Meta Bakal Bayarkan Uang Ratusan Miliar untuk Donald Trump, Ada Apa?

Rahmat Jiwandono
Kamis 30 Januari 2025, 22:19 WIB
CEO Meta Mark Zuckerberg.

CEO Meta Mark Zuckerberg.

Techverse.asia - Meta setuju membayar uang senilai US$25 juta atau sekitar Rp406 miliar untuk menyelesaikan gugatan hukum Donald Trump yang menuduh adanya penyensoran atas penangguhan akun yang dilakulan Facebook dan Instagram tersebut menyusul serangan pada 6 Januari 2021 di Gedung Capitol Amerika Serikat (AS).

Seorang sumber yang dekat dengan Trump mengonfirmasi bahwa Meta akan membayarkan uang itu berdasarkan ketentuan penyelesaian tersebut. Menurut Wall Street Journal, yang pertama kali melaporkan penyelesaian tersebut, US$22 juta dari pembayaran Meta akan digunakan untuk mendanai perpustakaan kepresidenan Trump.

Sedangkan, sisanya akan digunakan untuk biaya hukum dan penggugat lain yang menandatangani kasus tersebut.

Baca Juga: 2 Negara Ini Meminta Klarifikasi DeepSeek Mengenai Penggunaan Data Warganya

Penyelesaian Meta terjadi setelah ABC News bulan lalu setuju untuk membayar US$15 juta untuk yayasan dan museum kepresidenan Trump - dan untuk mengeluarkan permintaan maaf publik - untuk menyelesaikan gugatan pencemaran nama baik Trump yang diajukan terhadap pembawa acara George Stephanopoulos.

Dan juga jaringan tersebut setelah Stephanopoulos secara tidak akurat menyatakan bahwa Trump telah dinyatakan bertanggung jawab atas pemerkosaan.

Gugatan Presiden AS Donald Trump terhadap CBS News yang menuntut ganti rugi sebesar US$10 miliar atas dugaan campur tangan pemilu atas penyuntingan wawancara Kamala Harris di acara "60 Minutes" masih tertunda; CBS mengajukan mosi untuk membatalkan gugatan tersebut.

Dalam pengajuan pengadilan Rabu (29/1/2025) kemarin, seorang pengacara untuk Meta dan CEO Mark Zuckerberg, yang disebutkan dalam gugatan Trump, mengatakan bahwa para pihak telah mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan klaim individu penggugat yang disebutkan dan menyelesaikan masalah ini, tetapi tidak menyertakan rincian penyelesaian tersebut.

Baca Juga: Mark Zuckerberg Sebut Meta Butuh Waktu Lama untuk Menghasilkan Duit dari AI Generatif

Pada Juli 2021, Trump menggugat Meta, Twitter, dan Google atas tindakannya untuk menangguhkan akunnya di platform mereka. Trump menuduh bahwa tindakan tersebut 'tidak konstitusional' dan melanggar hak Amandemen Pertama, tetapi itu adalah kesalahpahaman mendasar tentang apa yang sebenarnya dikatakan Konstitusi AS.

Amandemen Pertama melarang pemerintah membatasi kebebasan berbicara dan tidak berlaku untuk perusahaan swasta.

Kemudian Meta pada 7 Januari 2021 menangguhkan akun Facebook dan Instagram Trump untuk jangka waktu yang tidak terbatas, dengan Mark Zuckerberg mengutip potensi kekerasan yang sedang berlangsung sebagai alasan keputusannya setelah Trump memuji para perusuh yang terlibat dalam kekerasan di Gedung Capitol AS sehari sebelumnya.

"Kami yakin risiko membiarkan presiden terus menggunakan layanan kami selama periode ini terlalu besar," kata Zuckerberg saat itu. Selanjutnya, Meta menyatakan Trump akan dilarang selama dua tahun.

Baca Juga: Tak Disebut Pada Pelantikan Presiden AS Donald Trump, Bagaimana Nasib Bitcoin?

Pada Januari 2023, Meta mengatakan akan mengaktifkan kembali akun Facebook dan Instagram Trump dengan 'pagar pembatas baru untuk mencegah pelanggaran berulang.'

Zuckerberg telah mendekati Trump sejak Trump memenangkan pemilihan presiden AS 2024. Pada 27 November, Zuckerberg pergi ke perkebunan Trump di Mar-a-Lago di Florida untuk makan malam bersama presiden terpilih tersebut.

Meta, atas perintah Zuckerberg, menyumbangkan uang sebesar US$1 juta untuk dana pelantikan Trump. Selain itu, pada awal Januari ini, Meta menunjuk CEO UFC Dana White - seorang teman dekat Trump - ke dalam jajaran dewan direksinya.

Baca Juga: WhatsApp Tambahkan Fitur-fitur Baru, Buat Stiker dari Swafoto hingga Posting Silang Stories

Donald Trump mengangkat isu gugatannya terhadap Meta dan Zuckerberg menjelang akhir jamuan makan malam bulan November di Mar-a-Lago dan memberikan isyarat bahwa litigasi tersebut harus diselesaikan sebelum Zuckerberg dapat 'dibawa ke dalam tenda,' demikian dilaporkan Wall Street Journal, mengutip sumber anonim.

Gugatan Trump terhadap Twitter (sekarang X, dimiliki oleh Elon Musk) ditolak oleh hakim federal. Gugatannya terhadap Google pun "ditutup secara administratif" pada 2023 tetapi dapat dibuka kembali.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Startup08 Agustus 2026, 11:20 WIB

McEasy Kantongi Pendanaan Seri B Sebesar Rp120 Miliar

Pendanaan ini bakal dipakai untuk melakukan ekspansinya ke wilayah Asia Tenggara.
Startup logistik McEasy. (Sumber: istimewa)
Techno08 Agustus 2026, 10:55 WIB

AGON Hadirkan 3 Monitor Gaming Baru, Dibekali Performa Laju Penyegaran Tiga Kali Lipat

Dengan fitur ini akan memudahkan untuk bermain gim dengan tuntutan tinggi.
Agon G4 Series. (Sumber: dok. AOC)
Lifestyle07 Agustus 2026, 22:18 WIB

G-SHOCK Hadirkan Gravitymaster GWRB3000, Terinspirasi oleh Penerbangan Supersonik

Seri jam tangan ini terbaru menggabungkan konstruksi canggih dan desain yang terinspirasi dari dunia penerbangan.
G-SHOCK GWRB3000A-2A. (Sumber: Casio)
Techno07 Agustus 2026, 21:56 WIB

Harga dan Spek Lengkap Tecno Megabook T14 Air, Ada 2 Varian Memori

Selain itu perusahaan juga menghadirkan Megabook T1 15.6.
Tecno Megabook T14 Air. (Sumber: Tecno)
Automotive07 Agustus 2026, 21:46 WIB

GIIAS 2026: Teknologi Keselamatan Jadi Medan Persaingan Baru

Mobil masa depan tak lagi sekadar cepat, tetapi mampu mengenali risiko di jalan.
Teknologi keselamatan pada otomotif buatan Bosch. (Sumber: istimewa)
Techno07 Agustus 2026, 21:34 WIB

Sandisk Hadirkan Inovasi NAND untuk Era Inferensi AI di FMS 2026

Sandisk telah menampilkan berbagai produk dan demonstrasi teknologi terbarunya.
Logo Sandisk. (Sumber: Sandisk)
Hobby07 Agustus 2026, 21:27 WIB

Foto-foto Satwa di Taman Safari Jadi Medium untuk Pesan Konservasi

35 tahun IAPVC hubungkan karya visual, konservasi, dan pengalaman wisata satwa.
Foto Elang Jawa hasil jepretan Adhitiya Wibhawa jadi juara pertama IAPVC 2025. (Sumber: Taman Safari)
Techno07 Agustus 2026, 21:14 WIB

Sony FE 100-400MM F5.6-8.OSS Resmi Dijual di Indonesia, Segini Harganya

Lensa Super-Telephoto Zoom yang sempurna untuk penggemar fotografi.
Sony FE 100-400MM F5.6-8 OSS. (Sumber: Sony)
Travel06 Agustus 2026, 17:17 WIB

Paddle Board Bisa Jadi Wisata Alternatif Saat Berkunjung ke Bantul

Wisata Paddle Board di Pantai Baros, daya tarik baru wisata di Kabupaten Bantul.
Paddle Board di Pantai Baros, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Sumber: null)
Techno06 Agustus 2026, 17:16 WIB

Layanan Streaming Samsung HDR10 Plus Advanced akan Tersedia di Prime Video

Layanan tersebut berlaku mulai Agustus 2026 untuk lini Samsung TV terbaru.
Samsung HDR10 Plus Advanced. (Sumber: null)