Techverse.asia - Screenplay Films telah menyetujui adaptasi film layar lebar dari Zona Merah, serial horor Indonesia yang mendapat sambutan hangat dari penonton pada debutnya. Produksi film ini rencanaya akan berlangsung dari April hingga Mei 2026, dengan pengambilan gambar dimulai pada 7 April.
Baca Juga: Ghost in the Cell Tayang 16 April 2026, Cek Daftar Pemeran dan Sinopsisnya
Sidharta Tata dan Fajar Martha Santosa akan menyutradarai film ini bersama-sama, dengan Tata juga kembali sebagai penulis skenario. Santosa akan mengawasi keseluruhan proses pengembangan, dengan tujuan untuk menghadirkan kohesi yang lebih besar pada cerita saat beralih dari format serial ke format film layar lebar.
Beberapa anggota pemeran dari serial aslinya akan kembali memerankan peran mereka, termasuk Aghniny Haque, Andri Mashadi, Maria Theodore, Devano Danendra, dan Lukman Sardi. Mereka juga akan bergabung dengan sejumlah pemeran baru – Luna Maya, Bryan Domani, Shindy Huang, Myesha Lin, dan Derby Romero – yang memerankan karakter baru yang memasuki dunia bertahan hidup zombie dalam cerita ini.
Film layar lebar tersebut memperluas dunia ke wilayah yang lebih gelap dan lebih kejam, dengan konflik yang lebih rumit dan pengembangan karakter yang lebih mendalam. Bertahan hidup melawan ancaman mayat hidup menjadi tantangan yang lebih berat dan tanpa ampun daripada yang ditampilkan dalam serialnya.
Baca Juga: Dari Klien Jadi Investor? Tengok Luna Maya yang Baru Saja Bergabung Dengan Waste4Change
Luna Maya akan mengambil peran ganda dalam proyek ini, membintangi film sekaligus menjadi produser eksekutif. “Sebagai produser eksekutif, saya melihat ‘Zona Merah’ memiliki potensi yang luar biasa – tidak hanya secara kreatif, tetapi juga dalam hal posisinya di industri. Ini adalah langkah penting dalam membawa IP lokal ke level berikutnya, baik dalam skala produksi maupun jangkauan penonton,” katanya.
Zona Merah sendiri sudah memiliki fondasi yang kuat dalam pembangunan dunia dan penceritaannya dari serialnya. Dengan film ini, kami bertujuan untuk meningkatkan semuanya ke level berikutnya – secara emosional, dalam hal skala konflik, dan dalam pengalaman visual secara keseluruhan.
“Kami ingin penonton merasa tidak aman di kursi bioskop mereka – lebih gelap dan lebih meresahkan daripada apa pun yang pernah kami buat sebelumnya,” tambah Sidharta.
Baca Juga: Serial Orisinal Indonesia Mulai Menantang Konten K-drama di Asia Tenggara
Sebagai informasi, Zona Merah awalnya merupakan serial televisi asli Indonesia yang telah tayang perdana pada 8 November 2024 di platform streaming Vidio. Episode barunya tayang setiap hari Jumat pukul 07.00 WIB. Serial ini bercerita mengenai wabah mayat hidup yang mulai merebak di wilayah Rimbalaya.
Di musim pertamanya total terdapat delapan episode, yang masing-masing berdurasi kurang lebih 50 menit. Zona Merah bercerita tentang seorang perempuan bernama Maya (Aghniny) harus berjuang mencari Adi (Devano), adiknya yang tiba-tiba hilang. Maya berlomba dengan waktu sebelum Rimbalaya sepenuhnya menjadi zona merah. Dalam film tersebut juga akan ada Ella (Maria) dan Zaenal Effendi (Lukman).
Proses pengambilan serial Zona Merah dilakukan di sejumlah lokasi terpisah, mulai dari daerah Kesatuan Pemangkuran Hutan (KPH) Cepu, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah, yang merupakan Kawasan Wisata Hutan Alam Jati Gubug Payung dan BKPH Pasarsore.
Baca Juga: Rayakan Paskah, House of Tugu Jakarta Hadirkan Springtime Easter Feast
Zona Merah pernah masuk dalam tiga kategori nominasi di Festival Film Bandung 2025. Ini mencakup kategori Sutradara Terpuji Serial Web (Fajar dan Sidharta), Pemeran Pembantu Pria Terpuji Serial Web (Devano keluar sebagai pemenang) dan Pemeran Pembantu Perempuan Terpuji Serial Web (Ruth Marini). Namun sayang, dua kategori sisanya belum sukses menggondol piala dari ajang festival film tersebut.













