Musim Liburan Tiba, 4 Tips Cegah Rem Blong pada Bus

Rahmat Jiwandono
Jumat 11 Juli 2025, 18:29 WIB
Ilustrasi pengecekan rem pada bus. (Sumber: freepik)

Ilustrasi pengecekan rem pada bus. (Sumber: freepik)

Techverse.asia - Memasuki masa liburan sekolah hingga pertengahan Juli 2025, banyak keluarga mulai merencanakan perjalanan ke luar kota dan bus menjadi moda transportasi andalan. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pada masa liburan akhir tahun 2024, bus menempati peringkat kedua moda transportasi terpopuler dengan 6,54 juta penumpang.

Hal ini menggambarkan tingginya kebutuhan masyarakat akan moda transportasi umum, sekaligus menjadi peluang bisnis bagi para penyedia layanan transportasi. Peluang ini tentu harus diiringi dengan keseriusan dalam menjaga keselamatan perjalanan penumpang.

Selama periode 2014-2023 setidaknya tercatat 172 kecelakaan yang melibatkan bus. Terbaru, per akhir Juni 2025, kecelakaan kembali terjadi di Sidoarjo akibat rem blong yang menyebabkan bus menabrak tiga kendaraan.

Baca Juga: Hyundai Motor IONIQ 6 N Resmi Debut di Goodwood Festival of Speed Inggris

Kasus ini menambah panjang daftar kecelakaan bus yang secara umum disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu faktor pengemudi dan kegagalan sistem pengereman atau yang dikenal rem blong.

National Sales Manager Truck & Bus Radial, PT Hankook Tire Sales Indonesia Ahmad Juweni mengatakan, rem blong hingga kini masih menjadi salah satu penyebab kecelakaan fatal, terutama pada kendaraan besar seperti bus. Ini harus menjadi perhatian serius bagi penyedia jasa transportasi.

"Umumnya, rem blong disebabkan oleh kerusakan komponen rem seperti kampas, cakram, atau sistem hidrolik, muatan berlebih, serta teknik pengereman yang keliru. Padahal, faktor-faktor ini bisa dicegah dengan persiapan yang tepat," ujarnya, Jumat (11/7/2025).

Oleh karena itu, dia membagikan tips penting yang harus disiapkan oleh penyedia layanan transportasi bus dan pengemudi untuk mencegah terjadinya rem blong. Pertama, pastikan kapasitas muatan bus sesuai aturan, tidak over dimension over load (ODOL).

Baca Juga: Tips Cegah Terkena Penyakit Kulit Akibat Membeli Baju Bekas

Menurut peraturan No.55/2012, dijelaskan mengenai Jumlah Berat yang Diperbolehkan (JBB) dan Jumlah Berat Kombinasi yang Diperbolehkan (JBKB) untuk setiap jenis bus. Mulai dari bus kecil hingga bus tingkat. Untuk bus besar yang biasa digunakan untuk perjalanan antar kota aturan JBB berkisar pada 8.000-16.000 kilogram (kg).

"Selain berat maksimal, jumlah penumpang juga harus sesuai kapasitas kursi, dan distribusi barang bawaan perlu merata. Penumpukan muatan di satu sisi kerap membuat keseimbangan bus terganggu dan berisiko terhadap sistem pengereman," ujarnya.

Kedua, lakukan kontrol rutin pada kendaraan. setiap kendaraan umum, termasuk bus, harus melakukan uji kir setiap enam bulan. Meliputi pengecekan sistem rem, lampu, ban, hingga mesin guna memastikan kelayakan operasional.

Selain itu, sistem rem juga perlu dicek secara berkala setiap menempuh 10 ribu kilometer (km), terutama komponen kampas rem, cakram, minyak rem, dan sistem pendingin rem. Dianjurkan pula untuk memeriksa indikator tekanan udara ban di dashboard.

Baca Juga: Masuk Line-up Hammersonic 2026, My Chemical Romance Bakal Bawakan Setlist Penuh

"Tekanan ban yang tidak optimal akan mengurangi traksi serta menyebabkan kendaraan sulit dikendalikan," papar dia.

Ketiga, penggunaan pedal rem berlebihan di jalan menurun dapat menyebabkan overheating pada sistem rem terutama di bagian kampas rem. Saat melalui jalan menurun, pengemudi harus menggunakan gigi rendah tanpa menginjak pedal rem.

Untuk menurunkan kecepatan, pengemudi dapat menggunakan fitur exhaust brake, sistem ini memanfaatkan tekanan balik gas buang untuk memperlambat putaran mesin dan menghambat laju kendaraan.

Terakhir, sebagai bagian kendaraan yang bersentuhan langsung dengan jalan dan sistem rem, ban perlu diganti secara berkala. Umumnya, penggantian ban dilakukan jika sisa tinggi kembang ban sudah mencapai tread wear indicator atau sisa tinggi kembang sekitar 2-3 mm.

Baca Juga: Ini Lima Tips Memilih Ban Mobil: Pilih Merek yang Berkualitas

Evaluasi performa ban secara berkala diperlukan karena kondisi jalan dan beban muatan bisa mempercepat keausan. Dari sisi operasional, biaya ban bisa menyumbang 20–25 persen dari total biaya, sehingga banyak operator kini menggunakan pendekatan cost per kilometer (CPK) untuk memilih ban yang paling efisien.

"Ban dengan usia pakai lebih panjang membantu menekan CPK dan mendukung efisiensi operasional," katanya.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Automotive30 Januari 2026, 18:35 WIB

Warna-warna Baru Yamaha Grand Filano Hybrid, Simak Daftar Harganya

Skutik Kalcer Stylish Pilihan Anak Muda 2026.
Yamaha Grand Filano Hybrid warna Greenish Gray. (Sumber: Yamaha)
Automotive30 Januari 2026, 18:04 WIB

Scomadi Technica 200i Adventure Double Shock Dipasarkan Rp105 Juta

Skutik ini cocok dipakai untuk berpetualang.
New Scomadi Technica 200i Adventure Dual Shock (DS). (Sumber: Scomadi)
Techno30 Januari 2026, 17:22 WIB

ASUS Vivobook S16 2026 Pakai Prosesor Snapdragon X2 Elite, Ini Harganya

PC Copilot+ 16 inci yang cerdas, bertenaga, dan bergaya untuk generasi mendatang.
ASUS Vivobook S16 2026. (Sumber: ASUS)
Techno30 Januari 2026, 16:33 WIB

Harga dan Spesifikasi Lengkap Shokz OpenFit Pro, Bisa Dengarkan Lagu Selama 12 Jam

Era Baru Audio Open-Ear dengan Pengurangan Kebisingan.
Shokz OpenFit Pro. (Sumber: Shokz)
Automotive30 Januari 2026, 16:20 WIB

Tesla Tak Lagi Produksi Model S dan Model X, Ada Apa?

Produksi kedua model tersebut akan dihentikan pada kuartal berikutnya.
Tesla Model X. (Sumber: Tesla)
Automotive30 Januari 2026, 15:50 WIB

Speedometer Assy Comb pada Suzuki Grand Vitara Bermasalah, Bisa Diganti Gratis

Suzuki mengadakan program Product Quality Update kaitannya dengan kendala tersebut.
Suzuki Grand Vitara.
Techno30 Januari 2026, 15:04 WIB

QCY Luncurkan MeloBuds N20, Ada 2 Warna dan Harganya Rp500 Ribuan

Earbud Nirkabel Hybrid NC Premium untuk Pengalaman Sehari-hari yang Lebih Baik.
QCY Melobuds N20. (Sumber: QCY)
Techno30 Januari 2026, 14:38 WIB

Garmin Apporach J1: Smartwatch GPS Khusus untuk Pegolf Junior

Jam tangan golf GPS pertama yang dilengkapi fitur-fitur yang berfokus pada pembelajaran dan peningkatan kemampuan.
Garmin Approach J1. (Sumber: Garmin)
Techno29 Januari 2026, 19:39 WIB

Samsung Hadirkan Galaxy Z Flip 7 Olympic Edition untuk Olimpiade Milano Cortina 2026

Atlet yang berkompetisi akan menerima perangkat Edisi Olympic yang dirancang khusus untuk meningkatkan pengalaman selama Olimpiade berlangsung.
Samsung Galaxy Z Flip 7 Olympic Edition. (Sumber: Samsung)
Travel29 Januari 2026, 19:20 WIB

Jelajahi Cagar Budaya Gua dan Sendang Surocolo di Perbukitan Pundong Bantul

Tempat ini belum banyak dikunjungi oleh wisatawan, jadi enggak ada salahnya untuk menengok lokasi bersejarah tersebut.
Sendang Surocolo yang ada di Seloharjo, Pundong, Kabupaten Bantul, DIY. (Sumber: Pemkab Bantul)