Hindari Bencana Kelaparan 2050, Pakar Minta Pemerintah Dorong Pengembangan Sumber Daya Genetik Tanaman Pangan

Uli Febriarni
Jumat 17 Maret 2023, 10:54 WIB
padi di sawah (Sumber : freepik)

padi di sawah (Sumber : freepik)

Produksi pangan nasional saat ini dan di masa mendatang, dihadapkan pada tantangan besar berupa kenaikan populasi penduduk di tengah produksi pangan yang cenderung stagnan.

Padahal, jumlah produksi pangan harus diupayakan setidaknya dua kali lipat dibandingkan dengan produksi pangan saat ini, untuk menghindari bencana kelaparan pada 2050.

Namun, sejumlah pakar dari sejumlah universitas di Indonesia sama-sama memandang, upaya pemerintah dalam mendorong peningkatan produksi pangan dihadapkan pada persoalan pelemahan daya dukung lingkungan.

Oleh karena itu, strategi pengembangan intensifikasi pertanian dan pengembangan material genetik baru untuk tanaman pangan sebagai terobosan untuk mengatasi ancaman bencana kelaparan.

Kepala Pusat Inovasi Agrotenologi (PIAT) Universitas Gadjah Mada (UGM), Taryono, mengatakan bahwa peningkatan produksi pangan dapat dilakukan melalui dua skenario; yaitu perluasan areal tanam atau ekstensifikasi dan optimalisasi operasional produksi atau intensifikasi.

"Namun demikian, skenario ekstensifikasi pada beberapa tahun ke depan terkendala akibat dari penguasaan lahan per petani yang terus menyempit," ujarnya, dalam laman universitas, yang kami akses pada Jumat (17/3/2023).

Taryono menyebutkan, pada 1960 rerata penguasaan lahan per petani yaitu 5.000 meter persegi. Kemudian pada 2020, penguasaan lahan per petani menurun signifikan jadi 2.000 meter persegi.

Berdasarkan atas kondisi tersebut, Taryono menilai diperlukan upaya pengembangan material genetik baru untuk jenis tanaman pangan. Hal itu tentunyadalam rangka mewujudkan peningkatan produksi pangan melalui skenario intensifikasi.

"Program pengembangan material genetik baru merupakan terobosan utama untuk memecah kebuntuan dalam skenario peningkatan produksi pangan," kata dia.

Menurutnya, bangsa Indonesia memerlukan upaya percepatan pemanfaatan sumber daya genetik Indonesia untuk mewujudkan material genetik baru tanaman pangan; yang lebih produktif dengan mutu hasil tinggi, tahan berbagai tekanan lingkungan abiotik dan tahan terhadap tekanan lingkungan biotik seperti hama, penyakit dan gulma.

PIAT UGM bekerja sama dengan tim peneliti dari Fakultas Pertanian UGM, kini tengah melakukan serangkaian program pemuliaan untuk mendapatkan material genetik baru beberapa jenis tanaman pangan seperti padi, bawang merah, tomat, cabai rawit, jagung, terong, mentimun, kedelai, kacang panjang, kacang hijau, kacang koro dan melon.

Peneliti Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran Bandung, Prof. Agung Karuniawan menuturkan, program pemuliaan tanaman melalui pemanfaatan kelimpahan sumber daya genetik merupakan terobosan utama untuk mewujudkan produktivitas pangan yang tinggi dan berkelanjutan.

"Saya kira tren dalam program pemuliaan ke depan juga memasukkan aspek kekayaan metabolit di dalam produk untuk mendukung produksi pangan fungsional," jelasnya.

Sebelumnya, di kesempatan berbeda, Anggota Perhimpunan Ilmu Pemuliaan Indonesia (Peripi), Prof.Muhammad Syukur, mengatakan saat ini sumber daya genetik pertanian yang hilang mencapai 75%. Dikarenakan minimnya upaya konservasi dan pemanfaatan satu atau dua varietas yang sama. Minimnya upaya pemuliaan tanaman menyebabkan kekayaan sumber daya genetik tersebut semakin berkurang. Selain itu, beberapa varietas lokal menjadi hilang.

"Varietas lokal yang tidak dimanfaatkan maka akan hilang. Seharusnya petani di Indonesia tidak menanam tanaman dengan varietas yang sama," kata dosen Institut Pertanian Bogor itu. 

Ia mengatakan, untuk bisa menghasilkan jenis tanaman varietas baru, diperlukan proses tahapan pemuliaan tanaman yang begitu panjang. Mulai dari pengoleksian genetik, seleksi, hibridasi hingga pelepasan varietas. Setidaknya diperlukan 5-10 tahun untuk bisa menghasilkan varitas baru.

Persoalan ini, ditambah lagi dengan jumlah peneliti pemuliaan tanaman yang hanya ada sekitar 1.500 orang. Jumlah tersebut tidak mencukupi untuk usaha mengonversi sumber daya genetik tanaman pangan pertanian.

"Perlu ada peningkatan kuantitas dan kualitas para pemulia tanaman. Serta peningkatan kapasitas, dana dan fasilitas," ungkapnya.

 

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkini
Lifestyle28 Agustus 2026, 15:17 WIB

Pertamina Eco RunFest 2026: Hadirkan 7 Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan

Ajang yang memasuki tahun ke-13 pelaksanaannya ini menargetkan 14 ribu pelari dan 10 ribu pengunjung.
Pertamina Eco Run Fest 2026. (Sumber: istimewa)
Techno28 Agustus 2026, 15:16 WIB

Ditenagai Ryzen Z2 Extreme, ASUS ROG Xbox Ally 20 Bisa Dipesan Sekarang

Mennyambut hari jadi ke-20, ASUS ROG umumkan Xbox Ally X20 dengan performa AMD Ryzen AI Z2 Extreme dan dukungan kacamata Xreal R1.
ROG XBOX Ally X20. (Sumber: ASUS)
Startup28 Agustus 2026, 13:26 WIB

Asosiasi Blockchain Indonesia Gandeng Privy Perkuat Kepercayaan Digital

ABI bekerja sama dengan Privy untuk meningkatkan infrastruktur digital trust dan keamanan verifikasi identitas di industri blockchain Indonesia.
Asosiasi Blockchain Indonesia x Privy. (Sumber: ist)
Techno28 Agustus 2026, 13:23 WIB

SailPoint Hilangkan Blind Spot dengan Perlindungan Terpadu Identitas Manusia, non-human, dan AI agent

Solusi keamanan identitas yang dirancang untuk melindungi, mengelola, dan mendukung konvergensi tenaga kerja masa depan
SailPoint Identity Security. (Sumber: null)
Travel28 Agustus 2026, 11:58 WIB

Dragon Ball Z Bakal Punya Taman Hiburan Raksasa di Prancis, Gokunya Bisa Jadi Nyata!

Intip lokasi, konsep, dan detail lengkapnya di sini!
Taman hiburan bertemakan Dragon Ball Z. (Sumber: null)
Techno28 Agustus 2026, 11:57 WIB

Sony Meluncurkan Xperia 10 VIII dengan Fokus pada Peningkatan Kemudahan Penggunaan Sehari-hari

Handset ini menawarkan sedikit peningkatan dengan harga yang jauh lebih mahal.
Sony Xperia 10 VIII. (Sumber: Sony)
Automotive28 Agustus 2026, 09:40 WIB

Pendiri VeilSide Hironao Yokomaku akan Meriahkan Gelaran IMX 2026

Jangan lewatkan kesempatan langka bertemu sang legenda tuning dunia!
Pendiri VeilSide Hironao Yokomaku. (Sumber: istimewa)
Techno28 Agustus 2026, 09:40 WIB

Spesifikasi dan Harga Garmin Fenix 9 Series, Daya Tahannya Bisa Capai 57 Hari

Model Pro yang tangguh namun elegan ini menghadirkan casing jam tangan titanium pertama dan layar AMOLED terbesar pada seri Fenix.
Garmin Fenix 9 dan Fenix 9 Pro. (Sumber: Garmin)
Techno27 Agustus 2026, 14:49 WIB

Shokz OpenFit Air 2: Earbud Open-Ear Terringan dengan Hook yang Hampir Tak Terasa

Perangkat ini dirancang untuk kenyamanan ekstra tanpa menutup saluran telinga.
Shokz OpenFit Air 2. (Sumber: Shokz)
Techno27 Agustus 2026, 14:47 WIB

ASUS Hadirkan 2 Mouse Gaming yang Dapat Diskutomisasi

Mouse ROG Gladius IV Ace dan ROG Spatha X memadukan kontrol presisi dengan beragam opsi kustomisasi mendalam.
ROG Gladius IV Ace. (Sumber: ASUS)