Techverse.asia - Samsung Electronics hari ini untuk pertama kalinya di industri, telah mengembangkan solusi Universal Flash Storage (UFS) 5.0 tercepat di industri, yang akan membantu memungkinkan layanan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang lancar dan sangat efisien pada perangkat seluler masa depan, Rabu (24/6/2026).
Baca Juga: ASUS ExpertBook B5 Flip G2: Laptop Konvertibel 360 Derajat yang Serbaguna
Pencapaian ini menetapkan tolok ukur baru untuk pasar memori seluler generasi berikutnya karena peningkatan kinerja diharapkan memungkinkan pengguna perangkat seluler dengan latensi yang jauh lebih rendah dan waktu respons yang lebih cepat saat menjalankan model bahasa besar (Lage Language Machine/LLM) di lingkungan kecerdasan buatan pada perangkat.
“Di era AI pada perangkat, perangkat penyimpanan berkembang menjadi pendorong utama yang menentukan pengalaman AI,” kata Jangseok Choi selaku Kepala Perencanaan Produk Memori di Samsung Electronics melalui keterangan tertulisnya disadur Techverse.asia.
Dengan keberhasilan raksasa teknologi Negeri Ginseng ini melampaui tahap pengembangan solusi UFS 5.0 pertama di industri, Samsung menetapkan standar baru untuk penyimpanan saat bepergian dan akan terus mendorong inovasi untuk pasar platform seluler generasi berikutnya.
Baca Juga: TSMC Investasi Sebesar Rp1,645 Triliun di Amerika Serikat untuk Manufaktur Semikonduktor
Menurutnya, tren AI generatif dengan cepat bergeser dari komputasi awan alias cloud ke perangkat, mendorong lonjakan skala data yang dibutuhkan untuk pemrosesan lokal. Akibatnya, penyimpanan berevolusi dari media yang terutama digunakan untuk menyimpan data menjadi infrastruktur inti yang mendukung komputasi kecerdasan buatan.
Samsung UFS 5.0 ini mengintegrasikan standar antarmuka memori tertanam terbaru dari JEDEC, mencapai tingkat kinerja yang tak tertandingi dengan bandwidth tertinggi di industri hingga 10,8 gigabyte per detik (GB/s).
Solusi penyimpanan baru ini juga memberikan kecepatan baca sekuensial hingga 10,8 GB/s dan kecepatan tulis sekuensial hingga 9,5 GB/s, kecepatan yang masing-masing lebih dari dua kali lebih cepat daripada standar UFS 4.1 sebelumnya.
"Kemajuan yang signifikan ini memungkinkan penyimpanan dan pemrosesan data besar yang jauh lebih cepat untuk aplikasi bertenaga kecerdasan buatan di perangkat," ujarnya.
Baca Juga: AMD Berencana untuk Investasi ke India Senilai Rp6 Triliun, Bangun Pusat Manufaktur Semikonduktor
Efisiensi daya pada Samsung UFS 5.0 juga telah ditingkatkan lebih dari 40 persen dibandingkan dengan solusi UFS 4.1 perusahaan. Hal ini dicapai dengan menerapkan sejumlah inovasi baru, termasuk clock gating dan teknologi multi-tegangan.
Peningkatan ini juga membantu mengurangi secara signifikan daya yang dibutuhkan untuk mentransfer jumlah data yang sama, menurunkan konsumsi daya secara drastis dan memperpanjang masa pakai baterai perangkat seluler generasi berikutnya.
Samsung telah merancang solusi UFS 5.0 ke dalam paket ultra-kompak dengan ukuran hanya 7,5 mm x 13 mm x 0,9 mm — menjadikannya 16,7 persen lebih kecil dari pendahulunya. Faktor bentuk ini secara signifikan meningkatkan fleksibilitas desain dan pemanfaatan ruang internal untuk berbagai aplikasi, termasuk perangkat seluler, perangkat wearable, dan perangkat realitas yang diperluas (XR).
Baca Juga: Bukan Hanya Bisnis Micin, Ajinomoto Melesat Lewat Bisnis Semikonduktor
Samsung akan memulai produksi massal UFS 5.0 pada kuartal keempat tahun ini dalam berbagai kapasitas hingga satu terabyte (TB).
Melalui terobosan dalam teknologi UFS 5.0 ini, Samsung tetap unggul dalam memenuhi kebutuhan industri dan berencana untuk meningkatkan pasokan guna memenuhi pertumbuhan pasar perangkat generasi berikutnya - mulai dari smartphone unggulan hingga headset XR dan perangkat wearable AI.
Baca Juga: Fitur Baru Trips Kini Tersedia di Samsung Wallet, Bantu Kelola dan Atur Perjalanan