Kanker Pankreas Bisa Dideteksi Menggunakan AI

Uli Febriarni
Minggu 14 Januari 2024, 22:20 WIB
deteksi kanker pankreas (Sumber: Getty Images via Engadget)

deteksi kanker pankreas (Sumber: Getty Images via Engadget)

Para peneliti di divisi Computer Science and Artificial Intelligence Laboratory (CSAIL), lembaga riset di Massachusetts Institute of Technology (MIT), membangun dua algoritma machine learning yang dapat mendeteksi kanker pankreas.

Keberhasilan deteksi itu berfokus pada teknik komputer dan pengembangan kecerdasan buatan (AI), dengan ambang batas yang lebih tinggi daripada standar diagnostik saat ini.

Baca Juga: La Roche Posay Effaclar Duo+M Punya Inovasi Baru, dengan Mikrobioma

Kedua model tersebut bersama-sama dibentuk untuk menciptakan jaringan saraf 'PRISM'. Alat ini dirancang untuk secara khusus mendeteksi adenokarsinoma duktal pankreas (PDAC), bentuk kanker pankreas yang paling umum.

Kriteria skrining PDAC standar saat ini mencakup sekitar 10% kasus pada pasien yang diperiksa oleh profesional. Sebagai perbandingan, PRISM MIT mampu mengidentifikasi kasus PDAC sebanyak 35%.

Meskipun penggunaan AI dalam bidang diagnostik bukanlah hal baru, PRISM MIT menonjol karena cara pengembangannya.

Baca Juga: Shopee Jadi E-Commerce Pilihan Milenial untuk Belanja Online

Baca Juga: Pikachu's Indonesia Journey: Bisa Tangkap Pikcahu Pakai Batik di Pokemon Go

"Jaringan saraf diprogram berdasarkan akses ke beragam kumpulan catatan kesehatan elektronik nyata dari institusi kesehatan di seluruh Amerika Serikat," ungkap laman Engadget, dilansir Minggu (14/1/2024).

Data tersebut berisi data lebih dari 5 juta catatan kesehatan elektronik pasien, yang menurut para peneliti melampaui skala informasi yang dimasukkan ke model AI dalam bidang penelitian khusus ini.

Penulis senior riset itu di CSAIL MIT, Kai Jia, menerangkan bahwa model ini menggunakan data klinis dan laboratorium rutin untuk membuat prediksi.

Keragaman populasi Amerika Serikat merupakan kemajuan yang signifikan dibandingkan model PDAC lainnya, yang biasanya terbatas pada wilayah geografis tertentu, seperti beberapa pusat kesehatan di Amerika Serikat.

Baca Juga: Daftar Rekomendasi Destinasi Wisata Versi Lion Air, Untuk Mengisi 26 Tanggal Merah Tahun Ini

Proyek PRISM MIT dimulai lebih dari enam tahun lalu. Motivasi di balik pengembangan algoritma yang dapat mendeteksi PDAC sejak dini, sangat berkaitan dengan fakta bahwa sebagian besar pasien didiagnosis pada tahap akhir perkembangan kanker; khususnya sekitar 80% terlambat didiagnosis.

"AI bekerja dengan menganalisis demografi pasien, diagnosis sebelumnya, pengobatan saat ini dan sebelumnya dalam rencana perawatan dan hasil laboratorium," ujar Kai Jia.

Secara kolektif, model ini berfungsi untuk memprediksi kemungkinan kanker dengan menganalisis data catatan kesehatan elektronik, dipadukan dengan data usia pasien dan faktor risiko tertentu yang terlihat dalam gaya hidup mereka.

Namun, PRISM masih mampu membantu mendiagnosis pasien sebanyak mungkin dengan kecepatan yang dapat dijangkau AI secara luas.

Saat ini, teknologi tersebut terikat pada laboratorium MIT dan pasien terpilih di Amerika Serikat. Tantangan logistik dalam menskalakan AI, akan melibatkan pemberian kumpulan data yang lebih beragam kepada algoritma, bahkan mungkin profil kesehatan global untuk meningkatkan aksesibilitas.

Baca Juga: Loreal Air Light Pro: Pengering Rambut yang Gunakan Cahaya Inframerah

Baca Juga: Yamaha Lexi LX 155 Resmi Dipasarkan di Indonesia, Ada 3 Tipe

Meskipun demikian, ini bukanlah upaya pertama MIT dalam mengembangkan model AI yang dapat memprediksi risiko kanker.

MIT telah mengembangkan cara untuk melatih model bagaimana memprediksi risiko kanker payudara di kalangan wanita menggunakan catatan mammogram.

Dalam penelitian tersebut, para ahli MIT menegaskan, semakin beragam kumpulan data, semakin baik AI dalam mendiagnosis kanker di berbagai ras dan populasi.

Dan jangan lupakan Sybil, penggunaan AI dalam perangkat yang bisa mendeteksi kanker paru-paru.

Pengembangan berkelanjutan dari model AI, yang dapat memprediksi kemungkinan kanker, tidak hanya akan meningkatkan hasil bagi pasien jika keganasan teridentifikasi lebih awal.

Tetapi juga akan mengurangi beban kerja para profesional medis yang bekerja terlalu keras.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Lifestyle28 Agustus 2026, 15:17 WIB

Pertamina Eco RunFest 2026: Hadirkan 7 Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan

Ajang yang memasuki tahun ke-13 pelaksanaannya ini menargetkan 14 ribu pelari dan 10 ribu pengunjung.
Pertamina Eco Run Fest 2026. (Sumber: istimewa)
Techno28 Agustus 2026, 15:16 WIB

Ditenagai Ryzen Z2 Extreme, ASUS ROG Xbox Ally 20 Bisa Dipesan Sekarang

Mennyambut hari jadi ke-20, ASUS ROG umumkan Xbox Ally X20 dengan performa AMD Ryzen AI Z2 Extreme dan dukungan kacamata Xreal R1.
ROG XBOX Ally X20. (Sumber: ASUS)
Startup28 Agustus 2026, 13:26 WIB

Asosiasi Blockchain Indonesia Gandeng Privy Perkuat Kepercayaan Digital

ABI bekerja sama dengan Privy untuk meningkatkan infrastruktur digital trust dan keamanan verifikasi identitas di industri blockchain Indonesia.
Asosiasi Blockchain Indonesia x Privy. (Sumber: ist)
Techno28 Agustus 2026, 13:23 WIB

SailPoint Hilangkan Blind Spot dengan Perlindungan Terpadu Identitas Manusia, non-human, dan AI agent

Solusi keamanan identitas yang dirancang untuk melindungi, mengelola, dan mendukung konvergensi tenaga kerja masa depan
SailPoint Identity Security. (Sumber: null)
Travel28 Agustus 2026, 11:58 WIB

Dragon Ball Z Bakal Punya Taman Hiburan Raksasa di Prancis, Gokunya Bisa Jadi Nyata!

Intip lokasi, konsep, dan detail lengkapnya di sini!
Taman hiburan bertemakan Dragon Ball Z. (Sumber: null)
Techno28 Agustus 2026, 11:57 WIB

Sony Meluncurkan Xperia 10 VIII dengan Fokus pada Peningkatan Kemudahan Penggunaan Sehari-hari

Handset ini menawarkan sedikit peningkatan dengan harga yang jauh lebih mahal.
Sony Xperia 10 VIII. (Sumber: Sony)
Automotive28 Agustus 2026, 09:40 WIB

Pendiri VeilSide Hironao Yokomaku akan Meriahkan Gelaran IMX 2026

Jangan lewatkan kesempatan langka bertemu sang legenda tuning dunia!
Pendiri VeilSide Hironao Yokomaku. (Sumber: istimewa)
Techno28 Agustus 2026, 09:40 WIB

Spesifikasi dan Harga Garmin Fenix 9 Series, Daya Tahannya Bisa Capai 57 Hari

Model Pro yang tangguh namun elegan ini menghadirkan casing jam tangan titanium pertama dan layar AMOLED terbesar pada seri Fenix.
Garmin Fenix 9 dan Fenix 9 Pro. (Sumber: Garmin)
Techno27 Agustus 2026, 14:49 WIB

Shokz OpenFit Air 2: Earbud Open-Ear Terringan dengan Hook yang Hampir Tak Terasa

Perangkat ini dirancang untuk kenyamanan ekstra tanpa menutup saluran telinga.
Shokz OpenFit Air 2. (Sumber: Shokz)
Techno27 Agustus 2026, 14:47 WIB

ASUS Hadirkan 2 Mouse Gaming yang Dapat Diskutomisasi

Mouse ROG Gladius IV Ace dan ROG Spatha X memadukan kontrol presisi dengan beragam opsi kustomisasi mendalam.
ROG Gladius IV Ace. (Sumber: ASUS)