Techverse.asia - Akibat kenaikan biaya Random Access Memory (RAM) dan penyimpanan yang belum pernah terjadi sebelumnya, Apple telah mengonfirmasi bahwa kenaikan harga akan terjadi pada produk-produk mereka.
Chief Executive Officer (CEO) Apple Tim Cook mengatakan kepada The Wall Street Journal (WSJ) bahwa kenaikan harga adalah sesuatu yang "tidak dapat dihindari" karena situasi seputar cip memori telah menjadi "tidak berkelanjutan".
Baca Juga: Spesifikasi dan Harga Sennheiser Accentum Open, Daya Tahan Baterai Selama 9 Jam
Meski demikian, Cook tidak menyebutkan waktu kenaikan harga atau perangkat mana yang akan terpengaruh akibat hal tersebut. Belum jelas juga apakah kenaikan harga akan memengaruhi iPhone 18, yang diperkirakan akan diluncurkan pada September tahun ini.
“Pasokan berkurang pada saat konsumen menginginkan perangkat dan para produsen memori menaikkan harga secara signifikan,” kata Cook kami kutip pada Senin (22/6/2026).
Melalui analisis internal dan wawasan harga dari perusahaan riset dari TechInsights, The WSJ memperkirakan bahwa harga iPhone 18 Pro kemungkinan akan dimulai dengan minimum US$1.300 atau setara dengan Rp23 jutaan (kurs dolar Rp17,800) - tetapi tak menutup kemungkinan bisa tembus sampai US$1.400 atau sekitar Rp25 jutaan atau lebih tinggi dapat terjadi.
Baca Juga: Daftar iPhone yang Kompatibel dengan iOS 27, Ini Pembaruan yang Dijanjikan
Itu merupakan kenaikan sekitar US$200-US$300 bila dibandingkan iPhone 17 Pro. Alasan lainnya adalah Apple perlu menaikkan harga model iPhone Pro sebesar US$270 (Rp4,8 jutaan) untuk mempertahankan margin keuntungan perusahaan saat ini.
Di sisi lain, itu berarti tingkatan penyimpanan yang lebih besar, dan model premium seperti iPhone 18 Pro Max dan iPhone Ultra, akan dimulai dengan harga yang lebih tinggi.
Angka WSJ diperoleh dengan menjumlahkan kenaikan harga yang diharapkan untuk RAM dan penyimpanan iPhone 18 Pro, ditambah peningkatan kamera, dan memberikan Apple margin yang sebanding dengan norma-normanya.
Meskipun Apple tidak melaporkan margin laba kotor pada produk individual, penelitian TechInsights menunjukkan margin pada iPhone 17 Pro seharga US$1.100 adalah 47 persen. Untuk mempertahankan margin laba tersebut untuk iPhone 18 Pro, berdasarkan perkiraan biaya, perusahaan harus mematok harga US$1.371.
Baca Juga: Apple Memperkenalkan Siri AI: Asisten yang Jauh Lebih Mumpuni dan Personal
Karena perusahaan menyukai penetapan harga standar, harga awal kemungkinan besar adalah US$1.300, menghasilkan laba kotor 44 persen. Dan perhitungan ini tidak memperhitungkan potensi sistem kamera baru yang juga akan menelan biaya sekitar 50 persen lebih banyak bagi Apple dibandingkan model sebelumnya, menurut analis rantai pasokan Ming-Chi Kuo.
Dalam hal itu, mengikuti perhitungan yang sama, Apple dapat menetapkan harga awal iPhone 18 Pro mulai dari Rp25 jutaan atau bahkan lebih tinggi.
Ekspansi pesat pusat data kecerdasan buatan (AI) telah memaksa perusahaan elektronik konsumen untuk bersaing ketat karena pasokan komponen utama semakin menipis, sehingga mendorong harga naik tajam. Cip telah mengalami kenaikan harga triwulanan setidaknya 50 persen sejak akhir tahun 2025.
Baca Juga: Apple Dilaporkan akan Rilis iPhone Fold pada September 2026
Tim Cook sendiri telah bekerja di rantai pasokan elektronik teknologi sepanjang kariernya, termasuk di IBM dan Compaq sebelum bergabung dengan Apple, dan menyatakan bahwa ia belum pernah mengalami kenaikan harga seperti itu, menyebutnya sebagai "banjir seratus tahun".
"Pasokan berkurang pada saat konsumen menginginkan perangkat dan para pemasok memori meneruskan kenaikan harga yang sangat besar. Kita benar-benar membutuhkan harga dan pasokan memori untuk kembali ke tingkat yang wajar untuk produk konsumen. Itulah intinya," ujarnya.
Biaya memori dan penyimpanan merupakan hal yang penting bagi Apple, dengan penekanan khusus pada pasar DRAM (dynamic random access memory) karena infrastruktur AI. Ia mengatakan bahwa lebih banyak pasokan dialokasikan untuk memori bandwidth tinggi, yang banyak digunakan di server kecerdasan buatan.
Baca Juga: MediaTek Dimensity 9400e Dirancang untuk Mendukung Kecerdasan Buatan