Techverse.asia - Film Sinners yang telah tayang pada April tahun lalu kini kembali mencuri perhatian publik usai mendapat 16 nominasi di ajang film bergengsi yakni Oscar 2026. Ini mengalahkan film La La Land (2016) yang total meraih 14 nominasi piala Oscar saat itu. Lantas banyak orang yang penasaran mengenai sinopsis dan ulasan Sinners?
Sinners sejatinya adalah film vampir yang ditulis dan disutradarai oleh Ryan Coogler. Sinners mengambil latar tahun 1932. Yang menjadi aktor utamanya adalah Michael B. Jordan dengan memainkan karakter ganda menjadi Elias "Stack" Moore dan Elijah "Smoke". Si kembar ini merupakan bekas tentara Perang Dunia (PD) pertama.
Keduanya berencana untuk pulang kampung ke Clarksdale, Mississippi, setelah lama mengadu nasib kepada kelompok kriminal di Kota Chicago, Amerika Serikat (AS). Uang yang mereka berhasil kumpulkan dipakai buat membangun juke joint - tempat kumpul untuk orang-orang kulit hitam setempat - yang diramaikan dengan musik blues, menjual minuman alkohol, dan makanan.
Baca Juga: Garena Gelar Free Fire Nusantara Series 2026, Catat Jadwalnya
Film dibuka dengan munculnya karakter Sammie (Sammie Caton) yang kembali ke gereja ayahnya dalam kondisi terluka dan membawa sebuah gitar klasik yang sudah patah. Alur film kemudian mundur satu hari sebelumnya, di mana "Smokestack" brothers tersebut menjemput Sammie yang tak lain adalah keponakannya.
Sammie diajak untuk menjadi pengisi acara dalam pembukaan juke joint itu lantaran dia merupakan seorang musisi blues. Namun sebelum pergi, sang ayah yang bekerja sebagai pendeta telah memperingatkannya bahwa musik yang ia mainkan dapat mengundang kehadiran akan roh halus.
Imbauan pun ia hiraukan dan tetap pergi bersama Smokestack. Dalam perjalanan menuju ke juke joint (sebelumnya tempat penggergajian), si kembar itu mengajak sejumlah tokoh lokal seperti Delta Slim (Delroy Rindo) musisi blues yang sudah sepuh, Annie (Winmi Mosaku), Bo (Thomas Pang), Grace Chow (Li Jun Li), dan Cornbread (Omar Benson Miller).
Baca Juga: Sinopsis Film Para Perasuk, Ini Daftar Para Pemainnya
Singkat cerita, mereka telah tiba di juke joint tersebut, komunitas orang kulit hitam berkumpul. Di sini Coogler menggambarkan tentang Ku Klux Klan (KKK), segregasi ras, perbudakan, fasisme, hingga penggabungan unsur musik blues serta folk Irlandia sebagai sebuah tanda perlawanan sekaligus sejarah kelam Negeri Paman Sam, enggak cuma mengancam orang Afrika-Amerika, tapi juga vampir.
Namun siapa sangka, malam perayaan tersebut justru berubah menjadi petaka kala tarian dan musik blues mengundang kehadiran para vampir. Di babak ini, sang sutradara film Black Panther ini mulai menaikkan tensinya.
Perlahan namun pasti, unsur gaib pun muncul secara samar-samar, menyadarkan audiens bahwa dunia mereka tak hanya bergelut dengan konflik sosial saja, tapi juga supranatural. Lebih lanjut, saat para vampir sudah muncul, tensi dan ketegangan film ini mulai menurun, meski ada adegan aksinya.
Sementara itu, dari segi musik latar yang digubah oleh Ludwig Göransson terasa sangat intens dari awal film, setiap nada menyatu seamless pada setiap adegan. Bahkan dentingan musik blues dan folk Irlandia berpadu dengan epik yang membuat suasana lebih mencekam dan magis.
Baca Juga: DreadHaunt, Gim Horror Psikologis yang Akan Dirilis Nuon Pada September Mendatang
Sinematografi karya Durald Arkpaw pun layak mendapat pujian lantaran dia sukses menyuguhkan visual yang memukau. Suasana siang dan malam pun sukses membuat audiens merasa mengerikan. Visual film Sinners menurut penulis benar-benar pas di mata.
Kesimpulannya, Coogler sukses meramu unsur horor, sejarah, musik, hingga aksi di film ini menjadi suatu pesan moral yang sangat kuat. Meski begitu, menjadi suatu perdebatan apakah film ini memang layak mendapat belasan nominasi Oscar 2026? Boleh jadi ini dikarenakan pada tahun lalu tidak banyak film blockbuster yang tayang, mungkin hanya One Battle After Another dan Marty Supreme.