Akselerasi Regeneratif Turisme, Tim PKM RSH UGM Kaji Falsafah Hamemayu Hayuning Bawana

Rahmat Jiwandono
Senin 09 Oktober 2023, 16:54 WIB
GKR Bendara (tengah) bertemu Tim PKM RSH UGM. (Sumber : Istimewa)

GKR Bendara (tengah) bertemu Tim PKM RSH UGM. (Sumber : Istimewa)

Techverse.asia - Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Sosial Humaniora (PKM RSH) Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan kajian tentang falsafah hamemayu hayuning bawana dalam pengelolaan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat untuk mengakselerasi terciptanya regenrative tourism di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Regenrative tourism sendiri adalah konsep pariwisata yang berupaya mengubah paradigma pariwisata dijalankan bukan hanya untuk tujuan ekonomi semata. Namun, industri pariwisata juga mengupayakan kesejahteraan destinasi lokal, lingkungan, dan masyarakat itu sendiri di dalamnya. 

Tim yang terdiri dari Mauren (Hukum 2020), Iswan (Pariwisata 2021), Juwita dan Shafira (Pariwisata 2020), dan Danu (Filsafat 2020) meneliti hal itu berawal dari komitmen Pemerintah Provinsi DIY dalam mengagendakan regenerative tourism guna menyelesaikan persoalan pariwisata di DIY selama ini. Komitmen tersebut tergambar dalam peringatan World Tourism Day 2022 di Desa Ekowisata Pancoh yang memang secara khusus mengusung tema regenerative tourism.   

Baca Juga: Eskavasi Situs Keputren, Dinas Kebudayaan DIY Temukan Artefak Wadah Air Peninggalan Majapahit

Mauren mengatakan bahwa Kota Jogja tidak bisa lepas dari hadirnya falsafah hamemayu hayuning bawana yang jika ditilik secara diakronik memiliki hubungan yang erat dengan sejarah pembangunan serta perkembangan DIY sejak dahulu kala. Falsafah ini merupakan eksistensi dari konsep sustainable tourism yang seringkali digunakan dalam industri pariwisata dunia sampai saat ini.

"Hal ini didasari atas falsafah hamemayu hayuning bawana yang menjadi bukti kearifan lokal dalam memaknai hubungan antara manusia dengan alam semesta akan sangat cocok apabila diaplikasikan kepada kultur Indonesia. Kondisi itu mendasari keyakinan bahwa falsafah tersebut mampu diimplikasikan secara nyata sebagai solusi berbagai persoalan yang terjadi dalam industri pariwisata di DIY," kata dia, Senin (9/10/2023). 

Dia bersama rekan-rekannya berupaya untuk mengkaji secara kritis nilai-nilai yang terkandung dalam falsafah hamemayu hayuning bawana dengan menggunakan indikator regenerative tourism. Guna mendapatkan dan mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam falsafah itu, tim PKM RSH UGM bekerja sama dengan berbagai stakeholder agar memperoleh data yang komprehensif dan menyeluruh. 

Baca Juga: Sah! Sumbu Filosofi Yogyakarta Resmi Jadi Warisan Budaya UNESCO

Beberapa pemangku kepentingan diantaranya seperti Panghageng Kawedanan Nitya Budaya yang dikepalai oleh Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara, Penghageng Kawedanan Radya Kartiyasa yaitu Raden Ayu (RA) Siti Amirul Nur Sundari, Penghageng Kawedanan Widya Budaya yaitu Kanjeng Mas Tumenggung (KMT) Widyawinata, Penghageng Kawedanan Purayakara, dan Kawedanan Krida Mandawa. 

Selain itu, subjek penelitian ini juga melibatkan instansi pemerintahan seperti Kepala Dinas Pariwisata DIY, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY. 

Mereka juga mengkaji falsafah hamemayu hayuningn bawana dalam sudut pandang pelaku pariwisata yang dilakukan dengan melakukan wawancara secara mendalam bersama Bobby Ardyanto Setyo Aji yang menjabat sebagai Ketua GIPI DIY. Langkah ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pemaknaan para pelaku wisata di DIY atas nilai-nilai yang terkandung di falsafah hamemayu hayuning bawana. 

Semua proses pengambilan data itu dilaksanakan sejak Juni tahun ini sampai dengan akhir September 2023. Dengan semua data yang sudah dikantongi oleh tim ini, maka diharapkan mampu menjadi modal awal bagi perumusan strategi serta kebijakan regeneratif bagi kepariwisataan di DIY yang mengacu pada falsafah Hamemayu Hayuning Bawana sebagai nilai lokalitas yang mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Jawa. 

Baca Juga: Kimbab Family Liburan ke Indonesia, Ini 5 Tempat Wisata yang Dikunjungi

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno07 Mei 2026, 20:13 WIB

Harga dan Spek Lengkap Realme C100x dan C100i di Indonesia

Dua gawai ini menjanjikan masa baterai yang awet sepanjang hari.
Realme C100 Series. (Sumber: Realme)
Culture07 Mei 2026, 18:25 WIB

Pendidikan Khas Kejogjaan akan Diimplementasikan Mulai PAUD-SMA

Nilai-nilai utama yang diusung dalam PKJ bersifat inklusif dan kolaboratif.
Mata pelajaran Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ). (Sumber: istimewa)
Lifestyle07 Mei 2026, 18:04 WIB

Zegama Hike: Kombinasi Sepatu Hiking dan Sepatu Lari

Sepatu Hiking Performa Tinggi yang Dirancang untuk Kenyamanan dan Perlindungan Sepanjang Hari.
ACG Zegama Hike. (Sumber: Nike)
Techno07 Mei 2026, 17:50 WIB

Realme C100 Punya 3 Pilihan Kelir, Didukung Fitur Hyper Cooling

Smartphone Pertama dengan Baterai 8000mAh di Kelasnya.
Realme C100. (Sumber: Realme)
Techno07 Mei 2026, 16:34 WIB

ASUS Rilis Chromebook CM14, Gratis Uji Coba 3 Bulan Paket Google AI Pro

Seri Chromebook baru ini menghadirkan desain elegan dan premium, performa andal, serta layar yang imersif untuk hiburan.
ASUS Chromebook CM14.
Startup07 Mei 2026, 16:13 WIB

TipTip Hadirkan Bali All-Access-Pass, Jawab Kebutuhan Pelancong Modern

Fasilitator hiburan Indonesia, TipTip, mencapai profitabilitas dan berekspansi ke platform pengalaman.
Bali all access pass.
Automotive07 Mei 2026, 15:01 WIB

Ducati Formula 73 Hanya akan Diproduksi Sebanyak 873 Unit

Sebuah motor bergaya Urban Café Racer yang menggabungkan teknologi modern dengan pesona otentik dari 750 Super Sport Desmo.
Ducati Formula 73. (Sumber: Ducati)
Techno07 Mei 2026, 14:45 WIB

Motorola Memperkenalkan 3 Ponsel Lipat Baru ke dalam Jajaran Razr

Ini harga dan spesifikasinya.
Motorola Razr Ultra. (Sumber: Motorola)
Techno06 Mei 2026, 18:46 WIB

Spesifikasi Itel A100C: Ponsel Entry Level yang Dirancang dengan Standar Militer

Terobosan dengan daya tahan optimal dan harga ramah di dompet.
Itel A100C.
Lifestyle06 Mei 2026, 18:26 WIB

Sulitnya Akses Sumber Pangan dan Kualitas SDM Jadi Penyebab Utama Stunting

Penting agar orang tua memiliki kualitas pendidikan yang baik serta akses pangan yang mudah supaya anak tidak mengalami masalah tumbuh kembang.
Ilustrasi stunting. (Sumber: dok. disdikpora buleleng)