Selalu Ada Sesuatu di Yogyakarta, Salah Satunya Sate Kere

Uli Febriarni
Minggu 12 Februari 2023, 16:40 WIB
sate kere atau sate gajih sapi (Sumber : @satekere_mbahponjiah)

sate kere atau sate gajih sapi (Sumber : @satekere_mbahponjiah)

Setiap daerah punya makanan khasnya masing-masing, baik itu makanan berat maupun makanan ringan atau camilan. Kali ini, kita akan berkenalan dengan salah satu jenis camilan yang cukup ramai dijajakan di kawasan Malioboro dan Pasar Beringharjo,Kota  Yogyakarta.

Bila kamu berkunjung ke Yogyakarta, menyambangi kawasan pasar Beringharjo; lalu melihat kepulan asap yang membumbung, diikuti aroma terbakar, coba ikuti dan telusuri dari mana asap itu berasal. Bisa jadi, asap itu berasal dari aktivitas ibu-ibu pedagang sedang membakar sate kere.

Baca Juga: Hidupmu Terasa Berat dan Penat? Kunjungi Wisata Religi Sejenak, Hati Tenang Batin Lapang

Sebetulnya apa itu sate kere? Sate kere merupakan sebutan untuk jajanan berbahan lemak yang menempel pada daging sapi. Sate kere dijual dengan harga sangat terjangkau, mulai dari Rp3.000, Rp5.000, dan bisa dipesan menggunakan lontong maupun tidak. 

Sate kere, istilah tersebut berasal dari bahasa jawa yang secara harafiah berarti sate 'miskin'. Konon, sate kere di masa dahulu merupakan kudapan bagi warga miskin yang ingin memakan sate namun tak mampu membeli daging.

Sate kere Beringharjo merupakan salah satu spot kuliner sate kere yang banyak diminati wisatawan, yang penasaran dengan rasanya. 

Di kawasan pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta, ada beberapa penjual sate kere legendaris, karena mereka telah menjual sate kere bertahun-tahun lamanya; sebut saja Mbah Suwarni maupun Mbah Ponjiah. 

Sate kere, bukan sekadar gajih sapi yang dibakar. Melainkan dibumbui terlebih dahulu dengan racikan bawang merah, bawang putih, gula jawa. Kemudian dibakar hingga matang. 

Baca Juga: Wajib Coba Enam Makanan Ini Ketika Datang ke Yogyakarta

Baca Juga: Musim Hujan Tapi Ingin Tetap Liburan? Ini 5 Destinasi Yang Oke Dikunjungi Tanpa Kebasahan

Selain dijual dengan 'varian' orisinal, sate kere juga ditawarkan dengan bumbu kacang dan bumbu kecap. 

Kalau kamu tidak suka memakan gajih sapi, atau memiliki kadar kolesterol tinggi dalam tubuh, kamu bisa menikmati sate daging. Para penjual sate kere biasanya menempatkan kudapan ini bersebelahan dengan sate kere yang siap bakar. Bisa juga memilih sate telur ayam, yang berukuran sebesar telur puyuh. Jangan khawatir, harganya tetap terjangkau.

Karena bukan terbuat dari daging seperti pada umumnya, sate kere terasa kenyal ketika dimakan. Meski kenyal, sate gajih mudah dikunyah, tidak alot bahkan memberi kesan 'langsung hancur' di dalam mulut.

Terasa manis dan gurih, sate kere punya unsur 'smokey', mengingat proses pembuatannya yang memang dibakar di atas arang.

Meski rasanya nikmat dan harganya murah, sebaiknya tidak terlalu sering jajan atau terlalu banyak membeli sate kere ini, saat berlibur di Yogya. Karena ada beberapa dampak buruk ketika kita berlebihan saat mengonsumsi lemak sapi. Apalagi kalau kadar kolesterol dalam tubuhmu sudah cukup tinggi.

Seperti yang diterangkan dalam laman SehatQ, dalam setiap 100 gram gajih sapi mengandung 130 mg kolesterol.

Lemak hewan terdiri dari sekitar 40% lemak jenuh, yang berarti 100 gramnya mengandung 35-45 gram; atau setara dengan memenuhi 108-225% kebutuhan lemak harian.

Bagi yang sudah memiliki penyakit kolesterol berlebih dan gemar makan gajih sapi, maka kadar kolesterol yang tinggi ini akan menimbulkan plak yang lambat laun akan menyebabkan sumbatan pada pembuluh darah di tubuh. 

Namun demikian bila memang kita baru saja mengonsumsinya, asalkan jumlahnya tidak berlebihan, kita tidak perlu terlalu panik. Karena sepulang liburan, kita bisa mengimbanginya dengan minum air putih yang cukup, bergerak, berolahraga 30 menit dalam sehari serta makan buah dan sayur. 

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkini
Automotive30 Januari 2026, 18:35 WIB

Warna-warna Baru Yamaha Grand Filano Hybrid, Simak Daftar Harganya

Skutik kalcer stylish pilihan anak muda 2026.
Yamaha Grand Filano Hybrid warna Greenish Gray. (Sumber: Yamaha)
Automotive30 Januari 2026, 18:04 WIB

Scomadi Technica 200i Adventure Double Shock Dipasarkan Rp105 Juta

Skutik ini cocok dipakai untuk berpetualang.
New Scomadi Technica 200i Adventure Dual Shock (DS). (Sumber: Scomadi)
Techno30 Januari 2026, 17:22 WIB

ASUS Vivobook S16 2026 Pakai Prosesor Snapdragon X2 Elite, Ini Harganya

PC Copilot+ 16 inci yang cerdas, bertenaga, dan bergaya untuk generasi mendatang.
ASUS Vivobook S16 2026. (Sumber: ASUS)
Techno30 Januari 2026, 16:33 WIB

Harga dan Spesifikasi Lengkap Shokz OpenFit Pro, Bisa Dengarkan Lagu Selama 12 Jam

Era baru audio open-ear dengan pengurangan kebisingan canggih.
Shokz OpenFit Pro. (Sumber: Shokz)
Automotive30 Januari 2026, 16:20 WIB

Tesla Tak Lagi Produksi Model S dan Model X, Ada Apa?

Produksi kedua model tersebut akan dihentikan pada kuartal berikutnya.
Tesla Model X. (Sumber: Tesla)
Automotive30 Januari 2026, 15:50 WIB

Speedometer Assy Comb pada Suzuki Grand Vitara Bermasalah, Bisa Diganti Gratis

Suzuki mengadakan program Product Quality Update kaitannya dengan kendala tersebut.
Suzuki Grand Vitara.
Techno30 Januari 2026, 15:04 WIB

QCY Luncurkan MeloBuds N20, Ada 2 Warna dan Harganya Rp500 Ribuan

Earbud nirkabel hybrid NC Premium untuk pengalaman mendengarkan yang lebih baik.
QCY Melobuds N20. (Sumber: QCY)
Techno30 Januari 2026, 14:38 WIB

Garmin Apporach J1: Smartwatch GPS Khusus untuk Pegolf Junior

Jam tangan golf GPS pertama yang dilengkapi fitur-fitur yang berfokus pada pembelajaran dan peningkatan kemampuan.
Garmin Approach J1. (Sumber: Garmin)
Techno29 Januari 2026, 19:39 WIB

Samsung Hadirkan Galaxy Z Flip 7 Olympic Edition untuk Olimpiade Milano Cortina 2026

Atlet yang berkompetisi akan menerima perangkat Edisi Olympic yang dirancang khusus untuk meningkatkan pengalaman selama Olimpiade berlangsung.
Samsung Galaxy Z Flip 7 Olympic Edition. (Sumber: Samsung)
Travel29 Januari 2026, 19:20 WIB

Jelajahi Cagar Budaya Gua dan Sendang Surocolo di Perbukitan Pundong Bantul

Tempat ini belum banyak dikunjungi oleh wisatawan, jadi enggak ada salahnya untuk menengok lokasi bersejarah tersebut.
Sendang Surocolo yang ada di Seloharjo, Pundong, Kabupaten Bantul, DIY. (Sumber: Pemkab Bantul)