Frame: Kacamata Pintar yang Bisa Melakukan Pencarian Web hingga Menerjemahkan

Rahmat Jiwandono
Senin 12 Februari 2024, 14:40 WIB
Kacamata pintar Frame yang dibuat oleh Brilliant Labs. (Sumber: Brilliant Labs)

Kacamata pintar Frame yang dibuat oleh Brilliant Labs. (Sumber: Brilliant Labs)

Techverse.asia - Frame, kacamata pintar dengan open-source yang dibuat oleh perusahaan startup bernama Brilliant Labs, yang menyebutnya sebagai cara untuk menghadirkan terjemahan bertenaga kecerdasan buatan (AI), penelusuran web, dan analisis visual tepat di depan mata pemakai. Harganya US$349 atau setara dengan Rp5,4 jutaan.

Seperti yang ditunjukkan dalam video yang diposting oleh Brilliant Labs, pemakai dapat menggunakan suara mereka untuk meminta kacamata melakukan hal-hal seperti mengidentifikasi landmark yang dilihat, menelusuri web untuk mencari sepasang sepatu kets tertentu yang dilihat, atau bahkan mencari di informasi nutrisi untuk makanan yang akan dimakan.

Informasi tersebut muncul sebagai overlay yang muncul langsung pada lensa.

Baca Juga: Cara Cek Aplikasi yang Paling Banyak Pakai Paket Data di iPhone

Frame hadir dalam tiga warna yang dapat dipesan yakni hitam, abu-abu, dan bening. Ada juga opsi untuk menambahkan lensa resep, tetapi ini menaikkan harganya hingga US$448.

Kacamata pintar bukanlah konsep baru, namun belum ada satupun yang benar-benar populer. Tapi kacamata pintar khusus dari Brilliant Labs ini tampak lebih menarik, karena kacamata tersebut harus benar-benar open-source dan dapat diretas, memberikan pengguna lebih banyak kebebasan jika dibandingkan dengan apa yang telah terlihat sejauh ini.

Frame dipasangkan dengan aplikasi Brilliant Labs, yang disebut Noa. Aplikasi ini berisi asisten AI yang menggunakan OpenAI untuk analisis visual, Whisper untuk terjemahan, dan Perplexity untuk pencarian web.

Dalam sebuah wawancara dengan Venture Beat, Brilliant Labs mengatakan Noa AI-nya belajar dan beradaptasi baik terhadap pengguna maupun tugas yang diterimanya.

Baca Juga: Meta Siapkan Update Software Versi 2.0 untuk Kacamata Pintar Ray-Ban Meta

Meskipun pemakai dapat menggunakan Noa secara gratis, ini dikenakan batasan harian. Itu sebabnya startup ini berencana menawarkan tingkatan berbayar melalui Noa, namun masih belum ada informasi berapa biayanya.

Namun begitu, pemakai tidak perlu membayar untuk menggunakan perangkat keras itu sendiri, seperti yang dicatat oleh Brilliant Labs di saluran Discord-nya bahwa tidak ada paywall atau langganan dan dapat dengan bebas menggunakan kacamata pintar dengan aplikasi lain.

Brilliant Labs menguraikan spesifikasi Frame di saluran Discord-nya. Kacamata ini menampilkan mikro OLED warna 640x400 piksel yang memproyeksikan cahaya melalui prisma di depan mata pengguna.

Baca Juga: Google Meminta Pengguna Gemini Tidak Memasukkan Informasi Rahasia

Ini juga menawarkan bidang pandang diagonal sekitar 20 derajat, yang merupakan sisi kecil untuk kacamata campuran atau augmented reality, terutama dibandingkan dengan 52 derajat yang pemakai dapatkan dengan desain Air 2 Ultra baru dari Xreal. Artinya pemakai hanya akan melihat teks atau gambar dalam kotak kecil.

Frame juga dilengkapi dengan kamera beresolusi 1280x720, mikrofon, dan baterai 222mAh. Ia menjalankan sistem operasi khusus berbasis Lua yang sepenuhnya open source dengan sedikit ketergantungan, dan didukung oleh CPU nRF52840 Cortex-M4F.

Beberapa dari spesifikasi ini, seperti layar, sama dengan yang digunakan Brilliant Labs pada perangkat wearable lainnya, yang disebut Monocle, yang digambarkan sebagai perangkat AR berukuran saku untuk peretas imajinatif.

Baca Juga: Google Hadirkan Gemini Ultra, Harus Berlangganan untuk Bisa Memakainya

Kacamata pintar ini juga dilengkapi dengan pengisi daya Mister Power yang konyol (yang memberikan 'hidung' pada kacamata saat pemakai mencolokkannya) yang menawarkan pengisian daya cepat dan masa pakai baterai sepanjang hari.

Masih terlalu dini untuk mengatakan bagaimana Frame dapat dibandingkan dengan kacamata pintar lainnya, seperti kacamata Ray-Ban seharga US$299 dari Meta atau Google Glass yang bermasalah.

Namun dengan berat kurang dari 40 gram, produk ini pasti akan terasa lebih ringan di wajah oengguns dibandingkan Vision Pro milik Apple yang beratnya lebih dari 600 gram.

Baca Juga: 5 Aplikasi Pihak Ketiga yang Berguna di Apple Vision Pro

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Hobby12 Juni 2026, 19:33 WIB

Sinopsis Backrooms: Film Horor Karya Youtuber Kane Parsons

Trailernya menegaskan bahwa proyek ini berakar pada horor ruang kosong, koridor tanpa patokan, dan tempat yang menakutkan.
Backrooms. (Sumber: A24)
Techno12 Juni 2026, 18:15 WIB

Sony 1000X The Collexion Dijual Seharga Rp11 Juta di Indonesia

Perangkat wearable ini merupakan perpaduan antara suara ikonik dan desain berkelas.
Sony 1000X The Collexion dan wadahnya.
Lifestyle12 Juni 2026, 17:58 WIB

Stanley Rilis Football Collection untuk Menyemarakkan Piala Dunia 2026

Selain itu, mereka juga mengadakan pop-up store dengan menghadirkan tiga zona.
Stanley Football Collection. (Sumber: Stanley)
Techno12 Juni 2026, 17:08 WIB

Acer TravelMate P6 14 AI 2026 Resmi Diperkenalkan, Lihat Speknya

Laptop ini sejatinya dibangun dari pendahulunya namun menggunakan prosesor yang berbeda.
Acer TravelMate P6 14 AI 2026. (Sumber: dok. acer)
Automotive12 Juni 2026, 15:36 WIB

Kawasaki Brusky 125: Skutik Pertamanya Resmi Meluncur di Indonesia

Cek lebih jauh mengenai detail dan harga pesaing Honda Vario 125 ini.
Kawasaki Brusky 125. (Sumber: Kawasaki)
Techno12 Juni 2026, 14:10 WIB

Akselerasi Transformasi Digital Nasional, Lintasarta Umumkan Intelligent Core

Mengintegrasikan Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI (4C) dalam satu fondasi yang aman, terhubung, dan andal.
Lintasarta Intelligent Core. (Sumber: ist)
Startup12 Juni 2026, 13:59 WIB

Loreal Resmi Buka Pendaftaran Big Bang Beauty Tech Innovation Program

Program ini mengajak startup Indonesia guna mewujudkan masa depan dunia kecantikan.
ilustrasi startup (Sumber: freepik)
Techno12 Juni 2026, 13:38 WIB

Terkendala UU Pasar Digital, Peluncuran Siri AI di Uni Eropa Harus Ditunda

Siri AI akan tersedia untuk pengguna Uni Eropa di macOS 27 dan visionOS 27, bukan di iOS 27 dan iPadOS 27.
Siri AI. (Sumber: ist)
Techno11 Juni 2026, 18:20 WIB

ASUS Umumkan 2 Laptop ProArt Baru dengan Chipset Nvidia RTX Spark

Itu adalah sebuah superchip baru yang merevolusi PC Windows untuk era agen AI pribadi.
ASUS ProArt P16 (kiri) dan P14 Series. (Sumber: null)
Startup11 Juni 2026, 18:06 WIB

Mahasiswa IPB Buat Startup Agensi Kreatif Bernama Suutori Production

Pasar yang mereka incar utamanya ialah sekolah-sekolah dan perguruan tinggi.
Usaha rintisan Sutoori Production oleh mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). (Sumber: IPB)