SailPoint Rilis Adaptive Identity: Definisikan Ulang Keamanan Identitas

SailPoint.

Techverse.asia - Sailpoint, pemain industri dalam keamanan identitas terpadu bagi perusahaan, mengumumkan berbagai peningkatan signifikan pada AI-powered SailPoint Platform.

Kapabilitas baru ini menjadi yang pertama dari berbagai inovasi yang akan mendukung visi baru perusahaan mengenai adaptive identity, sebuah pendekatan yang dirancang untuk menjawab tantangan keamanan krusial di lingkungan TI modern.

Baca Juga: Vivo V70 Hadir dalam RAM 12GB dan Internal 512GB, Segini Harganya

Perusahaan menghadirkan visibilitas menyeluruh terhadap risiko hak akses istimewa melalui peluncuran privilege discovery and classification serta privilege insights. Kapabilitas dasar baru ini secara otomatis menemukan, mengklasifikasikan, serta menyediakan intelijen yang diperlukan untuk mengamankan akses istimewa di seluruh perusahaan.

Konektor baru untuk SailPoint Agent Identity Security memungkinkan penemuan dan tata kelola AI agents dari platform seperti Microsoft 365 Co-Pilot dan Databricks, serta Amazon Bedrock, Google Vertex AI, Microsoft Foundry, Salesforce Agentforce, ServiceNow AI Platform, dan Snowflake Cortex AI. Selain itu, SailPoint Machine Identity Security kini ditingkatkan dengan full lifecycle management untuk akun mesin tradisional.

Agen baru untuk SailPoint Harbor Pilot, rangkaian agen berbasis kecerdasan buatandari SailPoint yang dirancang untuk merevolusi cara pelanggan SailPoint Identity Security Cloud mengelola program mereka, mengubah proses yang sebelumnya kompleks menjadi percakapan yang sederhana dan terpandu. Solusi ini memungkinkan pengguna mengajukan permintaan akses melalui percakapan terpandu yang mudah.

Baca Juga: Virtual Storage Platform One Kini Sudah Tersedia di Google Cloud Marketplace

Keunggulan terbaru pada fitur Observability & Insights yang lebih canggih menghadirkan visibilitas langsung terhadap hak akses tertentu dan deteksi risiko di dalam SailPoint Identity Graph, termasuk perbandingan identitas serta intelijen operasional yang lebih mendalam untuk seluruh identitas.

SailPoint juga mengintegrasikan Data Access Security dengan Identity Graph untuk memvisualisasikan jalur akses data, memperkaya konteks identitas dan akses data, serta menghadirkan kapabilitas baru untuk memetakan dan mengelola paparan data sensitif.

Mesin Access Certification generasi berikutnya serta pembaruan menyeluruh pada Separation of Duties (SoD), yang menunjukkan komitmen SailPoint untuk membangun kembali kapabilitas tata kelola inti agar lebih optimal dari sisi performa, skalabilitas, dan pengalaman pengguna modern. Fitur ini akan tersedia pada semester kedua tahun ini.

Tata kelola identitas tradisional yang mengandalkan proses peninjauan manual yang lambat kini tidak lagi mampu mengikuti kecepatan adopsi cloud, pesatnya pertumbuhan identitas AI dan mesin, serta semakin kompleksnya ancaman modern.

Baca Juga: Kian Meningkat, Kawasan Indo-Pasifik Hadapi Risiko Kecerdasan Buatan

“Cara lama dalam tata kelola identitas sudah tidak lagi efektif. Mengandalkan peninjauan statis setelah kejadian tidak lagi cukup di tengah lanskap ancaman yang sangat dinamis saat ini,” ujar Chandra Gnanasambandam selaku SailPoint EVP of Product dan Chief Technology Officer, Rabu (1/4/2026).

Perusahaan bergerak menuju pendekatan baru berbasis kecerdasan buatan yang adaptif untuk menghadirkan visibilitas berkelanjutan dan tata kelola secara waktu nyata bagi seluruh jenis identitas, termasuk identitas kecerdasan buatan, mesin, agen, dan kredensial.

Kerangka identitas SailPoint dibangun di atas empat pilar utama. Pertama, tata kelola real-time: beralih dari peninjauan secara berkala menuju tata kelola yang terus menerus berlangsung secara otomatis, yang mampu mendeteksi, mencegah, dan memitigasi risiko segera setelah muncul.

Kedua, memperluas keamanan identitas tidak hanya bagi pengguna manusia, tetapi juga bagi populasi non-human identities yang terus berkembang pesat, termasuk AI agents, service accounts, dan machine workloads.

Baca Juga: Bahas Artificial Intelligence, UMY Buka Ruang Diskusi Ilmiah

Ketiga, mengurangi risiko standing privilege dengan menyediakan akses Just-in-Time (JIT) di seluruh lingkungan perusahaan, sehingga setiap identitas hanya memiliki akses yang benar-benar dibutuhkan, dalam durasi waktu yang minimal.

Keempat, menjembatani kesenjangan penting antara manajemen identitas dan Security Operations Center (SOC) dengan menghubungkan konteks identitas dengan sinyal ancaman untuk mendeteksi serta merespons ancaman dengan lebih cepat.

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI