Techverse.asia - Pendaftaran program Samsung Solve for Tomorrow 2026 (SFT) akan dibuka mulai 28 April sampai 29 Mei melalui laman resminya. SFT 2026 terbuka bagi para pelajar SMA/SMK/MA dan sederajat, dan mahasiswa D3/D4/S1 yang masih aktif di seluruh Indonesia.
Samsung SFT hadir sebagai pelantar untuk generasi muda guna mengembangkan ide, ketrampilan, dan pola pikir inovatif sejak dini. Dengan demikian, para peserta tak cuma diajak untuk berkompetisi, namun juga memperoleh pengalaman pembelajaran yang komprehensif lewat Design Thinking, amplifikasi AI, dan mentoring dari para ahli di bidangnya.
"Tahun ini kami kembali mengadakan SFT, mengundang generasi muda Indonesia untuk berani mengambil langkah dan menghadirkan solusi yang nyata lewat teknologi," ungkap Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia Bagus Erlangga kami sadur, Jumat (17/4/2026).
Baca Juga: Studi: Anak-anak di Australia Masih Bermain Sosial Media Meski Sudah Dilarang
Menurutnya, program tersebut bukan sekadar kompetisi, melainkan sebuah perjalanan untuk mengembangkan ketrampilan, ide, dan pola pikir yang inovatif yang bisa memberi dampak luas. "Kami ingin membuka lebih banyak lagi peluang bagi talenta muda dalam negeri untuk berkembang dan memberikan dampak nyata buat masyarakat," paparnya.
Dikatakannya, antusiasme terhadap SFT terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Pada penyelenggaraan sebelumnya, SFT sukses menjaring sebanyak 2.603 pendaftar, dengan 2.274 peserta lolos ke tahap penyisihan dan membentuk 647 tim yang menghadirkan pelbagai ide inovatif dari seluruh Indonesia.
Capaian itu menunjukkan bahwa besarnya minat generasi muda untuk berkontribusi dalam menciptakan solusi berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pada tahun kemarin, Indonesia berhasil mencatatkan prestasi gemilang lewat Tim Labmino asal Universitas Indonesia (UI) yang terpilih sebagai Samsung Solve for Tomorrow Global Ambassador.
"Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa ide dan inovasi anak muda Indonesia sanggup bersaing di level global," kata dia.
Baca Juga: Samsung Galaxy XR Kini Didukung dengan Android Enterprise
Anthony Edbert Feriyanto, Tim Labmino, SFT Global Ambassador 2025 menyampaikan, mengikuti Samsung Solve for Tomorrow menjadi pengalaman yang mengubah cara kami melihat potensi diri. Dia merasa sangat bangga dapat mewakili Indonesia sebagai Global Ambassador.
"Lebih dari sekadar pencapaian, perjalanan ini membuktikan bahwa ide yang berangkat dari kepedulian dapat berkembang menjadi solusi nyata yang memberikan dampak," katanya.
Samsung Solve for Tomorrow tidak hanya memberikan pengalaman kompetisi, tetapi juga menghadirkan perjalanan pembelajaran yang menyeluruh bagi para peserta. Mulai dari proses pengembangan ide, pelatihan intensif, mentoring dari para ahli, hingga kesempatan memperoleh sertifikasi, seluruh rangkaian program dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan yang relevan di masa depan.
Tahun ini, Samsung Solve for Tomorrow membawa dua tema, yaitu teknologi untuk keberlanjutan lingkungan (Environmental Sustainability via Technology) dan teknologi untuk perubahan sosial melalui olahraga (Social Change through Sport & Tech).
SFT 2026 menantang para peserta untuk memilih satu dari dua tema utama. Tema pertama adalah Teknologi untuk Keberlanjutan Lingkungan (Environmental Sustainability via Technology), yang berfokus pada penerapan konsep ekonomi sirkular sebagai solusi atas tantangan lingkungan global.
Melalui pendekatan berbasis STEM, peserta didorong untuk menciptakan inovasi yang mampu menjaga dan memulihkan lingkungan melalui sistem berkelanjutan yang menekankan pada minimnya limbah, penggunaan ulang sumber daya, serta daur ulang dan regenerasi material.
Tema kedua yaitu teknologi untuk perubahan sosial melalui Olahraga (Social Change through Sport & Tech), mengajak generasi muda untuk mengembangkan solusi inovatif yang menggabungkan olahraga dan teknologi sebagai sarana mendorong perubahan sosial.
Fokusnya adalah menciptakan akses olahraga yang lebih inklusif dan merata, khususnya bagi perempuan dan penyandang disabilitas, sehingga olahraga dapat menjadi alat untuk membangun masa depan yang lebih setara dan berkelanjutan.
Baca Juga: Bosch x Alibaba Group Memperkuat Kemitraan Guna Dorong Inovasi Berbasis AI