TikTok Umumkan Inisiatif Belasan Miliar untuk Hadang Misinformasi Iklim

Ilustrasi TikTok (Sumber: Pexels)

Perubahan iklim terus menjadi salah satu tantangan terpenting yang dihadapi umat manusia. TikTok menyatakan komitmen mereka, untuk meningkatkan kesadaran keberlanjutan dan meningkatkan literasi iklim di kalangan komunitas global.

Platform tersebut meluncurkan inisiatif dan program baru, yang dipopulerkan melalui tagar #ClimateAction 2023. Kampanye yang bernilai US$1 juta atau sekitar Rp15 miliar tersebut, diumumkan TikTok pada 27 November.

TikTok mengumumkan kampanye #ClimateAction 2023 itu berbarengan dengan diselenggarakannya Konferensi Perubahan Iklim PBB COP28.

"Kami sangat bersemangat untuk memperkenalkan inisiatif baru senilai $1 juta untuk mengatasi misinformasi iklim, guna mendukung Verified for Climate, sebuah program gabungan antara Perserikatan Bangsa-Bangsa dan SDGs," ungkap TikTok, dilansir dari pernyataan resmi mereka, Selasa (28/11/2023).

Baca Juga: 77 Unit Lamborghini Huracan Ditarik Kembali Karena Kesalahan Sabuk Pengaman

Wakil Presiden Kebijakan Publik untuk Pasar Berkembang TikTok, Helena Lersch, menyatakan bahwa inisiatif ini akan melibatkan ilmuwan dan pakar Brasil, Uni Emirat Arab, dan Spanyol. Mereka yang akan mendukung creator TikTok terpilih, dalam mengembangkan konten pendidikan, untuk mengatasi misinformasi dan disinformasi iklim; sambil mendorong aksi iklim di masyarakat, lewat TikTok.

"Di TikTok, kami terus mencari cara untuk memberdayakan komunitas dengan informasi resmi, mengenai topik-topik yang penting bagi mereka, termasuk literasi iklim," lanjut Lersch.

Jadi, nantinya selama penyelenggaraan COP28, para konten kreator akan diminta untuk mengunggah konten mereka dengan tagar #ClimateAction.

TikTok berharap, lewat inisiatif baru ini mereka dapat bermitra dengan tim ahli, untuk memberikan informasi lebih lanjut dan menginspirasi komunitas global. Utamanya dalam meningkatkan kesadaran seputar topik-topik penting iklim dan menemukan solusi berkelanjutan.

Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Komunikasi Global, Melissa Fleming, mengaku sangat gembira dapat bergabung dengan tim. Apalagi mereka akan bekerja membantu menyebarkan konten iklim yang faktual dan dapat dipercaya, kepada khalayak global TikTok yang luas.

Kampanye perubahan iklim yang memiliki urgensi tinggi, tetap membutuhkan informasi yang akurat dan berbasis ilmu pengetahuan semakin besar.

Baca Juga: E-Sport Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif, Kok Bisa?

Baca Juga: Dyson Luncurkan 2 Alat Perawatan Rambut Baru, Edisi Warna Ceramic Pop

Baca Juga: Indonesia Jadi Tamu Kehormatan dalam Pameran Teknologi di China

Upaya TikTok untuk memerangi misinformasi berbahaya sambil meningkatkan informasi resmi, mereka lakukan sepanjang tahun. Salah satu kebijakan itu, TikTok melarang misinformasi perubahan iklim yang melemahkan konsensus ilmiah; seperti konten yang menyangkal adanya perubahan iklim atau faktor-faktor yang berkontribusi terhadapnya.

Baca Juga: Tecno Phantom V Flip 5G Resmi Dijual di Indonesia, Cuma Rp8,9 Juta

Sebagai platform global, TikTok telah menjadi tujuan bagi komunitas yang paling terkena dampak perubahan iklim, untuk mempelajari topik-topik penting perubahan iklim dan mendiskusikan solusi perubahan yang berarti.

Tagar populer seperti #ClimateChange, #ClimateAction, dan #SustainableLiving masing-masing telah memperoleh 6,6 miliar penayangan video, 2,5 miliar penayangan video, dan 1,9 miliar penayangan video.

Sebagai bagian dari kampanye #ClimateAction global, TikTok juga telah bekerja sama dengan Emirates Nature-WWF untuk meluncurkan 'Nature Diaries'. Itu adalah sebuah serial video eksklusif, menampilkan delapan episode mendalam yang menggabungkan pendidikan dan petualangan, bertujuan untuk mendorong aksi iklim dan literasi iklim.

Diketahui, sedikitnya ada enam konten kreator dari seluruh dunia, akan hadir mengampanyekan #ClimateAction bersama komunitas global TikTok lainnya di sela COP28.

Para kreator konten terpilih itu juga akan bergabung dengan mitra nirlaba TikTok, untuk berdiskusi dan mengeksplorasi praktik terbaik dalam menggunakan konten keberlanjutan yang otentik, untuk mendorong dampak positif.

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI