Google Lyria 3 Pro Memungkinkan Membuat Musik Berdurasi Selama 3 Menit

Lyria 3 Pro. (Sumber: Google)

Techverse.asia - Google telah merilis Lyria 3 Pro, sebuah model pembuatan musik berbasis kecerdasan buatan (AI), sebulan setelah perilisan Lyria 3. Model baru ini memungkinkan pengguna untuk membuat lagu hingga tiga menit, dibandingkan dengan lagu berdurasi 30 detik yang ditawarkan oleh model Lyria 3.

Baca Juga: Spotify SongDNA Meluncur Global, Tersedia di Platform iOS dan Android

Raksasa teknologi itu menyebutkan bahwa selain memungkinkan pengguna untuk membuat lagu yang lebih panjang, model Lyria 3 Pro ini akan menawarkan kontrol kreatif. Alat ini juga menghadirkan lebih banyak kustomisasi.

Dalam perintah, pengguna juga dapat menentukan berbagai elemen dari sebuah karya musik, seperti intro, bait, chorus, dan bridge, karena model ini diklaim lebih memahami struktur lagu daripada pendahulunya.

Google menyatakan bahwa Lyria 3 Pro lebih memahami komposisi musik dibandingkan dengan model sebelumnya dan bahwa itu "sangat bagus untuk bereksperimen dengan berbagai gaya atau menghasilkan lagu dengan transisi yang kompleks."

Baca Juga: Tiga AI Generatif Baru dari Google untuk Berkreasi: Veo, Imagen 3 dan Lyria

Google sebelumnya menghadirkan kemampuan pembuatan musik ke aplikasi Gemini dengan perilisan Lyria 3. Model Pro juga diluncurkan di aplikasi Gemini, tetapi hanya berlaku buat para pelanggan berbayar yang akan mendapatkan akses ke sana.

Perusahaan ini juga telah meluncurkan Lyria 3 Pro ke aplikasi pengeditan video Google Vids dan ProducerAI, alat produksi musik bertenaga GenAI, yang telah diakuisisi Google pada Februari 2026.

Tak berhenti di situ, Google turut menambahkan kemampuan pembuatan musik ke alat perusahaan mereka dengan Vertex AI (dalam pratinjau publik), API Gemini, dan AI Studio melalui model Lyria 3 Pro. Sementara itu, bagi para pengembang atau developer dapat mengakses alat ini melalui API Gemini dan Google AI Studio.

Google menekankan bahwa mereka menggunakan data dari mitra mereka dan data yang diizinkan dari Youtube dan Google untuk melatih model ini. Mereka juga menyatakan bahwa model tersebut tidak meniru seorang artis.

Baca Juga: Alat AI Baru Youtube Bisa Menghasilkan Musik Latar Gratis untuk Video

Menurut perusahaan, "tanggung jawab adalah hal mendasar" dalam mendesain dan melatih model ini, sehingga hanya menggunakan materi yang hak ciptanya dimiliki perusahaan. Kendati demikian, mereka mengatakan bahwa jika pengguna menentukan artis dalam perintah, model tersebut mengambil "inspirasi luas" dari artis tersebut untuk menghasilkan sebuah lagu.

Semua lagu yang dibuat menggunakan Lyria 3 dan Lyria 3 Pro ditandai dengan SynthID untuk menunjukkan bahwa kecerdasan buatan digunakan untuk membuat lagu tersebut.

Itu semua bagus, tetapi apakah kita membutuhkan alat pembuatan musik berbasis AI lainnya? Perkiraan saat ini menunjukkan bahwa sekitar 50 ribu lagu yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan diunggah setiap hari ke Spotify saja. Alhasil, platform tersebut harus menghapus kurang lebih 75 juta lagu tersebut pada tahun lalu.

Baca Juga: Google Pixel 10 Series dan Samsung Galaxy S26 Series akan Mendapat Fitur Baru Gemini

Awal pekan ini, Spotify juga telah merilis alat baru untuk memungkinkan artis meninjau lagu yang dirilis atas nama mereka sehingga pembuat musik bertenaga kecerdasan buatan tidak salah mengaitkan musik. Sedangkan Deezer pun telah meluncurkan alat untuk memungkinkan layanan streaming apa pun mengidentifikasi musik yang dihasilkan oleh AI.

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI