Dituding Jadi Penyebab Kecanduan Media Sosial, Meta dan Google Harus Bayar Rp102 Miliar

Rahmat Jiwandono
Selasa 31 Maret 2026, 16:43 WIB
Ilustrasi anak kecanduan media sosial (Sumber: freepik)

Ilustrasi anak kecanduan media sosial (Sumber: freepik)

Techverse.asia - Sebuah juri di Pengadilan Tinggi Los Angeles, Amerika Serikat, telah memutuskan bahwa Meta dan Google lalai dalam persidangan yang dipantau ketat terkait dengan kecanduan media sosial.

Para juri menemukan bahwa kelalaian perusahaan-perusahaan tersebut merupakan faktor substansial dalam kerugian seperti masalah kesehatan mental yang dialami oleh seorang perempuan berusia 20 tahun bernama Kaley G.M., yang menggunakan Instagram dan Youtube.

Dengan demikian, juri memberikan ganti rugi kompensasi sebesar US$3 juta atau sekitar Rp51 miliar, dan kemudian memberikan tambahan Rp51 miliar lagi sebagai ganti rugi hukuman, total sekitar Rp102 miliaran. Meta diperintahkan untuk membayar 70 persen atas ganti rugi tersebut, sedangkan Google bertanggung jawab atas 30 persen sisanya.

Selama persidangan enam minggu, juri telah mendengar bahwa Meta dan Google merancang aplikasi dengan fitur-fitur seperti pemutaran otomatis, pengguliran tak terbatas, dan rekomendasi algoritmik untuk membuat anak-anak tetap online. Merasa terjebak dalam siklus penggunaan aplikasi-aplikasi ini secara terus-menerus menyebabkan Kaley, mengalami tekanan mental yang parah.

Baca Juga: Vivo X300 Ultra Dirilis di China, Ini Spesifikasi Detailnya

Ia juga mengklaim mengalami gangguan “dismorfia tubuh yang parah, depresi, dan pikiran bunuh diri,” dan setiap notifikasi yang muncul membuatnya semakin sulit untuk berhenti masuk ke akunnya.

“Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah juri mendengar kesaksian dari para eksekutif dan melihat dokumen internal yang kami yakini membuktikan bahwa perusahaan-perusahaan ini memilih keuntungan daripada anak-anak,” ungkap Joseph VanZandt, salah satu pengacara Kaley, dalam sebuah pernyataan kepada The New York Times.

Kaley bersaksi pada Februari 2026 bahwa ia membuat akun Youtube dan Instagram ketika ia berusia 8 dan 9 tahun. Sebagai seorang gadis muda, ia segera menghabiskan seluruh waktu luangnya di Instagram. “Saya menggunakannya setiap hari. Hal pertama yang saya lakukan saat bangun tidur, tepat setelah sekolah, dan kemudian larut malam,” ujarnya.

Baca Juga: Akibat Hal Ini, Meta Dijatuhi Denda Lebih dari Rp1 Triliun

Sementara itu, pengacara Meta mencoba berargumen bahwa faktor lain, seperti kehidupan rumah tangga Kaley yang kacau dan perceraian orang tuanya, lebih bertanggung jawab atas masalah kesehatan mentalnya, bukan aplikasi-aplikasi tersebut.

Tapi, bukti yang disajikan dalam persidangan mempengaruhi juri untuk memihak penggugat, menunjukkan bahwa Meta memahami betapa adiktifnya pelantarnya di kalangan remaja khususnya dan bahwa mereka secara aktif meneliti masalah ini dan menggunakan temuannya untuk meningkatkan keterlibatan di antara pengguna muda.

Menanggapi kasus ini, juru bicara Meta Francis Brennan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa perusahaan dengan hormat tidak setuju dengan putusan tersebut dan akan mengajukan banding.

“Kesehatan mental remaja sangat kompleks dan tidak dapat dikaitkan dengan satu aplikasi saja. Kami akan terus membela diri dengan gigih karena setiap kasus berbeda, dan kami tetap yakin dengan rekam jejak kami dalam melindungi remaja secara daring,” kata Francis.

Baca Juga: Dianggap Lalai Menjaga Keamanan Data Anak-anak, TikTok Kena Denda Rp5,6 Triliun

Senada dengan Meta, juru bicara Google José Castañeda, menyatakan bahwa mereka tidak setuju dengan putusan itu dan berencana untuk mengajukan banding. “Kasus ini salah memahami Youtube, yang merupakan platform streaming yang dibangun secara bertanggung jawab, bukan situs media sosial. Putusan hari ini adalah momen bersejarah,” tambahnya.

Para juri berdiskusi selama sembilan hari setelah persidangan selama lima minggu di Pengadilan Tinggi Los Angeles yang menampilkan kesaksian dari para eksekutif perusahaan termasuk CEO Meta Mark Zuckerberg, dan mantan karyawan yang menjadi pelapor, serta penggugat Kaley G.M. dan terapisnya.

Zuckerberg berdalih bahwa pilihan yang dibuat di Instagram, khususnya terkait filter kecantikan, dengan mengatakan bahwa perusahaan tersebut mencoba mencapai keseimbangan yang tepat antara konten yang berpotensi berbahaya dan kebebasan berekspresi.

Kepala Instagram Adam Mosseri juga ikut memberikan kesaksiannya, dengan menyebutkan bahwa ia tidak percaya bahwa seseorang bisa kecanduan aplikasi media sosial.

Baca Juga: 3 Media Sosial Ini Berpartisipasi dalam Program Pencegahan Bunuh Diri

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno31 Maret 2026, 17:28 WIB

Marshall Hadirkan Bromely 450, Bobotnya Cuma Sekitar 12 Kg

Marshall menambahkan speaker pesta berukuran junior ke jajaran produknya.
Marshall Bromley 450. (Sumber: marshall)
Automotive31 Maret 2026, 17:10 WIB

Ducati Superleggera V4 Centenario Hanya Diproduksi 500 Unit Saja

Superleggera V4 Centenario: Ducati memperkenalkan sepeda motor legal jalan raya paling ekstrem yang pernah mereka buat.
Ducati Superleggera V4 Centenario. (Sumber: Ducati)
Techno31 Maret 2026, 16:43 WIB

Dituding Jadi Penyebab Kecanduan Media Sosial, Meta dan Google Harus Bayar Rp102 Miliar

Gadis remaja Kaley mengaku mengalami gangguan mental yang kompleks akibat Youtube dan Instagram.
Ilustrasi anak kecanduan media sosial (Sumber: freepik)
Hobby31 Maret 2026, 15:15 WIB

Ghost in the Cell Tayang 16 April 2026, Cek Daftar Pemeran dan Sinopsisnya

Ini merupakan film bergenre horor komedi terbaru arahan Joko Anwar.
Film Ghost in the Cell. (Sumber: Come and See Pictures)
Techno31 Maret 2026, 14:31 WIB

Vivo X300 Ultra Dirilis di China, Ini Spesifikasi Detailnya

Ponsel ini dilengkapi dengan kamera 35mm berukuran hampir 1 inci, dan zoom 85mm 200MP yang baru.
Vivo X300 Ultra. (Sumber: Vivo)
Lifestyle31 Maret 2026, 13:57 WIB

G-SHOCK x Joshua Vides Luncurkan 2 Jam Tangan Edisi Terbatas

Kolaborasi edisi terbatas yang menerjemahkan estetika gambar tangan khas Vides ke dalam dua siluet ikonik.
G-SHOCK x Joshua Vides. (Sumber: Casio)
Techno31 Maret 2026, 13:45 WIB

Samsung Browser Hadir untuk Windows, Memperluas Agentic AI ke Berbagai Perangkat

Menghubungkan pengalaman browsing mobile dan PC secara mulus.
Samung Browser tersedia di Windows. (Sumber: Samsung)
Startup31 Maret 2026, 13:10 WIB

APM Singapore 2026: TransTRACK Tampilkan Solusi Monitoring Maritim Terpadu

TransTRACK Perkuat Akselerasi Digitalisasi Maritim Global di Asia Pacific Maritime (APM) Singapore 2026.
TransTRACK di APM Singapore 2026. (Sumber: istimewa)
Culture31 Maret 2026, 13:03 WIB

Pakar Bilang Lebaran Kekinian Menjadi Momen untuk Pamer

Telah terjadi pergeseran nilai di mana Lebaran seharusnya jadi momen berkumpul bareng keluarga dan saling bermaafan tapi kini lebih menonjolkan konsumerisme.
Ilustrasi halal bihalal saat Lebaran. (Sumber: Istimewa)
Lifestyle30 Maret 2026, 18:50 WIB

Java Jazz Festival 2026 Diselenggarakan di Lokasi Baru pada 29-31 Mei

Berikut beberapa daftar musisi lokal dan internasional yang akan menggebrak panggung jazz tersebut.
Java Jazz Festival 2026. (Sumber: istimewa)