Detoks Digital Bisa Jadi Solusi untuk Kondisi Digital Fatigue

Rahmat Jiwandono
Senin 15 September 2025, 14:13 WIB
Ilustrasi digital fatigue. (Sumber: media minds)

Ilustrasi digital fatigue. (Sumber: media minds)

Techverse.asia - Fenomena digital fatigue atau kelelahan akibat penggunaan perangkat digital secara berlebihan semakin terasa di kalangan mahasiswa. Utamanya bagi kalangan Generasi Z, yang hampir seluruh aktivitasnya bersentuhan dengan dunia digital, dinilai paling rentan terhadap kondisi ini.

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Taufiqur Rahman menjelaskan bahwa kondisi digital fatigue merupakan kelelahan fisik maupun mental yang muncul akibat paparan perangkat digital secara terus-menerus. Secara umum, istilah digital fatigue itu merujuk pada kelelahan, baik fisik maupun mental.

"Biasanya terjadi karena penggunaan media digital yang berlebihan. Fenomena ini paling banyak dialami mahasiswa, karena mereka merupakan generasi yang paling intens mengakses media sosial dan internet," ungkapnya baru-baru ini kami kutip, Senin (15/9/2025).

Baca Juga: Casing Spigen untuk Google Pixel 10 Series, Banyak Model

Menurutnya, kelelahan digital tidak hanya menurunkan kemampuan mahasiswa dalam berkonsentrasi, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan mental. Gejalanya bisa berupa kesulitan fokus, rasa lelah berlebih, hingga keluhan fisik seperti pusing dan mata tegang.

"Jika sudah sampai tahap tertentu, ini bahkan bisa memicu depresi. Awalnya memang menyerang fisik, misalnya mata lelah karena terlalu lama menatap layar, tetapi lama-kelamaan bisa berdampak pada psikis juga," katanya.

Kondisi tersebut semakin diperparah oleh derasnya arus informasi yang dikonsumsi mahasiswa setiap hari. Informasi yang simpang siur dengan konten beragam membuat beban mental semakin berat. Akibatnya, kelelahan fisik ikut dipengaruhi kelelahan psikis karena harus mencerna terlalu banyak hal dalam waktu bersamaan.

Meski begitu, Taufiq menekankan bahwa penggunaan teknologi di era digitalisasi tidak bisa dihindari, terutama dalam dunia akademik. Karena itu, solusi bukanlah menjauhi gawai, melainkan menjaga keseimbangan dalam penggunaannya.

Baca Juga: Fenomena Influencer Fatigue, Brand Perlu Bangun Orisinalitas Melalui Komunitas

Ia juga merekomendasikan konsep digital detox sebagai salah satu langkah pencegahan maupun pemulihan. Namun, penerapannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu. Kalau sudah mulai muncul gejala tidak sehat, seperti sulit fokus, cepat lelah, atau mata terganggu, digital detox perlu dilakukan.

"Caranya bisa dengan mengurangi jam penggunaan media, membatasi akses hanya pada hal-hal penting, dan menghindari aktivitas scrolling yang tidak perlu," katanya.

Ini beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk detoks digital dari media sosial. Pertama, kamu bisa menonaktifkan ponsel pintar kalian saat sebelum tidur sampai esok hari. Kamu juga bisa menyalakan pengaturan do not disturb atau jangan ganggu yang akan membisukan panggilan, notifikasi, hingga peringatan.

Kedua, bila kamu termasuk orang yang setiap harinya bekerja di depan komputer, tentunya sulit untuk menghindarinya, yang artinya akan tambah sulit untuk mengutamakan waktu istirahat. Nah, langkah yang dapat dilakukan yakni atur alarm atau waktu di kalender yang ada di smartphone kalian guna mengingatkan kamu untuk jalan-jalan atau cari udara segar.

Baca Juga: Detoks Media Sosial dengan Gaya, Genggam HMD Barbie™ Phone yang Punya Fitur Selfcare Reminder

Ketiga, membuat teritorial yang memang tidak boleh ada perangkat digital, seperti di kamar tidur. Sebab, terkadang membatasi penggunaan aplikasi tertentu tak selalu berhasil dalam menjalankan digital detox tersebut. Dan misal kamu harus pergi ke ruangan lain untuk memakai gadget, maka tanpa disadari bisa membuatmu menggulir layar tanpa disadari.

Keempat, mengganti smartphone yang spesifikasinya tidak bisa dipasangkan aplikasi media sosial. Ini dipercaya akan membantu kalian fokus lantaran gawai tersebut hanya bisa berfungsi untuk mengirim pesan atau melakukan panggilan telepon.

Terakhir, ambil waktu istirahat secara berkala dari perangkat digital. Kamu bisa mulai untuk menghapus aplikasi yang sekiranya akan mudah mengalihkan perhatian kalian. Aplikasi yang dihapus bisa sifatnya sementara atau selamanya. Misal, TikTok yang kekinian sangat sering diakses baik oleh anak-anak sampai orang dewasa membuat konsumsi waktu layar lebih lama di depan gadget.

Baca Juga: Resmi, Australia Setujui UU Pelarangan Media Sosial bagi Anak di Bawah 16 Tahun

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Startup09 Maret 2026, 20:16 WIB

Bagaimana Para Perempuan Pendiri Startup Mendorong Pertumbuhan yang Menguntungkan

Usaha rintisan di Asia Tenggara yang didirikan oleh perempuan yaitu Astro, Durianpay, Xendit, hingga Supermom.
Ilustrasi pemimpin startup perempuan. (Sumber: istimewa)
Techno09 Maret 2026, 19:53 WIB

Nothing Luncurkan Phone 4A dan Phone 4A Pro, Desainnya Tampil Berbeda

Desain unibody logam baru menempatkan transparansi Nothing klasik hanya pada modul kamera.
Nothing Phone 4A Pro. (Sumber: Nothing)
Automotive09 Maret 2026, 16:19 WIB

Polytron Sukses Jual Ratusan Unit Mobil Listrik Sepanjang 2025

Penjualan Mobil Listrik disebut Polytron sukses melampui Merek Jepang dan Korea Selatan.
Polytron G3 Plus. (Sumber: Polytron)
Techno09 Maret 2026, 15:45 WIB

Tecno Hadirkan Camon 50 Series, Debut dengan Teknologi TGuard

Seri ini Mendefinisikan Ulang Pencitraan Profesional Melalui Kekuatan AI Praktis.
Tecno Camon 50 Series. (Sumber: dok. tecno)
Hobby09 Maret 2026, 15:22 WIB

Praregistrasi Ragnarok Zero: Global Resmi Dibuka, Dapat Lisensi dari Gravity

Ragnarok model ini akan sangat mendekati versi asli dari Ragnarok Online yang rilis di era 2000an awal.
Ragnarok Zero Global. (Sumber: Gravity Game United)
Techno09 Maret 2026, 14:11 WIB

Spek dan Harga Xiaomi Watch 5, Tahan Selama 18 Hari dalam Mode Hemat Daya

Xiaomi Watch 5: Pengalaman Unggulan yang Didukung oleh Wear OS by Google.
Xiaomi Watch 5. (Sumber: Xiaomi)
Lifestyle09 Maret 2026, 13:44 WIB

Blibli Kini Resmi Hadir di Youtube Shopping

Belanja Makin Praktis untuk Pelanggan, Konten Makin Cuan bagi Kreator.
logo blibli (Sumber: blibli.com)
Techno09 Maret 2026, 13:32 WIB

Komdigi Batasi Akses ke Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun

Aturan ini akan mulai berlaku pada 28 Maret 2026 dan ini daftar media sosial yang dibatasi aksesnya buat anak-anak.
Ilustrasi sosial media. (Sumber: freepik)
Techno06 Maret 2026, 17:48 WIB

Vivo Unjuk Gigi Kecanggihan Kamera X300 Ultra di MWC 2026

Mengubah kreasi profesional dengan kemampuan video mutakhir.
Vivo X300 Ultra memamerkan kemampuan pembuatan video sinematik. (Sumber: Vivo)
Automotive06 Maret 2026, 17:37 WIB

Harley Davidson Hadirkan 4 Moge Tipe Sport-Touring Baru di Asia Tenggara

Pengumuman balap Bagger World Cup bersama Niti Racing Indonesia, dan pengalaman penggemar yang mendalam.
Managing Director, Asia Emerging Markets and India di Harley Davidson Mark O'Flaherty. (Sumber: istimewa)