastikan bahwa proses verifikasi hanya dapat dilakukan oleh individu nyata atau real presence, bukan hasil manipulasi foto, video, atau deepfake.

“Dengan capaian iBeta Certification Level 2, sistem Privy telah lolos pengujian yang lebih kompleks, mencakup variasi metode pemalsuan identitas atau spoofing, dengan durasi pengujian yang lebih panjang serta skenario serangan yang menyerupai kondisi di lapangan,” papar dia.

Baca Juga: Privy x Microsoft: Bisa Tanda Tangan Digital di Word, Excel, dan Power Point

Hal ini turut sejalan dengan visi Privy dalam menjadi pelantar Digital Trust dan Digital Identity dengan teknologi yang andal. Lebih dari itu, dia menambahkan bahwa sertifikasi ini bukan sekedar untuk memenuhi standar global, tetapi upaya untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bagi 71 juta pengguna individu terverifikasi di Privy.

“Kami telah membantu mencegah lebih dari 122 juta upaya fraud digital, dengan memblokir aktivitas mencurigakan sebelum menjadi penyalahgunaan yang menyebabkan kerugian. Selain itu, Privy juga dilengkapi dengan Certificate Warranty hingga Rp1 miliar,” katanya.

Dengan demikian, menjadikan satu-satunya startup penyedia tanda tangan digital di Indonesia yang memberikan perlindungan finansial apabila terjadi kerugian akibat dokumen digital yang ditandatangani menggunakan Sertifikat Privy yang terbukti tidak asli.

Baca Juga: eSignature Beta Hadir untuk Google Docs dan Google Drive, Bisa Minta Tanda Tangan dari Non Pengguna Gmail

Hingga saat ini, Privy telah dipercaya oleh lebih dari 167 ribu pengguna korporasi, serta telah memfasilitasi lebih dari 158 juta dokumen yang ditandatangani secara digital di berbagai sektor industri, termasuk UMKM. Skala adopsi ini mencerminkan besarnya kebutuhan akan infrastruktur kepercayaan digital di Indonesia.

“Ke depannya, Privy berkomitmen untuk terus meningkatkan kapabilitas teknologi kami, memperkuat kepatuhan terhadap regulasi, serta mengembangkan solusi Digital Trust & Digital Identity berstandar global,” ungkapnya.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Hobby23 Januari 2026, 19:30 WIB

Garena Gelar Free Fire Nusantara Series 2026, Catat Jadwalnya

FFNS 2026 Spring akan menghadirkan City Qualifier di 88 kabupaten dan kota.
Free Fire. (Sumber: Dok. Garena)
Techno23 Januari 2026, 18:05 WIB

Dreame Leaptic Cube: Kamera Aksi Seukuran Jempol dengan Resolusi 8K

Action cam ini juga ditenagai oleh teknologi kecerdasan buatan.
Dreame Leaptic Cube. (Sumber: null)
Techno23 Januari 2026, 17:19 WIB

Harga dan Spesifikasi Sony LinkBuds Clip, Ada 3 Mode Mendengarkan

Earbud terbuka tipe klip terbaru yang memungkinkan pengguna untuk mendengar lingkungan sekitar dan musik secara bersamaan.
Sony LinkBuds Clip. (Sumber: Sony)
Startup23 Januari 2026, 16:59 WIB

Perkuat Standar Global Liveness Detection, Privy Raih iBeta Certification Level 2

Lonjakan Fraud Digital Capai Triliunan Rupiah.
Chief Operation Officer (COO) Privy Nitin Mathur. (Sumber: dok. privy)
Automotive23 Januari 2026, 16:40 WIB

Royal Alloy JPS 245 Darwinbro Ramaikan Pasar Skuter Indonesia

Cek lebih jauh mengenai spesifikasi lengkap dan harganya.
Royal Alloy JPS 245 Darwinbro. (Sumber: Royal Alloy)
Techno23 Januari 2026, 15:19 WIB

ASUS ROG Luncurkan 2 Laptop Gaming Baru: Zephyrus G16 dan Zephyrus G14

Laptop ultra-ramping terbaru ini sangat cocok untuk para kreator dan profesional yang sering bepergian.
ASUS Zephyrus G16 dan G14. (Sumber: ASUS)
Techno23 Januari 2026, 14:40 WIB

Garmin Luncurkan Tactix 8 Cerakote Edition, Smartwatch Taktis Premium

Lapisan keramik yang diperkeras menawarkan daya tahan jangka panjang serta tampilan yang unik dan kokoh.
Garmin Tactix 8 Cerakote Edition. (Sumber: Garmin)
Lifestyle22 Januari 2026, 17:16 WIB

Tumi Rilis Koleksi Alpha Generasi Baru, Tersedia 4 Produk

Dalam kampanye ini Lando Norris dan Wei Daxun ditunjuk masing-masing menjadi Duta Merek Global dan Asia Pasifik.
Pembalap F1 Lando Norris berpose dengan tas Tumi Double Expansion Duffel. (Sumber: Tumi)
Techno22 Januari 2026, 16:26 WIB

Tarif Langganan Spotify Premium di 3 Negara Ini akan Naik Mulai Februari 2026

Kenaikannya diperkirakan mencapai hampir Rp17 ribuan atau setara dengan US$1.
Spotify. (Sumber: freepik)
Automotive22 Januari 2026, 15:05 WIB

Yamaha Tmax Diniagakan di Indonesia, Varian Termahal Harganya Rp475 Juta

Skuter matik ini hadir dengan kapasitas mesin besar, ideal untuk pengendaraan harian.
Yamaha model Black Max edisi 25th Anniversary. (Sumber: Yamaha)