Techverse.asia - Lari dan jogging menjadi alternatif olahraga yang mudah dan tidak memerlukan banyak biaya. Sama seperti slow jogging, atau lari santai, olahraga ini sedang menjadi tren di masyarakat yang menarik dijalankan.
Baca Juga: Data Garmin Connect Sebut Jumlah Pelari di Indonesia Meningkat 3x Lipat
Tidak jauh berbeda dengan jogging biasa, olahraga ini dilakukan tanpa harus memacu tenaga terlampau besar sehingga masih bisa tersenyum, berbicara tanpa terengah-engah, dan bernapas dengan mudah.
Pakar Fisiologi Olahraga Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. dr. Zainal Muttaqin, Ph.D, Sp.BS., menyebutkan ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan jogging. Di antaranya adalah minum yang cukup untuk mencegah tubuh mengalami panas yang berlebih.
“Minumlah air 2–3 jam sebelum olahraga, minum lagi 30 menit sebelum mulai, dan dianjurkan minum setiap 15 menit saat beraktivitas,” ujarnya pada Senin (10/8/2026).
Baca Juga: G-SHOCK Hadirkan Gravitymaster GWRB3000, Terinspirasi oleh Penerbangan Supersonik
Selain minum, kata Zainal, soal pemakaian sepatu lari turut diperhatikan. Menurutnya penggunaan sepatu lari yang layak dan sesuai wajib dilakukan untuk melindungi lutut serta sendi panggul dari dampak benturan
Meskipun olahraga ini terlihat sederhana, akan tetapi memiliki beragam manfaat. Dengan slow jogging akan mendorong jantung bekerja lebih kuat dan juga dapat melancarkan aliran darah hingga ke jaringan kulit luar yang dapat mendukung kesehatan kulit.
Zainal menambahkan jika olahraga ini rutin dilakukan dengan durasi lama akan membantu membakar lemak di tubuh. “Jadi pembakaran lemak itu memang olahraga yang intensitasnya ringan tapi lama,” papar dia.
Selain itu, ia menerangkan jika olahraga ini turut memberi manfaat bagi kesehatan mental. Dengan melakukan gerakan seperti slow jogging, akan mengaktifkan saraf otak ke-10 atau (vagus nerve atau wandering nerve) yang berfungsi sebagai “kabel kasih sayang” atau compassion.
Baca Juga: Adidas x Satisfy Hadirkan Sepatu Lari Edisi Terbatas Adizero Adios Pro 4
Saraf ini menyeimbangkan sistem fight or flight dan rest and digest yang membuat seseorang menjadi lebih tenang, sabar, ceria, tidak mudah marah. serta dapat terhindar dari depresi jika rutin melakukan gerakan slow jogging dan olahraga lainnya.
Manfaat tersebut juga didapat dari kegiatan olahraga yang dilakukan bersama teman-teman. Hal ini akan membangun co-regulation yang mengatur sistem dalam tubuh.
“Orang dengan badan yang segar karena melakukan olahraga biasanya tidak gampang marah, tidak gampang depresi, tidak gampang sedih ya, jadi akan semangat,” katanya.
Zainal mewajibkan untuk melakukan pemanasan sebelum melakukan slow jogging. Hal ini berfungsi untuk menghangatkan tubuh agar distribusi darah lancar dan melenturkan otot guna menghindari kram.
Baca Juga: On Luncurkan 3 Sepatu Lari Baru dari Koleksi Cloudmaster, Tak Ada Tali
Selama melakukan slow jogging juga diperhatikan ritme napasnya. Jika terengah-engah, artinya olahraga tersebut sudah berlebihan dan justru membuat tubuh kelelahan. Oleh karenanya, ia merekomendasikan 30-45 menit untuk sekali latihan dengan frekuensi tiga hingga lima sekali dalam seminggu.
Selain itu, perlu diperhatikan pola tidur dan pastikan waktu tidur cukup sebelum melakukan aktivitas fisik agar tubuh siap menerima beban latihan. Terakhir, ia menyarankan kepada pemula untuk tidak memaksakan diri melakukan gerakan berlebih dengan memulai dari durasi pendek, misal 5-10 menit sebelum kemudian terus ditingkatkan.
“Siapa pun yang baru olahraga itu mohon kendalikan emosi, jangan ngoyo dan harus bertahap step by step,” ujarnya.
Baca Juga: Hindari Cedera Saat Olahraga, Begini Urutannya yang Tepat

















