Honda Resmi Mengumumkan Setop Produksi 3 Mobil Listrik

Honda 0 Saloon Prototype (Sumber: Honda)

Techverse.asia - Honda telah mengumumkan pembatalan tiga mobil listrik yang akan segera diproduksi di pusat produksi kendaraan elektrik (EV Hub) di Ohio, Amerika Serikat (AS). Ya, perusahaan secara resmi membatalkan SUV dan sedan 0 Series, serta Acura RSX, dengan alasan "situasi pendapatan yang sangat menantang."

Produsen mobil Jepang ini, yang gagal melakukan merger dengan Nissan tahun lalu, menyatakan bahwa pihaknya memperkirakan akan mengalami kerugian bersih sebesar ¥360 miliar hingga ¥630 miliar pada tahun fiskal yang berakhir bulan ini.

Itu yang, menurut laporan The Financial Times, akan menjadi kerugian tahunan pertama Honda sejak menjadi perusahaan publik 50 tahun yang lalu.

Baca Juga: BYD Perkenalkan Pengisian Daya Cepat untuk Mobil Listriknya, Hanya 4 Menit Baterai Terisi Penuh

Honda sebagian menyalahkan penghapusan kredit pajak kendaraan listrik federal, pelonggaran peraturan bahan bakar fosil, dan tarif AS atas keputusan tersebut. Perusahaan mengatakan permintaan AS untuk kendaraan listrik telah melambat karena perubahan kebijakan itu.

Honda, yang sedang bergulat dengan tarif Presiden AS Donald Trump, telah menjadi salah satu produsen mobil paling agresif dalam mengejar kendaraan elektrik.

Perusahaan tersebut menyatakan menargetkan 30 EV baru pada 2030 mendatang dengan penjualan dua juta unit, penjualan mobil tanpa emisi 100 persen pada 2040, dan netralitas karbon “untuk semua produk dan aktivitas perusahaan” pada 2050. Kekinian mereka malah encatat kerugian atas investasi EV sebesar ¥340 miliar - ¥570 miliar.

Baca Juga: Mobil Listrik Honda 0 Series Dipamerkan di CES 2024, Ini 2 Tipenya

Sementara itu di China, perusahaan tersebut mengakui tidak dapat menandingi nilai yang ditawarkan oleh produsen baru yang membangun kendaraan berbasis perangkat lunak dengan siklus produksi yang lebih pendek. CEO Honda Toshihiro Mibe mengatakan pada konferensi pers bahwa pergeseran permintaan telah membuat profitabilitas EV sangat sulit.

“Kami tidak mampu menghadirkan produk yang menawarkan nilai uang yang lebih baik daripada produsen EV baru, yang mengakibatkan penurunan daya saing,” katanya.

Dengan begitu, Honda akan mengalihkan sumber daya ke arah hibrida generasi berikutnya dan hanya akan memasarkan mobil listrik ketika permintaan membenarkannya. Perusahaan juga membagikan rencana untuk berekspansi di India, di mana mereka memperkirakan pasar hibrida akan berkembang.

Honda sebelumnya telah memamerkan ketiga model tersebut, dan mengklaimnya hampir siap produksi di CES 2025. Di event ini, Honda 0 SUV dan Honda 0 Saloon resmi diperkenalkan. Model produksi berdasarkan kedua prototipe tersebut akan diluncurkan di Amerika Utara pada tahun ini, lalu diikuti oleh pasar global.

Baca Juga: 5 Nilai Inti di Kendaraan Elektrik Honda 0 Series

Apa arti Honda sebenarnya?

Honda sedang menghadapi krisis identitas. Pada intinya, Honda adalah perusahaan mesin pembakaran internal. Mereka membuat mesin yang sangat bagus, dan hal itu mulai kurang penting. Ciri-ciri lain dari mobil-mobilnya juga sedang diserang.

Selama bertahun-tahun, perusahaan ini membanggakan diri sebagai pembuat mobil yang berorientasi pada pengemudi. Mobil-mobilnya ringan, efisien, dan mudah dikendalikan. Tetapi ketika mobil tersebut dapat mengemudi sendiri, apa arti sebenarnya dari "mobil yang berorientasi pada pengemudi"?

Mengesampingkan otonomi, bisa diasumsikan bahwa pasar untuk mobil yang berorientasi pada pengemudi memang terbatas. Orang-orang tertarik pada Honda karena keandalannya dan harganya yang wajar. Fakta bahwa mobil-mobil tersebut mudah dikendalikan hanyalah bonus tambahan, mungkin membantu konsumen dalam memilih jika mereka bingung antara dua merek.

Namun, kendaraan listrik menjanjikan keandalan yang jauh lebih tinggi daripada kendaraan berbahan bakar fosil, dan seperti yang ditunjukkan oleh produsen mobil China, begitu harga baterai turun, biaya kendaraan secara keseluruhan juga akan turun. Apabila Honda tidak mampu bersaing dalam hal keandalan atau harga, konsumen akan ragu untuk membelinya.

Baca Juga: Resep Rahasia Mobil Listrik China Lebih Unggul dari Pabrikan Jepang Atau Eropa

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI